Harta Yang Manakah Yang Benar-Benar Milik Kita?

Harta Yang Manakah Yang Benar-Benar Milik Kita?

Sahabat Rahmatan semuanya, ternyata harta kita sesungguhnya hanya ada tiga saja, selebihnya memang berbentuk harta dan status kepemilikannya berada ditangan kita akan tetapi pada hakikatnya bukan harta kita.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim rasulullah saw. bersabda “Infaqkanlah hartamu! Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mensedekahkan). Jika tidak, Maka Allah akan menghilangkan keberkahan rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah untukmu. Jika tidak, Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu”.

rasulullah saw. dalam penggalan hadits diatas memerintahkan untuk menginfaqkan harta yang kita miliki, dan melarangnya untuk mengumpulkan atau menghitung-hitungnya. Dalam hal ini harta dapat dibagi menjadi tiga jenis, diantaranya sebagai berikut.

Harta Yang Kita Simpan

Harta yang kita simpan pada dasarnya disediakan untuk masa depan baik untuk diri kita sendiri maupun keturunan kita. Selain itu harta yang disimpan juga seringnya disiapkan untuk keadaan darurat yang sewaktu-waktu bisa datang kapan aja dan dalam keadaan apa saja. Makanya dalam hal ini menyimpan harta adalah penting jika tujuannya untuk berjaga-jaga, agar jika suatu saat keadaaan buruk yang tidak pernah diharapkan terjadi pada diri kita.

Namun jika tujuan dari menyimpan harta adalah untuk menimbun kekayaan ataupun hal lainnya, maka sebaiknya jangan. Sebab, bisa jadi suatu saat harta yang kita timbun ini menjadi rebutan bagi generasi selanjutnya, sehingga dengan rebutan harta tersebut menghilangkan keberkahan dan mengakibatkan rusaknya persaudaraan.

Harta Yang Kita Makan

Harta yang kita makan adalah harta yang pada dasarnya kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari, sebab salah satu tujuan dari kepemilikan harta adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup yang salah satunya adalah makan dan minum. Jadi sebetulnya seseorang bisa dikatakan cukup untuk mencari harta kekayaan jika kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi.

Namun perlu kita ketahui, harta yang kita makan pada hakikatnya hanya akan menjadi kotoran yang tidak memiliki manfaat sama sekali, dengan demikian ketika kita memakan harta yang kita miliki niatkan untuk beribadah kepada Allah atau melakukan kebaikan-kebaikan lainnya.

Harta Yang Disedekahkan

Sedekah adalah salah satu cara untuk meraih keberkahan dari harta yang kita miliki. Harta yang dikeluarkan untuk sedekah tidak akan mengurangi harta yang kita miliki, bahkan banyak yang sepakat dan telah merasakan bahwa dengan bersedekah dapat membukakan pintu-pintu rizki bagi yang melakukannya.

Harta yang sedekahkan pada hakikatnya adalah harta yang kita miliki sesungguhnya di, ia akan datang menjadi penolong  bagi kita dihari perhitungan kelak.

Nah dari tiga jenis harta yang ada pada kita, manakah harta yang sesungguhnya kita miliki? Apakah harta yang kita simpan dan memiliki potensi akan menjadi rebutan, atau harta yang kita makan dan akan menjadi kotoran atau harta yang kita sedekahkan dan akan menjadi penolong?

Pada hakikatnya harta yang kita sedekahkan adalah harta yang sesungguhnya kita miliki, akan tetapi kita semua harus bijak dalam menggunakan harta. Artinya tidak selamanya harta yang kita miliki harus kita sedekahkan, gunakanlah harta yang kita miliki untuk tabungan masa depan diri kita maupun keturuan kita, kemudian cukupilah kebutuhan dengan harta yang dimiliki serta jangan lupa untuk bersedekah dengan harta yang dimiliki.

Sahabat semua, perlu diketahui bahwa ada hak-hak orang lain dalam harta kita, dan akan jika harta tersebut dikeluarkan maka akan menjadi pahala berlimpah bagi kita. Selanjutnya kita ketahui bahwa diakhirat kelak akan ada seseorang yang meminta dikembalikan kedunia walau hanya sedetik saja untuk melakukan bersedekah. Dengan demikian marilah manfaatkan harta dan waktu yang kita miliki untuk senantiasa melakukan sedekah.