You are currently viewing 3 Alasan Kenapa Harus Peduli Kepada Anak Yatim?

3 Alasan Kenapa Harus Peduli Kepada Anak Yatim?

Menyantuni anak yatim merupakan salah satu perintah Allah yang hendak dilakukan oleh setiap Muslim untuk meraih ridho-Nya. Simak alasan kenapa harus menyantuni anak yatim lainnya dalam artikel ini.

Rahmatanlilalamin.or.id – Santunan kepada yatim piatu menjadi bentuk amal perbuatan mulia yang dapat kita kerjakan untuk memperbaiki keadaan anak yatim. Anak yatim adalah anak yang kehilangan orang tersayangnya yakni seorang ayah di usia yang masih kecil dan belum baligh.

Umat Islam terutama kerabat dekatnya memiliki kewajiban untuk mengurusi kehidupan, mengasuh, memberikan kenyamanan dan kasih sayang, memberi makan, serta mendidiknya seperti halnya anak kandung sendiri.

Alasan Kenapa Kita Harus Menyantuni Anak Yatim

Anak yatim merupakan salah satu golongan yang harus mendapat perhatian dari kita sebagai umat Muslim. Ia memiliki keistimewaan dan juga hak-hak yang harus dipenuhi. Dalam Al-Quran juga disebutkan sebanyak 23 kali dalam Al-Qur’an yaitu ada 8 kali dalam bentuk tunggal, 14 kali dalam bentuk jamak dan 1 kali dalam bentuk dua (mutsanna).

Kemudian, dalam hadits Nabi juga terdapat beberapa hadits yang membahas tentang anak yatim, mulai dari batasan umurnya hingga keutamaan menyantuninya. Salah satunya adalah tentang keutamaan menyantuni anak yatim sebagai berikut.

“Barang siapa yang memelihara anak yatim dan memberinya makan dan minum niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga, kecuali jika dia melakukan dosa yang tidak dapat diampuni.”(HR. At Tirmidzi)

Berikut adalah beberapa alasan kenapa kita harus menyantuni anak yatim.

1. Merupakan Perintah Allah

Alasan yang paling tepat kenapa kita harus menyantuni anak yatim yakni karena hal itu merupakan perintah Allah. Dalam hal ini, kita dianjurkan untuk menyantuni anak yatim sehingga dapat merubah keadaannya. Allah SWT berfirman:

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu.” (QS. Al-Baqarah: 220).

Kemudian, dalam salah satu hadits Nabi disebutkan bahwa menyantuni anak yatim merupakan amal kebaikan yang dapat mengantarkan seseorang menuju surga-Nya dan menghindarkan dari siksa api neraka. Rasulullah SAW bersabda:

“Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR. Thabrani dari Abu Hurairah).

2. Anak yatim Memerlukan Perhatian

Anak yatim merupakan seorang anak yang ditinggalkan oleh sang ayah meninggal dunia. Dengan demikian, ia kehilangan sosok yang menanggung seluruh kebutuhan hidup dan juga sosok yang mencurahkan kasih sayangnya.

Melihat hal itu, seorang anak yatim berhak mendapat perhatian dan santunan umat Muslim terlebih bagi mereka yang termasuk kerabatnya. Dalam hal ini, menyantuni anak yatim sama halnya dengan memenuhi berbagai hak anak yatim mulai dari mendapat kecukupan makan dan minum, tempat tinggal, dan lain sebagainya.

3. Umat Islam Dilarang Menerlantarkan dan Menghardiknya

 Dalam QS. Al-Maun disebutkan bahwa orang yang mendustakan agama ialah orang yang menghardik anak yatim dan menerlantarkan orang miskin. Dengan demikian, kita dilarang untuk menerlantarkan dan menghardik anak yatim karena hal demikian merupakan perilaku yang sewenang-wenang terhadapnya. Allah SWT Berfirman: “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.” (QS. Adh-Dhuha: 9)

Manfaat Memberikan Santunan Anak Yatim

Berikut adalah beberapa manfaat memberikan santunan terhadap anak yatim, semoga menjadi inspirasi dan penyemangat dalam berbagi kebaikan.

1. Dihindarkan dari siksa api neraka sehingga menjadikan hidup jauh lebih tenang.

2. Diberikan kebahagiaan yang hakiki karena telah berbagi kebahagiaan kepada anak yatim. Kebahagiaan mereka, doa-doa dari mereka tentu akan menjadi keberkahan tersendiri untuk hidup kita

3. Mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW yang semasa hidupnya senantiasa memuliakan dan menyayangi anak yatim.

4. Mendapatkan kebermaknaan dalam hidup karena kita bisa memberikan manfaat untuk sesama. Terlebih anak yatim yang belum baligh tentu masih membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan juga bantuan dalam hidupnya.

5. Tidak ada kerugian sedikitpun saat kita menolong dan menyantuni anak yatim. Harta yang dikeluarkan bukan berkurang tapi justru akan berubah menjadi penyelamat kita kelak di akhirat nanti.

Leave a Reply