You are currently viewing Ingin Kumpul Bersama Keluarga di Surga? Penuhi 8 Hal Ini

Ingin Kumpul Bersama Keluarga di Surga? Penuhi 8 Hal Ini

Berkumpul Bersama Keluarga di Surga – Keluarga merupakan aset terpenting dalam hidup ini. Sebagai tempat pendidikan pertama dan paling utama, keluargalah yang akan menjadi pembentuk karakter kita. Berkumpul bersama keluarga tentunya hal yang sangat dirindukan oleh setiap orang.

Akhir-akhir ini, momen untuk berkumpul bersama keluarga sedikit terhalang oleh kondisi pandemi yang tak kunjung reda. Dua kali hari raya Idul Fitri, pemerintah melarang seluruh masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Tentu ini amat memberatkan bagi masyarakat yang berada jauh dari keluarganya. Disamping larangan tersebut, kini teknologi telah memberi kemudahan bagi semuanya untuk menjalin silaturahmi bersama keluarga sehingga dapat sedikit mengurai rasa rindu pada keluarga.

Sahabat, ada momen yang paling indah ketika kita semua dapat berkumpul bersama keluarga yakni bertemu dan berkumpulnya keluarga besar berserta keturunannya di surga.

Allah berfirman dalam QS Ar-Ra’d [13]: 22-24 yang artinya “Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu Surga ‘Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama orang yang saleh dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan anak-cucu mereka, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), ‘salaamun alaikum bimaa shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). ‘Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”

Berkumpul bersama keluarga di surga tentunya merupakan harapan dan impian semuanya. Akan tetapi untuk meraih hal tersebut bukanlah hal yang mudah, diperlukan kebersamaan dalam taat dan ibadah.

Dikisahkan juga dalam Al-Qur’an bahwa banyak keturunan atau keluarga yang tidak lagi bisa bertemu di akhirat, seperti halnya Nabi Nuh AS dengan putra dan istrinya, Aisah yang shalehah dengan Fir’aun suaminya, dan Nabi Luth dengan istrinya.

Disamping kisah-kisah diatas, bertemunya keluarga besar di akhirat bukanlah hal yang tidak mungkin. Adapun dalam meraih impian tersebut kita bisa menata diri untuk terus berada dalam jalan yang diridhoi-Nya dan ikhlas mengamalkan beberapa hal berikut ini.

1. Memenuhi seruan-Nya

Sahabat, bagi siapa saja yang memenuhi dan patuh terhadap perintah dan larangan Allah maka ia akan mendapatkan pembalasan yang sebaik-baiknya. Menjalankan segala perintah dan larangannya juga merupakan salah satu bentuk ketaatan dan ketaqwaan seorang hamba.

2. Memenuhi janji dan amanah yang dipikulnya

Diantara orang-orang yang berada di surga dan kekal didalamnya ialah orang yang memelihara janji dan amanah yang dipikul olehnya.

3. Istiqamah dalam kebaikan

Istiqamah merupakan sesuatu yang ringan diucap dan sedikit berat untuk diamalkan. Istiqamahlah dalam melakukan amal kebaikan, sebab amalan yang kecil dan dilakukan secara istiqamah akan jauh lebih baik daripada amalan besar yang dilakukan tanpa adanya istiqamah.

4. Takut kepada Allah

Rasa takut kepada Allah haruslah senantiasa ditumbuhkan agar agar kita terhindar dari perbuatan dosa yang dapat menjauhkan kita dari-Nya.

5. Sabar

Sabar dalam segala hal termasuk dalam menunaikan amal dan taat, sabar dalam menghadapi kenikmatan serta kesusahan dan sabar dalam menghadapi kebodohan dan kejahilan. Sabar tentunya akan menjadikan seseorang pribadi yang kuat dan senantiasa berserah diri pada Allah.

6. Mendirikan Shalat

Dalam islam, shalat merupakan tiang agama dan menjadi salah satu tanda keislaman seseorang. Lebih dari itu shalat juga merupakan ibadah yang pertama kali akan dihisab pada hari perhitungan. Segala amal baik yang dikerjakan tentunya tidak akan memiliki nilai apapun ketika seorang muslim tidak mendirikan shalat.

Baca Juga : Meraih Surga yang Penuh Kedamaian

7. Menginfakkan harta

Infak dan sedekah adalah amal shalih yang dianjurkan dalam Islam. Banyak ayat dan hadits nabi yang menjelaskan tentang keutamaannya. Infak bisa dilakukan secara terang-terangan ataupun secara sembunyi-sembunyi, tentunya keduanya perlu dilandasi keikhlasan dan keridhoan.

8. Membalas kejahatan dengan kebaikan

Balaslah kejahatan dengan kebaikan, sebab membalas kejahatan dengan kejahatan bukanlah solusi yang dapat dibenarkan. Semoga dengan membalas kejahatan dengan kebaikan dapat menjadi penolak segala hal buruk bisa saja menimpa diri kita.

Sahabat, semoga kita semua bisa menjalankan kedelapan hal diatas sehinga keluarga kita dapat berkumpul dan berjumpa di surga yang sama-sama kita rindukan. Aamiin

Leave a Reply