You are currently viewing Cara Memanfaatkan Waktu dan Meninggalkan Sesuatu yang Melalaikan

Cara Memanfaatkan Waktu dan Meninggalkan Sesuatu yang Melalaikan

Cara Memanfaatkan Waktu – Sahabat, Waktu yang sudah berlalu tidak akan mungkin terulang Kembali. Setiap detik waktu yang kita lalui juga, tentunya akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir kelak. Berbicara tentang waktu, Ali bin Abi Thalib pernah berkata bahwa waktu adalah pedang. Adapun ketika kita lalai dengan waktu, maka pedang tersebut akan menghujam kita dan tentunya akan merugikan diri kita.

Cara Memanfaatkan Waktu
Manfaatkanlah waktu dengan cara memperbanyak amal baik

Dengan demikian, manfaatkanlah waktu kita sebaik mungkin dan tinggalkan segala sesuatu yang dapat melalaikan kita dari mengingat Allah dan mengerjakan amal perbuatan yang bermanfaat.

Cara kita menyikapi waktu juga akan menjadi penentu di masa depan. Seperti masa muda kita, jika kita sibuk menghabiskannya dengan perbuatan yang sia-sia, maka kelak kita akan mendapatkan Kesia-siaan pula. Artinya ketika kita mampu meninggalkan perbuatan yang sia-sia dalam mengisi waktu, maka kita sendiri akan terhindar dari kesia-siaan dan mampu mengisinya dengan perkara yang bermanfaat.

Manfaatkanlah waktu dengan cara mengisinya dengan hal-hal yang positif dan bernilai ibadah sehingga kita menjadikan kita lebih dekat dengan Allah SWT. Sebab, ketika kita sibuk dengan hal yang sia-sia, hal tersebut merupakan salah satu tanda bahwa Allah telah berpaling dari kita.

“Diantara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sabagai tanda Allah menelantarkannya” (At-Tamhid Hadist ke-21 hal.200).

Sahabat, salah satu hal yang paling menyedihkan ialah ketika Allah berpaling dari kita. Kita akan sibuk dengan perbuatan yang sia-sia dan tidak memiliki nilai ibadah sedikitpun. Maka dari itu perbanyaklah waktu untuk memohon ampunan-Nya dari segala khilaf dan salah kita dalam mengisi waktu dan umur yang telah diberikan oleh-Nya.

Kita dapat merenungkan sejauh mana kita menyikapi waktu dengan cara melihat dan mengingat kembali apa yang kita perbuat satu jam yang lalu, sehari yang lalu seminggu yang lalu dan seterusnya. Apakah kita mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ibadah atau sebaliknya?

Adapun dalam mengidentifikasi perbuatan sia-sia tentunya setiap orang memiliki persepsi masing-masing. Hal tersebut sesuai dengan cara pandang masing-masing, tentunya dalam memandang hal ini kita harus menyesuaikan dengan apa yang telah rasulullah contohkan dalam mengisi waktu.

Memanfaatkan Waktu dengan Memperbanyak Do’a

Cara Memanfaatkan Waktu
Do’a bersama anak yatim binaan Yayasan Rahmatan Lil-ALamin

Setiap detik waktu adalah momen bagi kita untuk senantiasa memperbaiki diri untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Adapun salah satu amal perbuatan yang mendekatkan diri kita kepada Allah ialah dengan cara memanfaatkan waktu untuk memperbanyak do’a, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

Mungkin kita menyadari bahwa salah satu sifat manusia yang perlu diperbaiki ialah hanya mengingat Allah di kala susah saja, sedangkan di saat senang, bisa jadi mereka lupa dan lalai terhadap Allah. Bahkan, sebagian orang mungkin ada yang ketika diberi kelapangan ia malah mengisi waktunya dengan perbuatan yang sia-sia.

Sudah selayaknya sebagai seorang muslim kita memanfaatkan waktu kita untuk senantiasa berdo’a dan mendekatkan diri kepada Allah. Tak hanya ketika sempit saja, disaat lapang juga kita harus senantiasa mengingatnya.

Dan ketika hendak memanjatkan do’a, perbanyaklah do’a kita ketika berada dalam keadaan lapang agar Allah lebih cepat mengabulkan do’a-do’a kita.  Hendaknya seorang mukmin tidak menjadikan Allah sebagai pilihan terakhir ketika gembira, namun menjadi pilihan utama ketika bersedeh dan susah.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW. bersabda : “Kenalilah (ingatlah) Allah di waktu senang pasti Allah akan mengingatmu di waktu sempit.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga : Sudahkan Beristighfar Hari Ini?

Setelah berdo’a dan meminta agar hajat kita dikabulkan oleh Allah, kita juga dianjurkan juga untuk menyempurnakannya dengan memaksimalkan ikhtiar kita. Sehingga dengan memperbanyak do’a dan menyempurnakan ikhtiar, waktu yang kita lalui terisi dengan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ibadah.

Leave a Reply