You are currently viewing Berprasangka Baik Kepada Allah dan Sesama Manusia

Berprasangka Baik Kepada Allah dan Sesama Manusia

Berprasangka Baik Kepada Allah dan Sesama Manusia – Prasangka memiliki peran dalam membentuk persepsi dan tindakan yang dilakukan oleh seseorang. Jika prasangka yang ada adalah baik, maka akan membentuk persepsi yang baik dan juga mengarahkan pada tindakan yang baik.

Berprasangka baik merupakan sikap dan cara pandang yang menjadikan seseorang melihat sesuatu dari sisi positif atau nilai yang baik. Dalam kehidupan sehari-hari setiap muslim tentunya diharuskan untuk selalu berprasangka baik kepada Allah dan sesama manusia.

Berprasangka Baik Kepada Allah

Berprasangka baik dapat mengantarkan seseorang pada kehidupan yang lebih indah, bermakna, dan damai. Namun, dalam berprasangka baik khususnya kepada sesama manusia, seorang muslim juga dianjurkan untuk tetap berhati-hati agar tidak terjerumus pada kesalahan yang tidak diinginkan.

Sebaliknya, berprasangka buruk (su’udzon) merupakan sesuatu yang dilarang dan dianjurkan untuk dihindari. Selain berdosa, prasangka buruk juga akan memberikan efek negatif pada diri sendiri seperti tidak tenang, malas, dan selalu berputus asa.

Berbaik Sangka Kepada Allah

Rasulullah SAW dalam kesehariannya selalu mendidik dan menganjurkan para sahabatnya untuk selalu berprasangka baik, khususnya berprasangka baik kepada Allah. Dari Jabir RA, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW tiga sebelum wafanya beliau bersabda, “Janganlah seseorang di antara kalian meninggal dunia, kecuali dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah.” (HR Muslim).

Berprasangka Baik Kepada Allah
Berprasangka baik kepada Allah.

Berprasangka baik kepada Allah merupakan kenikmatan yang agung dan menjadi jaminan kebahagiaan hidup seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Lebih dari itu, berbaik sangka kepada Allah juga akan menimbulkan semangat untuk berlaku baik dan menambah amal ibadah. Dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., Nabi SAW Bersabda :

”Sesungguhnya Allah berfirman, “Aku menurut prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya saat ia mengingat-Ku. Jika ia mengingatku dalam kesendirian, Aku akan mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam keramaian, Aku akan mengingatnya dalam keramaian yang lebih baik daripada keramaiannya. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekat kepadanya se depa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketika seseorang berbaik sangka kepada Allah, maka Allah pun akan memberikan kebaikan untuknya. Untuk itu, tetaplah berprasangka baik kepada Allah, baik terhadap ujian dan takdir-Nya, nikmat yang diberikan oleh-Nya serta disaat melihat makhluk ciptaan-Nya.

Berbaik Sangka Kepada Sesama Manusia

Sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa menjalin hubungan dengan orang lain, manusia harus selalu menjaga keharmonisan dengan sesama. Adapun salah satu cara untuk menjaga keharmonisan tersebut ialah saling berprasangka baik antara sesama. Sebaliknya, jika prasangka baik tidak dilakukan, maka keharmonisan tersebut hanyalah menjadi angan-sangat semata.

Berprasangka baik kepada sesama merupakan salah satu perbuatan yang baik dan akhlak yang mulia. Ketika ada seseorang yang menurut praduga kita buruk atau jahat, maka sebaiknya pastikan apakah praduga kita itu benar atau salah dan tetaplah junjung tinggi prasangka baik.

Allah SWT berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain…” (QS al-Hujurat: 12).

Ayat diatas merupakan perintah Allah kepada manusia untuk menghindari segala bentuk prasangka buruk terhadap sesama. Selain dosa, prasangka buruk juga dapat memberikan dampak negatif dalam hidup seseorang seperti dendam, dengki ataupun menjadi awal dari perbuatan ghibah.

Mungkin kita semua mengetahui, bahwa adanya kerusuhan baik yang terjadi di dunia nyata ataupun dunia maya semuanya tidak terlepas dari awal mula prasangka yang buruk terhadap sesama.

Sahabat, diantara akhlak yang mulia ialah selalu berprasangka baik kepada Allah dan kepada sesama manusia. Keduanya juga merupakan kunci kebahagiaan dan kesuksesan bagi kita dalam mengarungi kehidupan yang sifatnya sementara di dunia ini.

Prasangka baik juga dapat menjadikan seseorang bijak dalam bertindak sehingga dapat menghindarkan dari perbuatan yang salah. Semoga kita semua mampu membina diri untuk terus  berprasangka baik kepada Allah dan sesama manusia. Aamiin

Leave a Reply