You are currently viewing Erupsi Gunung Semeru, Ini Dampak Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

Erupsi Gunung Semeru, Ini Dampak Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

Dampak Abu Vulkanik Bagi Kesehatan – Indonesia merupakan negara yang terletak di antara ring of fire (cincin api Pasifik) yang memebntang dari Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatera, Himalaya, hingga Mediterania. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak gunung api aktif dan sewaktu-waktu bisa mengelami erupsi atau meletus.

Terbaru, peristiwa erupsi gunung api terjadi di Lumajang Jawa Timur yakni Gunung Semeru. Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu 4 Desember 2021 sekitar jam 15.30. Erupsi Gunung Semeru menyisakan duka yang mendalam bagi para korban, ada yang luka-luka, kehilangan harta benda, hingga ada yang harus kehilangan salah satu anggota keluarga.

Salah satu material yang dikeluarkan gunung apai saat mengalami erupsi adalah abu vulkanik. Abu vulkanik menjadi salah satu partikel yang wajib diwaspadai saat terjadinya erupsi di gunung api, hal itu dikarenakan abu vulkanik memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia.

Dampak Abu Vulkanik Bagi Kesehatan
Salah satu dampak paling srisu dari abu vulkanik adalah bronkitis dan asma.

Dampak abu vulkanik tak hanya dapat dirasakan oleh masyarakat disekitar gunung yang mengalami erupsi, abu vulkanik juga dapat berdampak pada daerah yang jauh dari lokasi gunung. Hal itu dikarenakan partikel abu vulkanik yang sangat kecil bisa terbawa hembusan angin hingga ratusan bahkan ribuan kilometer.

Sebagai partikel yang dikeluarkan gunung saat mengalami erupsi, abu vulkanik memiliki ukuran yang sangat kecil yakni kurang dari 2 mikrometer. Abu vulkanik yang baru saja meluap dari gunung yang erupsi memiliki kandungan asam yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Apa saja dampak buruk abu vulkanik bagi kesehatan? Banyak sekali dampak buruk abu vulkanik terhadap kesehatan diantaranya dapat menyebabkan terjadinya gangguang pernapasan, mata, kulit dan lain sebagainya.

1. Gangguan pernapasan

Ukurannya yang sangat kecil menjadikan abu vulkani dapat dengan mudah terhirup oleh manusia ke dalam paru-parunya. Adapun jika abu vulkanik terhirup dalam jumlah yang cukup banyak dapat menjadikan orang sehat sekalipun mengalami kesuliatan bernapas disertai batuk dan iritasi.

Beberapa gejala gangguan pernapasa yang timbul akibat kebanyakan menghirup abu vulkanik antara lain, iritasu pada hidung dan pulek, sakit tenggorokan yang disertai batuk kering, bahkan bisa sampai pada titik yang paling serius yakni bronkitis dan asma.

2. Gangguan atau iritasi pada mata

Selain memiliki ukuran yang sangat kecil, abu vulkanik juga jika dilihat dari mikroskop memiliki bentuk yang sangat tajam. Jika mengenai mata, abu vulkanik dapat menyebabkan mata mengalami iritasi. Hal tersebut karena butira-butiran abu vulkanik yang tajam tersebut merusak kornea mata dan membuat mata mengalami iritasi dan berwarna merah.

Dampak Abu Vulkanik Bagi Kesehatan
Kenakan selalu masker agar terhindar dari paparan abu vulkanik.

Tanda umum iritas pada mata yang diakibatkan oleh abu vulkanik antara lain, mata menjadi perih dan merah, mengeluarkan air mata yang lengket, kornea lecet atau tergores, serta menjadikan mata sangat sensitif terhadap cahaya.

Baca Juga : Doa-Doa Ketika Terjadi Bencana

3. Alergi dan iritasi pada kulit

Abu vulkanik yang diluapkan gunung saat mengalami erupsi mengandung silika, mineral, dan bebatuan. Selanjutnya unsur-unsur yang terkandung didalamnya juga terdiri dari kalsium, kalium, magnesium, flourida, sulfat, dan klorida. Diantara kandungan dan unsur tersebut memiliki sifat asam yang dapat menimbulkan terjadinya iritasi pada kulit.

Selain bersifat asam, abu vulkanik juga terdiri dari beberapa macam debu, partikel, dan pollen yang dapat menjadi pemicu terjadinya alergi. Jika terpapar abu vulkanik, bagi sebagian orang yang memiliki alergi dapat meningkatkan risiko alergi pada kulitnya.

Bagikan Artikel Ini

Leave a Reply