Janji Allah Bagi Orang yang Memanjatkan Do’a

Janji Allah Bagi Orang yang Memanjatkan Do’a

Keajaiban Do’a – Kehidupan manusia pada intinya tidak akan Pernah lepas dengan yang namanya do’a kepada Sang Pencipta yakni Allah SWT. Do’a sendiri dalam islam diistilahkan sebagai senjata bagi orang-orang yang beriman. Dengan demikian memanjatkan do’a merupakan kebutuhan sekaligus kewajiban bagi seorang muslim.

Tentunya sebagai seorang beriman kita harus tetap berdo’a dalam keadaan apapun baik dalam keadaan sulit ataupun dalam keadaan lapang. Dalam keadaan sulit kita berdo’a untuk meminta pertolongan dan kemudahan. Dalam keadaan sempit dan sulit, kita berdo’a untuk meminta pertolongan dan kemudahan. Adapun dalam keadaan lapang kita berdo’a dan memanjatkan puji syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan-Nya.

Berdo’a termasuk kedalam amalan yang bernilai ibadah. Allah akan mengabulkan do’a seorang hamba ketika ia berdo’a dengan bersungguh-sungguh dan penuh dengan keyakinan kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Allah akan mengabulkan setiap do’a seorang hamba, entah itu segera ataupun ditangguhkan. Hal itu dikarenakan untuk dikabulkannya sebuah do’a yang dipanjatkan oleh seorang hamba adalah hak Allah SWT sebagai pemiliki kehidupan.

Dengan demikian, bersabarlah jika do’a yang kita panjatkan setiap saat belum dikabulkan. Teruslah berdo’a, jangan sampai berhenti untuk menyebutkan permintaan kita di hadapan Allah SWT dan tak lupa tetap iringi dengan ikhtiar semaksimal mungkin.

Kita semua mungkin tak akan pernah mengetahui do’a mana yang akan lebih dahulu dikabulkan. Untuk itu ingat dan yakinlah Allah SWT akan menggenggam semua do’a-do’a kita dan akan mengabulkannya disaat yang tepat dan diwaktu yang kita butuhkan.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang artinya “Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan do’a dari hati yang lalai”.

Jangan Pernah Lelah Untuk Berdo’a

Sahabat, Allah akan memberikan sesuatu kepada kita sesuai dengan kadar kebutuhan kita. Adapun jika do’a kita tak kunjung terkabulkan  jangan sampai menjadi alasan bagi kita untuk merasa lelah untuk berdo’a kepada Allah SWT. Sebab, keajaiban do’a hanya akan datang kepada mereka yang tak pernah lelah untuk berdo’a.

Umar bin Khattab RA berkata ” Aku tidak takut jika do’aku tidak di kabulkan, namun yang ku takutkan adalh jika aku tidak diberikan taufik (bimbingan) untuk terus memanjatkan do’a”.

Untuk itu jangan pernah merasa pesimis akan dikabulkan atau tidaknya do’a yang kita panjatkan. Dalam hal ini, setiap mukmin harus senantiasa membangun rasa optimis dan sifat husnudzon (berbaik sangka) untuk meraih yang terbaik.

Selain tetap optimis, kitapun perlu  berintrospeksi dalam diri kita, sudahkah kita memenuhi syarat agar do’a kita dikabulkan oleh Allah SWT? atau mungkin kita terlalu banyak melakukan dosa-dosa yang secara tidak sadar menjadi penghalang bagi terkabulnya do’a-do’a kita.

Sahabat, berdo’a kepada Allah haruslah disertai dengan upaya memenuhi seluruh seruan-Nya serta menjaui seluruh larangannya. Untuk itu jangan pernah merasa lelah dalam berdo’a dan teruslah perbaiki diri kita dengan cara menjalankan amal-amal shaleh sertu beristighfar memohon ampun atas segala khilaf dan salah.