You are currently viewing Cara Menyantuni Anak Yatim yang Sesuai dengan Anjuran

Cara Menyantuni Anak Yatim yang Sesuai dengan Anjuran

Menyantuni anak yatim merupakan salah satu anjuran bagi umat Islam. Untuk menunaikannya, terdapat beberapa cara menyantuni anak yatim sesuai dengan anjuran Nabi. Sebelum itu, yuk ketahui dulu keutamaan menyantuni anak yatim.

Rahmatanlilalamin.or.id – Anak yatim adalah salah satu anak yang istimewa, ia sangat dicintai dan dilindungi oleh Rasulullah semasa hidupnya.

Mereka adalah anak-anak uang hidup dengan orang tua yang tidak lengkap yakni kehilangan seorang ayah dan membutuhkan banyak sekali bantuan baik secara moril ataupun materil.

Umat Islam dianjurkan untuk menyangi dan memperlakukannya dengan perlakukan yang baik. Bagi anak yatim yang kondisinya kurang mampu, maka dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (sandang, papan, pangan), kesehatannya, hingga biaya pendidikannya.

Disamping itu, menjadi kewajiban umat Islam juga untuk mendidiknya dengan baik sehingga mampu mengangkat derajatnya kelak. Menjadi anak yang cerdas, mandiri, dan berdaya di masa yang akan datang layaknya seperti anak yang kedua orang tuanya lengkap.

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Berdasarkan Sabda Nabi

Cara Menyantuni Anak Yatim

Disamping termasuk perbuatan yang mulia, menyantuni anak yatim dapat menjadikan seseorang memperoleh begitu bamyak keutamaan. Berikut adalah beberapa keutamaan menyantuni anak yatim.

1. Mendapatkan Predikit Orang Shalih

Seseorang yang memuliakan dan senantiasa menyantuni anak yatim akan memperoleh predikit orang shaleh di mata Allah. Keutamaan yang satu ini tertuang dalam firman Allah dalam QS. Al-Insan ayat 5-6 sebagai berikut.

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 5-6)

2. Melembutkan Hati

Dengan memberikan perhatian dan menyantuni anak yatim memiliki keutamaan untuk melembutkan serta mendamaikan hati.

“Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai.” (HR Thabrani)

Baca Juga: Pengertian dan Kemuliaan Anak Yatim

3. Terhindar dari Siksa Akhirat

Memelihara dan menyantuni anak yatim merupakan salah satu kewajiban bagi seorang muslim. Allah SWT tidak akan menyiksa siapa saja orang yang menyayangi dan memperlakukan dengan baik anak yatim.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman: “Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR. Thabrani dari Abu Hurairah)

4. Mendapat Jaminan Surga

Keutamaan yang paling tinggi dari menunaikan anjuran meyantuni anak yatim ialah berupa ganjaran surag Allah SWT. Dengan demikian, kita harus senantiasa memperlakukan anak yatim dengan sebaik mungkin mulai dari mencukupi kebutuhan, menyayangi, serta membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Sebagaimana dalam hadits yang berbunyi sebagai berikut:

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (HR. Al-Baniy, Shahih At Targhib, Malik Ibnu Harits: 1895)

Cara Menyantuni Anak Yatim

Cara Menyantuni Anak Yatim

Rasulullah SAW tidak memberikan contoh secara terperinci tentang bagaimana cara menyantuni anak yatim. Namun, menjadi hal yang pasti bahwa cara menyantuni anak yatim ialah dengan memperlakukannya dengan baik, mulai dari memenuhi kebutuhan hidupnya, membiayai pendidikannya, serta mendidiknya dengan baik.

Dengan keutamaan anak yatim yang luar biasa, maka menyantuninya pun menjadikan kita sebagai manusia yang bermanfaat dan insyaallah akan memiliki tabungan pahala yang banyak. Berikut adalah cara menyantuni anak yatim yang benar agar apa yang kita lakukan dapat memberikan nilai manfaat bagi mereka.

1. Dengan mengusap kepalanya

Ada sebuah riwayat yang menyebutkan cara menyantuni anak yatim dengan membelai rambutnya.

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda: ‘Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.’” [HR. Ahmad].

Dalam hadits diatas disebutkan bahwa membelai atau mengusap rambut anak yatim serta memberi makan orang miskin akan memberikan dampak pada ketenangan hati seseorang.

Dalam hal ini, mengusap kepala anak yatim bukanlah merupakan sebuah ritual yang wajib dilakukan melainkan salah satu cara untuk memperlihatkan empati serta kasih sayang kepada mereka.

Baca Juga : Ayat Al-Quran Tentang Menyantuni Anak Yatim

2.Menjadikannya Sebagai Anggota Keluarga

Menyantuni dan memelihara anak yatim dengan membawanya ke rumah, menjadikan keluarga akan mendorong kita untuk memberikan pendidikan yang baik, mencukupi kebutuhannya, serta memberikan penguatan iman untuk mereka.

Tentu hal ini menjadi pahala yang besar, karena kita menjadi penjamin kehidupan dan masa depan anak yatim di kemudian hari. Rasulullah SAW bersabda:

“Dengan menyantuni dan memelihara anak yatim, maka akan banyak kelimpahan berkah yang ada pada rumah tersebut tidak peduli seberapa bagus atau jelek rumah tersebut. Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.” (HR. Ibnu Majah)”.

3. Memenuhi Kebutuhan Pokoknya

Selanjutnya, cara menyantuni anak yatim ialah dengan memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dari kebutuhan pokoknya (sandang, pangan, dan papan), kesehatannya, hingga kebutuhan pendidikannya.

Untuk melakukannya, kamu dapat memberikan bantuan secara rutin kepada anak tersebut secara langsung ataupun melalui lembaga atau panti yatim yang menampung dan mengurusi anak yatim.

3. Mendampinginya dengan Pendidikan Moral dan Kompetensi

Terhadap anak yatim, manusia memiliki tugas untuk menyantuninya dan mengangkat derjatnya sehingga mampu menjadi anak yang mandiri dan berdaya di masa yang akan datang.

Dalam hal ini kita juga dapat memberikan dukungan kepada mereka agar tumbuh dengan akhlak dan kompetensi yang baik. Misalnya memberikan dukungan untuk mengikuti pelatihan, pembinaan moral, dan pendampingan dari seorang yang ahli dalam bidang tertentu.

Dengan demikian, anak yatim diharapkan mampu berkembang dengan baik seperti halnya anak-anak lain pada umumnya meskipun dalam kondisi orang tua yang tidak lengkap.

4. Tidak Menghardiknya

Jika kita tidak mampu untuk memperlakukan dengan baik anak yatim serta menyantuninya, maka sebisa mungkin kita menghindarkan diri dari menghardiknya. Menghardik anak yatim merupakan salah satu perbuatan tercela yang tidak disukai oleh Allah SWT.

Disebutkan dalam QS. Al-Maun ayat 1-2 bahwa orang yang mendustakan agama salah satunya ialah orang yang menghardik anak yatim.  Allah SWT berfirman:

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?, Itulah orang yang menghardik anak yatim,” (QS. Al-Maun 1-2)

Sahabat, bagi orang-orang yang dengan ikhlasa menyantuni dan memperlakukan anak yatim dengan baik, Allah akan melembutkan hatinya dan memberikan balasan berupa pahala yang besar.

Tentunya, kita juga bisa menjadi bagian dari orang-orang yang memuliakan dan menyantuni anak yatim dengan cara-cara yang sudah dijelaskan di atas.

Bagaimana sahabat? Tertarik untuk menyantuni anak yatim juga? Selain sedekah untuk anak yatim, sahabat juga bisa menyalurkan zakat untuk anak yatim namun dengan syarat dan ketentuan tertentu.

Leave a Reply