4 Tips Ubah Insecure Menjadi Rasa Syukur

4 Tips Ubah Insecure Menjadi Rasa Syukur

Sahabat, Pernahkah kamu mengalami insecure? Insecure atau rasa tidak aman membuat sejumlah orang mengalami merasa tidak percaya terhadap dirinya sendiri. Adapun orang yang mengalami insecure cenderung menghindari kontak dengan orang lain, menganggap dirinya lebih rendah atau lebih buruk daripada orang lain, membandingkan diri dengan orang lain serta haus akan pengakuan atau pujian dari orang lain.

Orang yang sedang mengalami insecure biasanya lebih fokus terhadap kekurangan diri dibanding dengan memaksimalkan potensi atau kelebihan yang dimiliki. Ia tidak bisa melihat bahwa dibalik kekurangan didalam dirinya ada sejuta potensi yang dapat ia maksimalkan menjadi kelebihannya.

Jika ditinjau dari faktornya, banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami insecure, bentuk tubuh, warna kulit, jodoh, pekerjaan, materi, status sosial dan hal-hal lain yang berkaitran dengan pandangan di masyarakat. Ditengah berbagai faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami insecure, bagaimana sebaiknya menyikapi atau tips menghindari insecure dan menjadikannya sebuah rasa syukur?

Pada dasarnya insecure merupakan suatu hal yang wajar, namun hal tersebut bisa menjadi masalah ketika seseorang mengalami dan merasakannya terus menerus. Berikut adalah cara yang bisa dilakukan untuk menghindari insecure dan bahkan mengubahnya menjadi rasa syukur.

Pertama, menerima diri sendiri. Setiap manusia diciptakan bersamaan dengan kadar rezeki dan takdirnya masing-masing, dan tentunya setiap manusia diciptakan dengan sempurna. Menerima diri sendiri merupakan syarat utama agar kita tidak terus menerus membandingkan diri sendiri dengan orang lain baik dari segi fisik maupun materi.

Setiap orang tentunya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, untuk itu berdamai dengan segala kekurangan diri adalah benteng utama yang wajib dimiliki oleh seseorang agar senantiasa bersyukur atas segala pemberian-Nya. Yakinlah bahwa semuanya sudah diatur sebaik-baiknya oleh Allah swt. dan yakini juga bahwa takdir Allah apapun itu adalah yang terbaik untuk diri kita.

Allah swt. berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 22 yang artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit  dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui“.

Sahabat, ketika kita mampu berdamai dengan segala kekurangan yang ada didalam diri serta mensyukuri segala kelebihan yang kita miliki, percayalah perkataan buruk dari orang lain terhadap kitapun tidak akan berarti apa-apa.

Kedua, memaksimalkan kelebihan. Setiap orang pasti memiliki potensi diri yang berbeda-beda dan tentunya potensi ini bisa dimaksimalkan menjadi kelebihan atau keistimewaan diri. Sahabat, dibanding sibuk dengan memikirkan kekurangan dan bagaimana agar bisa hidup sesuai dengan standar orang lain, lebih baik kita menyibukan diri untuk menggali dan memaksimalkan potensi dalam diri kita.

Percayalah pada diri sendiri, bahwa apa yang kita miliki baik itu fisik, materi atau pekerjaan kita sekalipun merupakan suatu  hal yang dapat dimaksimalkan menjadi sesuatu yang istimewa. Sesekali kita boleh melihat kelebihan orang lain sebagai bentuk motivasi diri agar bisa memaksimalkan potensi diri. Namun, jangan sampai melihat kelebihan orang lain justru akan membuat kita tidak percaya diri.

Ketiga, bersyukur atas nikmat Allah. Setiap orang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dimana hal tersebut merupakan ketentuan dan takdir dari sisi-Nya. Untuk itu kita diharuskan untuk bersyukur atas pemberian Allah tersebut.

Jangan sampai perbedaan kekurangan dan kelebihan masing-masing tersebut menjadi ajang pembandingan diri yang berujung pada rasa tidak percaya diri dan menjauhkan diri dari rasa syukur atas-Nya.

Keempat, pahamilah perbedaan adalah hal yang wajar. Sahabat, perbedaan adalah hikmah dan mengandung banyak pelajaran. Bukankah taman bunga yang indah adalah taman yang terdiri dari aneka ragam jenis bunga yang bermacam-macam? Oleh karena itu, sudah saatnya kita bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan oleh-Nya.