You are currently viewing 9 Keutamaan dan Manfaat Salat Subuh Yang Jarang Diketahui
Salat subuh secara berjamaah salah satu upaya yang bisa kita tempuh agar terhindar dari penyakit kemunafikan

9 Keutamaan dan Manfaat Salat Subuh Yang Jarang Diketahui

Salat Subuh memiliki manfaat dan keutamaan – Salat Subuh merupakan satu diantara shalat wajib dari lima waktu yang mempunyai kekhususan dari sholat lainnya dan mempunyai keutamaan yang luar biasa

Pada saat inilah pergantian malam dan siang dimulai. Bagi sebagian kaum muslim khususnya pria, shalat subuh secara berjamaah merupakan salat yang berat untuk dilakukan secara rutin bahkan banyak orang meninggalkan shalat subuh karena tertidur.

Itulah mengapa shalat subuh berjamaah terasa begitu berat bagi orang yang munafik, tidaklah kita takut disebut sebagai orang yang yang munafik.

Salat Subuh
Orang yang melaksanakan shalat subuh akan berada dalam jaminan dan perlindungan Allah

Nabi Muhammad bersabda, “ Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang munafik adalah salat isya dan shalat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak “ (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Cukuplah ancaman sebagai orang munafik membuat kita selalu memperhatikan ibadah yang satu ini.

Lalu apa saja keutamaan saalat Shubuh hingga kita akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak?

Disaksikan oleh malaikat

Di dalam Surah Al Isra ayat 78 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan Dirikanlah pula shalat subuh.

 “Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan oleh malaikat “QS Al Isra ayat 78

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Nabi bersabda, “ Malaikat bergantian melihat kalian pada siang dan malam para malaikat itu bertemu di shalat subuh dan sholat Ashar kemudian yang bermalam dengan kalian naik kelangit dan ditanya oleh Rabb mereka dan dia lebih tahu keadaan hamba-hambanya.

Bagaimana kondisi hamba-hamba-ku ketika kalian tinggalkan?

“Para malaikat menjawab, “Kami meninggalkan mereka dalam keadaan salat dan kami mendatangi mereka dalam keadaan salat” Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

Penerang pada hari ketika semua manusia berada dalam kekalutan atau kiamat

Waktu Subuh merupakan waktu yang masih gelap. “ Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing” (QS at-takwir:18)

Walau kondisi tubuh yang masih gelap tubuh lemas dan mata masih mengantuk justru terdapat ganjaran yang besar dari Allah.

Bagi umat muslim yang menuju masjid dengan niat melaksanakan salat subuh berjamaah yaitu mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat

Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, “berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju mesjid atau waktu Isya dan subuh dengan cahaya yang terang-benderang pada hari kiamat (Hadis Abu Daud Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Salat Subuh
Orang yang salat Subuh akan mendapat pahala seperti pahalanya oranga yang haji dan umrah.

Mendapatkan ganjaran solat malam sepenuh waktunya

Apakah kita bisa melaksanakan shalat malam sepanjang malam tentu sangatlah sulit namun demikian pahala melakukan salat malam sepenuh malam ternyata bisa kita dapatkan dengan melakukan salat subuh berjamaah Hai

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya barangsiapa yang melakukan salat Isya berjamaah maka dia sama seperti orang yang melakukan salat separuh malam dan barangsiapa yang melakukan salat subuh berjamaah maka dia sama seperti orang yang melakukan salat malam sepanjang waktu malam itu Hadits Riwayat Muslim yang

Dibebaskan dari sifat orang munafik

Menurut Ibnu Hajar semua salat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala, “Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang melainkan dengan malas (Quran surat at-taubah ayat 54)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin rahimahullah mengatakan orang munafik itu shalat dalam keadaan riya dan sum’ah atau ingin dilihat dan didengar oleh orang lain

Salat subuh dan salat Isya dilakukan dalam keadaan gelap sehingga orang munafik tidak menghadirinya mereka enggan menghadiri kedua shalat tersebut. Namun untuk salat lainnya yaitu shalat zhuhur ashar dan maghrib orang munafik tetap hadir karena jamaah yang lain melihat mereka.

Dan orang munafik kalau itu cari muka dengan amalan shalat mereka tersebut mereka hanyalah sedikit berdzikir kepada Allah. Di masa silam belum ada lampu listrik seperti saat ini sehingga menghadiri dua salat itu terasa berat karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka

Alasan lainnya karena shalat isya itu waktu istirahat sedangkan shalat subuh itu waktu lelapnya tidur.

Siapakah dari kita yang dapat menjamin bahwa kita telah suci dari penyakit kemunafikan sementara dahulu para tokoh Salaf yang notabene keimanannya lebih baik daripada kita senantiasa takut dan khawatir terjangkit sifat kemunafikan.

Maka seharusnya kita lebih layak untuk khawatir tentang kondisi saat ini apalagi hidup dalam dunia dengan godaan yang banyak menerpa seperti ini.

Salat subuh secara berjamaah adalah salah satu upaya yang bisa kita tempuh agar bisa terhindar Hai dari penyakit kemunafikan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu ia berkata. “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari sholat Shubuh dan shalat isya seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak (Hadits Riwayat Bukhari)

Berpeluang dapatkan pahala Haji atau umrah

Betapa besar pahala yang didapatkan apabila memanfaatkan waktu subuh dengan sholat berjamaah dan berdzikir hingga terbitnya matahari.

Dari Anas Ibnu Malik radhiallahu Anhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya, “ Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah kemudian dia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit lantas sholat dua rokaat maka baginya seperti pahala Haji dan umrah yang sempurna sempurna sempurna (Hadits riwayat Tirmidzi)

Kemenangan dengan melihat Allah pada hari kiamat

Orang-orang Mukmin akan melihat Rabb mereka tak mungkin mereka ragu hingga lemah dalam melihat Rabb mereka.

Mereka melihat Rabb mereka seperti melihat bulan pada malam purnama sebagaimana disebutkan dalam ayat wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri kepada robbnya lah mereka melihat (QS Al Qiyamah:22-23)

Tentu saja hal ini merupakan ganjaran terbesar yang dikaruniakan Allah subhanahu wa ta’ala kepada hambaNya

Dari Abu Sa’id al-khudri radhiallahu Anhu ada orang di masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata, “ Wahai Rasulullah Apakah Kami nanti melihat Rabb kami pada hari kiamat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab, “ya” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dari Jarir bin Abdillah radhiallahu Anhu ia berkata, “ kami pernah duduk bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, saat itu beliau memandang kearah bulan ketika Purnama.  

Beliau bersabda,  “Sesungguhnya kalian akan memandang Rabb kalian sebagaimana kalian memandang bulan ini kalian tidak berdesakan ketika memandang Allah jika kalian mampu untuk tidak melewatkan shalat sebelum terbitnya matahari dan salat sebelum tenggelamnya matahari sholat ashar dan Subuh lakukanlah”.

Kemudian membaca ayat dari Quran surat Thaha dan bertasbihlah dengan memuji rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya matahari (al-qur’an surat Thaha ayat 132)

Keselamatan dari siksa neraka

Keselamatan dari siksa neraka berarti berita gembira tentang akan masuk surga. Tentunya berlaku bagi seseorang yang akan melaksanakan shalat subuh secara sempurna atau berjamaah.

Diriwayatkan dari Imran bin rabi’ah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya sekali-kali tidak akan masuk neraka seseorang yang mengerjakan salat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya (Hadits Riwayat Muslim 634)

Yang dimaksud dengan salat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya adalah shalat Shubuh dan Ashar

“ Barangsiapa yang menjaga dua shalat tersebut disaat-saat kesibukannya tentu ia akan lebih menjaga shalat fardhu lainnya karena shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar “.

Dan siapapun yang aman dari siksa neraka kemungkinan besar akan aman dari berbagai hal seperti dari siksa kubur dari menunggu lama di padang mahsyar dari Mizan atau timbangan dari hisap yang buruk dari tergelincir saat melintasi shirot dan semua yang kita mohonkan kepada Allah supaya diselamatkan dirinya.

Kesempatan untuk melaksanakan shalat sunnah subuh

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam begitu menganjurkan shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh ini

Salat sunnah dua rakaat sebelum subuh memiliki keutamaan tersendiri lebih baik dari dunia dan seisinya.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dua roka’at Sholat Sunah subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya (hadits riwayat muslim dari Ummul mukminin Aisyah radhiallahu anha)

Dua roka’at sholat sunnah sebelum subuh ini senantiasa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam menjaganya baik ketika beliau berada di tempat tinggalnya maupun saat sedang bepergian

Sebagaimana dijelaskan dalam hadis Saidah Aisyah radhiallahu anha bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya dua rakaat sebelum subuh sama sekali. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Berada dalam jaminan Allah

Sungguhlah besar ganjaran bagi orang yang melaksanakan shalat subuh apalagi melaksanakannya dengan khusyu dan berjamaah karena dia akan berada dalam jaminan dan perlindungan Allah subhanahu wa ta’ala

Dengan begitu siapa yang berada dalam perlindungan Allah orang itu tidak boleh disakiti orang yang berani mencelakakannya terancam dengan azab yang pedih.

Sebab dia telah melanggar perlindungan yang Allah berikan kepada orang tadi.

Dalam Haditsnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,  “Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah, oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminannya karena Siapa yang Allah menuntutnya dengan saudara jaminannya maka Allah pasti akan menemukannya dan Allah akan menelungkupkan nya diatas wajahnya dalam neraka jahannam (Hadits Riwayat Muslim nomor 163)

Leave a Reply