Ini Dia Cara Asyik Ajarkan  Protokol Kesehatan pada Anak

Ini Dia Cara Asyik Ajarkan  Protokol Kesehatan pada Anak

Virus Corona atau Covid-19 merupakan penyakit atau virus jenis baru yang sampai saat ini telah menyebar di kurang lebih 200 negara. Selain itu, virus ini juga berpotensi menular keberbagai kalangan tanpa terkecuali anak-anak. Dalam hal ini proses pencegahan tidak hanya dilakukan terhadap orang dewasa, anak-anak juga perlu diajara tentang bagaimana cara menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker.

Seperti diketahui bersama bahwa tata cara penggunaan masker yang benar ialah menutup mulut dan hidung. Selain itu, WHO juga merekomendasikan masker yang dipakai ialah masker kain sebanyak tiga lapisan untuk mencegah tranmisi di komunitas.

Pada dasarnya, anak-anak menyukai masker yang bergambar atau yang lucu. Dalam mengajari anak-anak menggunakan masker kita bisa memberinya masker yang sesuai dengan keinginan mereka, Sehingga anak-anak tersebut semangat dan suka menggunakan masker. Akan tetapi, yang perlu menjadi bahan perhatian orang tua ialah penggunaan masker dari bahan yang disarankan oleh WHO yakni tiga lapis kain.

Selanjutnya penggunaan satu masker juga bisa dibatasi dengan batas durasi waktu maksimal 4 jam. Para orang tua mungkin tidak bisa berharap sepenuhnya bahwa anak-anak bisa menggunakan masker selama empat jam secara terus menerus selama empat jam sehingga ada tahapan-tahapannya.

Menggunakan masker mungkin bagi anak merupakan sesuatu yang membosankan, terlebih menggunakannya selama kurang lebih empat jam. Disini orang tua bisa memotivasi anak-anaknya dengan kata-kata persuasif seperti dengan kata-kata menggunakan masker dapat melindungi diri sendiri, orang tua, kakek nenek dan semuanya.

Bahkan orang tua bisa memotivasi anak kalau memakai masker maka menjadi pahlawan super bagi semuanya. Selain masker, ia juga menyebutkan protokol kesehatan lain yang harus diterapkan anak adalah mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain.

Badan Kesehatan Dunia WHO menganjurkan cuci tangan selama 20 detik, akan tetapi mencuci tangan selama itu bisa berpotensi membuat anak-anak menjadi bosan, untuk itu perlu juga tahapan-tahapan dalam mengajari anak mencuci tangan selama 20 detik.

Nah untuk mensiasati agar anak tetap mau mencuci tangan dengan bersih selama 20 detik sesuai anjuran WHO, orang tua bisa mengajak anak mencuci tangannya sambil bernyanyi lagu-lagu kesukaan anak.

Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Pandemic Covid-19 berdampak besar pada sektor pendidikan, sehingga seluruh proses pendidikan anak harus dilangsungkan secara virtual di rumah. Dalam melangsungkan “proses pembelajaran di rumah”, orang yang harus menemani dan mendampingi anak tak lain adakah orang tua. Untuk itu ada beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua dalam mendampingi anaknya belajar di rumah.

Pertama, orang tua bisa membangun komunikasi yang efektif dengan guru anak, sehingga nantinya ketika anak ada kendala atau kesulitan dalam pembelajaran orang tua bisa membantu menjelaskan serta mencari solusi pada anaknya.

Kedua, orang tua bisa melakukan eksplorasi isi rumah sebagai media pembelajaran anak, seperti menggunakan alat-alat rumah tangga dalam belajar menghitung atau yang lainnya. Selain itu, disela proses pembelajaran orang tua bisa mengajak anak untuk masak makanan yang ia sukai.

Ketiga, dimasa pandemic ini orang tua bisa mengisi waktu di rumah bersama anaknya untuk bercocok tanam di halaman rumahnya, entah itu sayuran seperti cabai, tomat atau bisa juga menanam tanaman hias atau bunga.

Keempat, selain menemani proses belajar di sekolah, orang tua juga bisa melatih anak untuk berkreasi seperti melukis, mendekor ruangan/kamar atau membuat kerajinan tangan lainnya.