You are currently viewing Jangan Lupa, Tunaikan Puasa Hari Arafah Sebelum Idul Adha

Jangan Lupa, Tunaikan Puasa Hari Arafah Sebelum Idul Adha

Puasa Hari Arafah – Hari Raya Idul Adha tahun ini insyaallah akan jatuh pada tanggal 20 Juli 2021. Hal itu berdasarkan hasil sidang isbat penentuan Idul Adha pada Sabtu (10/7).

Sebelum hari raya Idul Adha tiba, umat islam dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Hal ini dikarenakan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Rasululllah SAW bersabda dalam hadits Ibnu Abbas berikut ini.

“Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Bukhori)

Puasa Hari Arafah
Idul Adha 1442 H. jatuh pada selasa, 20 Juli 2021

Adapun salah satu amalan yang dapat dikerjakan di sepuluh nari pertama bulan Dzulhijjah ialah menunaikan ibadah puasa dari awal bulan Dzulhijjah. Bagi sahabat yang belum sempat berpuasa di hari-hari sebelumnya, sahabat bisa berpuasa di tanggal 9 Dzulhijjah atau kita kenal dengan puasa Arafah.

Puasa arafah adalah puasa yang dilaksanakan sehari sebelum hari raya Idul Adha tiba. Puasa ini memiliki keutamaan yang lebih besar daripada puasa sunnah dihari-hari sebelumnya.

Keistimewaan puasa arafah ini disebutkan dalam salah satu hadits nabi SAW berikut. Dari Abu Qatadah, Rasulullah bersabda “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas”. (HR. Muslim).

Sebagai manusia yang tak pernah luput dari dosa, umat islam sangat memerlukan ampunan dari Allah SWT. Karena itu, seharusnya umat islam senantiasa meningkatkan amal shalehnya di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Salah satunya dengan menunaikan ibadah puasa arafah yang insyaallah akan mendatangkan ampunan dari-Nya atas dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang.

Dilansir laman Republika.co.id, puasa Arafah erat kaitannya dengan peristiwa Nabi Ibrahim AS. Dimana pada sebelumnya yakni 8 Dzulhijjah Nabi Ibrahim mendapti sebuah perintah dalam mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail. Kemudian pada esok harinya yakni 9 Dzulhijjah Nabi Ibrahim memiliki pengetahuan untuk memahami dan mengerjakan apa yang ada dalam mimpinya tersebut.

Puasa hari Arafah
Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.

Peristiwa itu kemudian dikenal dengan hari Arafah yang memiliki maksud sebagai hari dimana Nabi Ibrahim tahu (arafa) cara untuk menafsirkan mimpinya dan kemudian menunaikan perintah Allah tersebut. Hari Arafah sendiri menjadi hari yang sangat menegangkan bagi Nabi Ibrahim pada waktu itu. Maka untuk memperingatinya sangat pantas bagi umat islam untuk menunaikan ibadah puasa pada hari ini.

Baca Juga : Amalan Setara Haji

Dalam pelaksanaan ibadah haji, hari Arafah adalah hari kedua dalam pelaksanaan prosesi ibadah haji. Artinya, puasa Arafah dilaksanakan bertepatan saat jama’ah haji sedang melakukan wukuf di Padang Arafah. Dengan demikian, untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh jamaah haji di tanah suci, maka umat islam dianjurkan untuk menunaikan puasa Arafah.

Yuk siapkan dari sekarang dan jangan sampai lupa lagi untuk menunaikan puasa sunnah Arafah sebelum hari raya Idul Adha tiba.

Selanjutnya bagi sahabat yang berniat qurban tahun ini, daftarkan segera sebelum Idul Adha tiba dengan mengakses tautan di bawah ini.

http://indonesiaberbagi.id/donasi/donasi-qurban

Leave a Reply