Isi Bulan Dzulhijjah Dengan Memperbanyak Tilawah Al-Quran

Isi Bulan Dzulhijjah Dengan Memperbanyak Tilawah Al-Quran

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang mulia dan memiliki banyak keberkahan serta termasuk kedalam bulan haram. Banyak amalan yang bisa dilakukan oleh setiap muslim pada bulan ini, salah satunya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran.

Seperti yang kita ketahui, membaca Al-Quran merupakan amalan yang paling utama, dimana satu huruf akan dikalikan dengan 10 kebaikan, ketika kita membacanya dengan fasih memiliki ganjaran sederajat dengan malaikat, adapun ketika kita membacanya dengan terbata-bata maka akan mendapatkan dua pahala.

Al-Quran merupakan madubatullah (hidangan ALlah), Hidangan yang hanya diperuntukan bagi umat manusia, hidangan ini merupakan hidangan yang tidak akan pernah membosankan, semakin dinikmati akan semakin bertambah nikmat.

Setiap orang yang mencintai Al-Quran akan bertambah cintanya ketika ia berinteraksi dengan Al-Quran, semakin besar rasa cintanya terhadap Al-Quran makan akan semakin tumbuh keinginan untuk membacanya, mempelajarinya, memahaminya, mengamalkannya serta mengajarkannya kepada orang lain.

Dibulan yang istimewah ini, terdapat sepuluh hari pertama yang dimana pada sepuluh hari tersebut seluruh semua amal shaleh yang dikerjakan seorang muslim sangat dicintai oleh-Nya. Membaca Al-Quran merupakan salah satua amal shaleh yang bisa diperbanyak dibulan yang mulia ini, akan tetapi tidak hanya pada bulan-bulan mulia yang memiliki keutamaan saja, membaca Al-Quran harus menjadi gaya hidup bagi seorang muslim.

Al-Quran Sebagai Obat Bagi Penyakit Lahir dan Bathin

Salah satu “nama dari Al-Quran adalah Asy-Syifa” yang memiiliki arti obat penyembuh. Adapun As-Sa’di mengungkapkan makna Asy-Syifa sebagai penyembuh bagi semua penyakit hati, baik itu berupa syahwat yang menghalangi manusia untuk taat kepada Allah atupun syubhat yang mengotori Iman.

“dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. al-Isra’ ayat 82)

para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan kata “Syifa” dalam ayat diatas, pertama ada yang mengartikaa obat dalam ayat tersebut sebagai obat yang berkenaan dengan penyakit hati, menghilangkan tirai kebodohan dan menghapus keraguan akan kebersara dan kekuasaan-Nya.

kedua, para ulama berpendapat bahwa Al-Quran sebagai obat penawar berbagai penyakit fisik seperti sakit kepada, infeksi, dan lain sebagainya. Adapun pendapat ini dikuatkan oleh beberapa argument sebagai berikut.

Hadits Nabi Tentang Berobat Dengan Ayat Al-Quran

Terdapat sejumlah hadis yang menjelaskan ihwal berobatnya Rasulullah dengan menggunakan ayat al-Qur’an. Di antaranya hadis riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Nasai, bahwa mula-mula Rasulullah melindungi diri dari segala penyakit dan serangan musuh dengan bacaan ta’awwudz dan beberapa kalimat dzikir. Namun setelah turunnya surat al-Falaq dan al-Nas, beliau mencukupkan dengan kedua surat tersebut dan meninggalkan selainnya. Sahabat Abu Sa’id al-Khudri pernah menyembuhkan seseorang yang terkena sengatan ular dengan bacaan ayat “Alhamdu lillahi Rabbil ‘alamin” sebanyak tujuh kali.

Fakta Yang Teruji Berulang kali

Berdasarkan fakta yang teruji kebenarannya berulang kali sejak masa rasulullah , sahabat, tabi’in hingga kurun waktu setelahnya, menunjukan bahwa Al-Quran dapat mengobati berbagai penyakit seperti racun, gila, luka serta penyakit-penyakit lahir lainnya.

Dalam kitabnya Zad al-Ma’ad Ibnul Qayyim menjelaskan Al-Quran adalah penyembuh yang sempurna bagi seluruh penyakit hari dan jasmani, demikian pula penyakit dunia maupun akhirat. Kepada sahabat yang sakit, Nabi kerap berpesan seperti yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Al-Hakim bahwasannya bagi penyakit ada obat penyembuh, yaitu madu dan Al-Quran.

Sebagai Asy-Syifa Al-Quran dapat mengobat berbagai macam penyakit, dalam hal ini orang beriman diimbau untuk memperbanyak membaca Al-Quran, karena ia adalah obat penyembuh dari macam-macam penyakit.