You are currently viewing Hikmah Dzikir, Sejukan Hati Suburkan Iman

Hikmah Dzikir, Sejukan Hati Suburkan Iman

Hikmah Dzikir – Allah menciptakan manusia dengan penciptaan yang sempurna. Salah satu bentuk kesempurnaan yang diberikan oleh Allah ialah dengan mengaruniai manusia hati (kalbu). Melalui hati, Allah menunjukan manusia hal-hal yang baik untuk dilakukan dan hal-hal buruk untuk dijauhi.

Manusia dilahirkan dengan kondisi hati yang suci dan bersih dari dosa. Selain dikarunia hati, manusia juga dikarunia nafsu yang harus dikendalikan. Ketika seorang mampu mengendalikan hawa nafsunya maka kebaikan akan selalu menyertainya. Sebaliknya, jika seseorang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya maka keburukan akan menghampirinya.

Hikmah Dzikir

Sebagai makhluk yang tak bisa lepas dari kelalaian, terkadang manusia terjerumus ke dalam dosa dan maksiat sehingga menjadikan hatinya kering. Perbuatan dosa dan maksiat juga menjadikan hati menjadi keras serta menjauhkan seseorang dari Allah SWT. Orang yang jauh dari-Nya akan jauh pula dari seluruh petunjuk-Nya.

Kering dan kerasnya hati pada dasarnya bisa dilunakan dengan bertaubat dan senantisa berdzikir untuk mengingat-Nya. Namun kerasnya hati tidak mampu menangkap hal itu sehingga dalam sebuah ayat Allah SWT menyindir manusia yang hatinya keras bagaikan batu.

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar darinya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Baqarah [2]: 74).

Sahabat, hati yang kering dan keras menjadikan seseorang jauh dari petunjuk Allah yang bermanfaat bagi kehidupannya. Demikian juga ia akan jauh dari keberkahan, kelapangan dan kemudahan. Sebaliknya, orang yang berhati keras akan jauh lebih dekat dengan kesempitan dan kesulitan.

Padahal pada ayat diatas disebutkan bahwasannya batu yang keras saja masih bisa ditembus air. Artinya batu yang selama ini kita anggap keras itu masih bisa berubah ketika secara terus menerus terkena air.

Agar hati tidak kering dan keras, Nabi Muhammad SAW menganjurkan manusia untuk senantiasa mengingat Allah atau berzikir. Dengan mengingat Allah, insyaallah hati yang kering dan keras berubah menjadi lembut.

Sahabat, perlu diketahui bahwasannya hati manusia memiliki sifat berubah-ubah atau labil seperti namanya yakni Qalb. Tentu saja hati orang yang beriman meski teguh atau balik kepada hal-hal yang baik, agar tidak keras dan kering.

Hikmah Dzikir

Dengan segala bentu rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk menyirami hati mereka agar tidak kering dengan anjuran shalat sedikitnya lima kali dalam sehari. Dengan shalat, hati yang keras dan kering akan tersirami sehingga kembali subur dan menyegarkan.

Baca Juga : Berdoalah dalam Segala Urusan

Untuk itu, agar hati menjadi subur dan diterangi dengan cahaya-cahaya petunjuk dari-Nya, perbanyaklah waktu untuk mengingat-Nya serta shalat dan menghadaplah dengan tulus dan ikhlas pada-Nya . Dengan demikian, rahmat Allah akan menyirami hati seperti halnya hujan deras yang menyirami bumi.

Sahabat, dzikir ini ibaratkan hujan yang dapat menyirami dan menyuburkan sebuah tanaman yang sejuk dan indah. Untuk itu mari raih hikmah dzikir dengan cara memperbanyak waktu untuk mengingat Allah, insyaallah Allah akan menyirami hati kita sehingga tumbuhlah hal-hal baik dari dalamnya.

Leave a Reply