You are currently viewing Dua Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

Dua Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

Kebahagiaan Orang yang Berpuasa – Berjumpa dengan bulan Ramadhan merupakan anugerah yang agung bagi seorang muslim. Tidak sedikit orang merindukan perjumpaan dengan bulan Ramadhan agar bisa beribadah dibulan yang penuh berkah ini. Sebab, ibadah di bulan Ramadhan pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

Pada bulan Ramadhan, setiap muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Dimana ibadah puasa ini merupakan salah satu dari rukun islam. Selain itu, berpuasa di bulan Ramadhan juga memiliki makna dan pembelajaran tersendiri bagi umat muslim.

Puasa juga memiliki fungsi sebagai washilah bagi seorang muslim untuk mengendalikan hawa nafsu. Adapun esensi dari berpuasa ialah mendekatkan diri kepada Allah, dimana kedekatan dengan Allah merupakan cita-cita setiap muslim.

Orang yang berpuasa ia akan mendapatkan banyak kemuliaan disisi-Nya. Salah satunya ialah bau mulut orang yang berpuasa jauh lebih baik daripada bau minyak kasturi. Rasulullah SAW bersabda:   “Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh bau tak sedap dari mulut orang yang sedang berpuasa menurut Allah lebih harum daripada bau misik,” (HR Al-Bukhari).

Orang yang berpuasa setidaknya aia akan mendapatkan dua kebahagiaan, hal tersebut sesuai dengan sabda nabi SAW berikut : “Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)

Hadits diatas adalah satu dari sekian banyaknya hadits yang menerangkan tentang keutamaan-keutamaan seorang muslim yang berpuasa. Rasulullah menyebutkan bahwa puasa dapat memberikan kebahagiaan pada hati orang-orang yang melaksanakannya yakni berupa kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabba-Nya.

Kebahagiaan Saat Berbuka

Seseorang yang berpuasa selama satu hari penuh akan merasa senang dan lega ketika sampai diwaktu berbuka puasa. Tidak hanya itu, rasa senang juga timbul dari dalam diri karena dapat menuntaskan salah satu kewajibannya.

Belasan jam lamanya diri berpuasa, menahan dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkannya. Apa-apa yang selama ini di boleh untuk dikerjakan seperti makan dan minum menjadi tertahan. Karena itu, momentum berbuka puasa adalah kebahagiaan tersendiri bagi ia yang berpuasa.

Waktu berbuka puasa juga menjadi waktu dikabulkannya do’a. Dengan demikian, perbanyaklah berdo’a ketika menjelang berbuka puasa. Selain itu, berbuka puasa juga menjadi momen yang pas untuk berkumpul dan mencicipi menu buka bersama keluarga tercinta.

Kebahagiaan Saat Bertemu dengan Allah

Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

Kebahagiaan yang ini hanya akan dirasakan bagi mereka yang berpuasa secara total, baik secara lahiriah maupun bathiniah. Artinya seseorang tidak hanya menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa secara fikih saja. Akan tetapi ia juga menahan lisannya dari perkataan yang buruk, perbuatannya dari perilaku yang tidak baik, serta hati dan pikirannya dari melalaikan perintah Allah SWT.

Puasa berbeda daripada ibadah-ibadah lain. Puasa hanya bisa diketahui antara diri seorang hamba dan Rabbnya. Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa puasa adalah untuk Allah. “Allah berkata :’semua amalan anak Adam adalah untuk dirinya kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku. Akulah yang memberi ganjarannya”.

Baca Juga : Puasa Mendekatkan Diri Kepada Allah

Dengan demikian, kebahagiaan ruhiah ini terpicu ketika seseorang kian dekat ridha Allah Ta’ala. Hal ini menjadi esensi dari ibadah puasa yang sejati, karena puasa dapat mengubah seseorang menjadi kian bertkawa kepada-Nya.

Sahabat, berpuasa menjadi ibadah yang paling utama. Ia dapat mengantarkan seseorang menuju derajat ketakwaan dan dekat dengan Rabb-nya. Untuk itu di bulan Ramadhan ini, selain kita menahan diri dari rasa lapar dan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, kita juga harus menahan diri dari perbuatan dan perkataan yang buruk serta mengisi waktu untuk memperbanyak amal shaleh.

Leave a Reply