You are currently viewing Mengenal Jenis Rezeki yang Disebutkan Dalam Al-Quran

Mengenal Jenis Rezeki yang Disebutkan Dalam Al-Quran

Rahmatanlilalamin.or.id – Seorang manusia yang lahir ke bumi telah dibarengi dengan ketentuan dan takaran rezekinya masing-masing. Dengan rezeki tersebutlah setiap orang akan hidup dan melakukan berbagai amal kebaikan.

Mengenai pemberian rezeki terdapat dua hal yakni ada yang ditakar dan ada pula yang telah Allah hamparkan. Berdasarkan itu, setiap manusia harus senantiasa berikhtiar untuk menjemput rezeki yang telah dijanjikan Allah.

Jenis Rezeki Dalam Al-Quran

Berikut adalah delapan jenis rezeki yang telah Allah sebutkan dalam Al-Quran yang kemudian akan diberikan kepada manusia.

1. Rezeki Yang Telah Dijamin

Setiap makhluk yang lahir ke bumi telah Allah tentukan takaran dan jaminan rezekinya. Hal itu sebagaimana firman Allah dalam QS. Hud ayat 6 sebagai berikut:

“Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.” (Surah Hud : 6).

Berdasarkan hal tersebut, disamping melakukan doa dan ikhtiar untuk menjemput rezeki kita juga perlu menanamkan keyakinan dalam diri bahwa Allah telah menjamin rezeki setiap hamba-Nya.

2. Rezeki Karena Usaha

Disamping memiliki ketentuan dan takaran rezekinya masing-masing, seorang manusia memiliki tujuan hidup hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Salah satu bentuk ibadah yang dapat ditempuh dalam menjemput rezeki adalah bekerja atau berusaha. Allah swt berfirman:

‎“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.” (Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Karena Bersyukur

Bersyukur adalah bentuk ketaqwaan seorang hamba kepada Allah, dengan bersyukur Allah akan menambahkan nikmat atau rezeki kepada hamba-Nya ‎“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga

Betapa pemurahnya Allah swt, yang telah melapangkan rezeki bagi siapapun, terutama bagi mereka yang bertaqwa kepada-Nya. Adapun salah satu karunia bagi orang yang bertaqwa adalah diberikan rezeki dari arah yang tak terduga, Allah swt. Berfirman:

“Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar

Allah swt. akan melapangkan rezeki-Nya kepada siapapun ia yang mendekatkan diri pada-Nya, adapun salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan memperbanyak cara istighfar, Allah swt berfirman:

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.” (Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Karena Menikah

Menikah adalah ibadah sunnah yang dianjurkan kepada siapapun yang telah mencapai usia yang matang, perlu diketahui, selain merupakan bentuk ibadah menikah juga dapat membuka pintu rezeki kita, Allah swt berfirman:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.” (Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak

Kita semua mengenal istilah banyak anak banyak rezeki, dan hal itu merupakan hal yang benar, sebab, dengan memiliki anak akan menjadi sebab datangnya rezeki kepada kita, Allah swt. Berfirman:

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” (Surah Al-Israa’ : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah

“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.” (Surah Al-Baqarah : 245).

Sahabat, demikianlah ulasan mengenai jenis rezeki dalam Al-Quran yang diberikan kepada umat manusia, setelah mengetahui jenis-jenisnya tentunya kita dapat mencari tahu tentang bagaimana cara menggunakan rezeki agar bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dalam hal ini, selain menggunakan rezeki tersebut untuk mencukupi seluruh kebutuhan kita, seluruh umat Islam dianjurkan menyisihkan sebagian dari rezekinya untuk dikeluarkan demi kepentingan orang yang membutuhkan.

Selanjutnya, ketika harta yang dimiliki seseorang telah mencapai haul dan nisab, maka ia wajib menunaikan zakat atas harta yang dimilikinya.

Sahabat, menyisihkan rezeki untuk sedekah atau zakat menjadi bagian terpenting dalam pengelolaan hart akita agar lebih berkah dan bermanfaat. Tunaikan sedekah dan zakatmu bersama kami melalui platform donasi online Indonesia Berbagi.

Leave a Reply