You are currently viewing Agar Puasa Tak Sekedar Haus dan Lapar
(Foto: Canva)

Agar Puasa Tak Sekedar Haus dan Lapar

Rahmatanlilalamin.or.id, Agar Puasa Tak Sekedar Haus dan Lapar – Selama bulan Ramadhan, umat islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh, puasa sendiri sering didefinisikan dengan menahan haus dan lapar sejak matahari terbit hingga terbenam. Lalu, apakah puasa yang dikerjakan oleh seorang muslim akan maksimal jika hanya dengan menahan haus dan lapar saja?

Dalam hal ini, Imam Ghazali menyebutkan beberapa tingkatan orang yang berpuasa, dan tingkatan paling rendah ialah orang yang berpuasa hanya mendapatkan haus dan laparnya saja. Dalam hal ini, agar puasa tak hanya sekedar menahan haus dan lapar saja, umat islam harus mengiringin ibadah puasa dengan amal shaleh lainnya serta menghindari segala perbuatan yang sia-sia dan tidak memiliki faedah.

Tentunya saya jika bulan Ramadhan yang merupakan momen untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya dan kita sendiri hanya mendapat haus dan lapar saja pada setiap harinya. Dalam haditsnya, Raslullah SAW bersabda:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya tersebut, kecuali hanya rasa lapar dan dahaga saja.” (Hadis riwayat Ath-Thabrani).

Agar puasa yang dikerjakan tak hanya sekedar mendapat haus dan lapar saja, simak beberapa hal yang harus kamu kerjakan untuk memaksimalkan ibadah puasa berikut ini.

1. Menjaga diri dari perkataan dusta

Agar Puasa Tak Sekedar Haus dan Lapar
(Foto: Canva)

Berkata dusta merupakan perbuatan buruk yang harus dihindari semaksimal mungkin pada bulan Ramadhan. Seorang muslim dalam hal ini harus sangat berhati-hati agar jangan sampai mengucapkan kata-kata dusta atau hoax. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Selanjutnya, ditengah maraknya penggunaan media derasnya arus informasi dan maraknya penggunaan media sosial, untuk memaksimalkan ibadah puasa di bulan Ramadhan hendaknya seorang muslim menjaga jarinya dari kebiasaan asal share, retweet, dan comment tanpa mengetahui informasi yang sebenarnya.

Hendaknya seorang muslim mengedepankan sikap tabayun atau cross check terhadap kebenaran sebuah informasi yang beredar. Meskipun sebuah informasi sudah benar, perlu dilihat kembali apa saja dampak jika kamu menyebarkan atau mengomentarinya? Apakah bermanfaat atau justru menimbulkan banyak malasah baru yang lebih luas lagi?

2. Menahan diri dari perkataan yang sia-sia

Agar Puasa Tak Sekedar Haus dan Lapar
(Foto: Canva)

Perkataan yang sia-sia atau berlebihan merupakan amalan yang dapat menjadikan pahala puasa seorang muslim sia-sia. Dengan demikian, sebisa mungkin hindari perbuatan yang demikian untuk meraih kesempurnaan pahala puasa. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)

Dikutip dari rumahsyo, menurut Al-Akhfasy dalam Fathul Bari, Lagu adalah perkataan yang sia-sia dan semisalnya yang tidak memiliki faedah. Selanjutnya, istilah Rafats menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bari dapat merupakan kiasan untuk hubungan badan dan semua perbuatan keji.

Selanjutnya, berdasarkan hadits diatas, jika ada yang mencela atau usil pada kita, maka dianjurkan untuk berkata innii shoim, yang artinya aku sedang berpuasa. Hal itu dimaksudkan agar seorang muslim mampu menahan diri dari amarahnya.

Selanjutnya, seorang muslim juga harus menahan diri dari membicarakan aib orang lain dibelakang, dan hal ini seringnya jarang disadari oleh seorang muslim utamanya pada bulan Ramadhan.

3. Meningkatkan amal shaleh selama bulan Ramadhan secara kontinyu

Agar Puasa Tak Sekedar Haus dan Lapar
(Foto: Canva)

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia dan menjadi momen bagi setiap muslim untuk berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan. Dengan demikian, seorang muslim dapat menyempurnakan ibadah puasanya dengan amal-amal shaleh, membuat karya, membaca Al-Quran, memperbanyak sedekah, dan lain sebagainya pada bulan Ramadhan.

Baca Juga: Meningkatkan Kualitas Ibadah Puasa di Era Digital

Sebaliknya, hindari segala perbuatan buruk dan maksiat yang akan menjadikan dosa kian menumpuk dan menghanguskan pahala ibadah puasa yang dikerjakan.

Demikianlah beberapa hal yang harus dikerjakan oleh seorang muslim untuk memaksimalkan ibadah puasa agar puasa yang dikerjakan tak hanya sekedar menahan haus dan lapar saja. Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kebaikan di bulan Ramadhan ini.

Leave a Reply