Rajin Mengerjakan Amal Shaleh, Ini Ganjarannya

Rajin Mengerjakan Amal Shaleh, Ini Ganjarannya

Ganjaran Amal Shaleh – Amal Shaleh adalah sebuah amalan yang menjadi representasi keimanan dari seorang muslim. Umat islam dianjurkan untuk memperbanyaknya serta ikhlas dalam mengerjakannya.

Dalam hal ini amal shaleh mencakup tiga perkara yang dikerjakan secara bersamaan, yakni niat, pikiran dan tindakan. Sehingga dapat dikatakan amal shaleh ketika tiga perkara tersebut berjalan secara beriringan. Niat yang ikhlas hanya mengharap ridha Allah SWT, disertai dengan pemikiran dan ilmu yang matang dan kemudian diwujudkan dengan tindakan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Allah SWT menjanjikan balasan dan ganjaran bagi umat-Nya yang senantiasa mengerjakan amal shaleh, hal itu dituliskan dalam QS. Al-Ankabut : 7 sebagai beikut.

Akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih dari apa yang mereka kerjakan“.

Dari ayat diatas, salah satu ganjaran dari amal shaleh yang dikerjakan ialah dihapuskannya dosa-dosa orang yang mengerjakan amal shaleh tersebut. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh tersebut, sebab sebagai manusia yang tidak pernah luput dari dosa dan salah yang berujung pada perbuatan dosa.

Selanjutnya dalam ayat diatas juga, Allah SWT berjanji akan membalas yang lebih baik dari amal sholeh yang telah dikerjakan, untuk itu jangan pernah ragu untuk mengerjakan amal shaleh sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan ridha-Nya.

Amal Shaleh yang Pahalanya Terus Mengalir

Islam menganjurkan kepada seluruh umatnya untuk memperbanyak amal sholeh sebagai bekal diakhirat kelak. Dimana amal-amal sholeh yang dikerjakan tersebut akan menjadi pemberat timbangan kebaikan serta menjadi penyelamat seorang hamba di hari perhitungan kelak.

Dalam hal ini, islam memberikan banyak kemudahan serta kemudahan bagi seluruh pemeluknya untuk menunaikan berbagai amal sholeh. Salah satunya adalah amal jariah, dimana amal jariah ini merupakan amalan yang pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yang mengerjakannya telah meninggal dunia.

Tentunya kita semua menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan waktunya sangat singkat. Rasulullah SAW dalam hal ini mengajarkan kepada umatnya untuk meraih kesempatan berbuat baik yang pahalanya jauh lebih panjang di atas umur manusia melalui amal jariah. Dan amal jariah tersebut terdiri dari sedekah jariah, ilmu yang  bermanfaat, dan anak shaleh yang mendo’akan orang tuanya.

Sedekah jariah ialah harta yang diinfakan di di jalan Allah dan diwakafkan. Dalam syari’at islam wakaf diartikan sebagai penahanan terhadap suatu harta (tidak dijual, tidak dihibahkan dan tidak juga diwariskan). Adapun manfaat dari harta wakaf ini digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pembangunan dan pemberdayaan umat islam.

Selanjutnya ilmu yang bermanfaat ialah ilmu yang diajarkan kepada orang lain dan orang lain tersebut mengamalkan atau memanfaatkannya untuk kemaslahatan hidup baik secara individu maupun berjama’ah. Selama ilmu tersebut dimanfaatkan oleh orang lain, maka selama itu juga pahalanya akan mengalir kepada orang yang mengajarkannya di akhirat.

Dan terakhir anak shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya ialah anak yang baik, mengamalkan syari’at islam, tidak berbuat sesuatu yang tidak disenangi oleh kedua orang tuanya dan tidak pula dimurkai oleh Allah. Ketika anak ini berdo’a kepada Allah untuk kedua orang tuanya maka do’a tersebut akan dikabulkan oleh Allah swt.

Tentunya anak shaleh dibentuk oleh didikan dan tauladan kedua orang tuanya. Dengan demikian mendidik anak agar menjadi anak yang shaleh merupakan kewajiban bagi kedua orang tua sehingga dapat menjadi penyelamat bagi keduanya.