You are currently viewing 4 Keutamaan Bulan Muharam yang Penuh dengan Kemuliaan

4 Keutamaan Bulan Muharam yang Penuh dengan Kemuliaan

Rahmatanlilalamin.or.id – Bulan Muharam merupakan bulan pertama bagi umat Islam, yang mana pada tanggal 1 Muharam sering diperingati sebagai tahun baru Islam.

Sebagai awal tahun dalam kalender Islam, bulan Muharam dapat dijadikan sebagai momentum bagi umat Islam untuk mengevaluasi diri agar lebih baik lagi dalam segala hal untuk satu tahun yang akan datang.

Keutamaan Bulan Muharam

Keutamaan Bulan Muharam
Keutamaan Bulan Muharam.

Bulan Muharam termasuk bulan yang istimewa bagi umat Islam. Ada beberapa dalil yang menunjukan bahwa Allah dan rasul-Nya memulaikan bulan Muharam.

Berikut adalah beberapa keutamaan bulan Muharam beserta dalilnya yang harus kamu ketahui.

1. Termasuk Empat Bulan Haram

Bulan Muharam termasuk ke dalam bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah dan rasulnya. Sebagaimana ditegaskan firman Allah berikut ini.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36)

Adapun empat bulan haram yang dimaksud ialah bulan Dzuqadah, Dzulhijah, Muharam dan bulan Rajab. Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Bakrah radhiallahu‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Bulan haram ialah bulan yang dimuliakan, pada bulan ini umat Islam dilarang untuk melakukan pertumpahan darah atau peperangan serta menganiaya diri sendiri dengan perbuatan dosa dan maksiat.

2. Mendapat Predikat Bulan Allah (Syahrullah)

Bulan Muharam juga disebut dengan syahrullah (bulan Allah), hal ini sebagaimana terdapat dalam kutipan hadits Nabi berikut ini.

 اَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya: “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah pada bulan Allah yaitu, Muharram.” (HR. Muslim).

Berkaitan dengan hadits tersebut, Imam Nawawi mengatakan dalam kitab Syarah Shahih Muslim bahwa hadits di atas menunjukan bulan Muharam adalah bulan yang paling mulia untuk melakukan opuasa sunnah.

Selanjunta, dalam kita Syarh Suyti ‘Ala Shahih Muslim Imam As-Suyuti mengatakan, Dinamakan syahrullah – sementara bulan yang lain tidak mendapat gelar ini – karena nama bulan ini “Al-Muharram” nama nama islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dengan nama Shafar Awwal. Kemudian ketika Islam datanng, Allah ganti nama bulan ini dengan Al-Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah).

Bulan Muharam juga sering dinamakan Shahrullah Al-Asham (Bulan Allah yang Sunyi). Dinamakan demikian karena sangat terhormatnya bulan ini (Lathaif al-Ma’arif). Karena pada bulan ini tidak boleh ada sedikitpun pertumpahan darah atau konflik perang.

3. Terdapat Satu Hari yang Dimuliakan Umat Beragama

Pada bulan Muharam terdapat satu hari yang dimulaikan oleh umat beragama, hari tersebut yakni hari Asyuro yang jatuh pada tanggal 10 Muharam.

Orang Yahudi memuliakan hari ini karena hari Asyuro merupakan hari kemenangan bagi Nabi Musa AS bersama Bani Israil dari penjajahan Fir’aun beserta bala tentaranya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatlkan Imam Bukhori, Ibnu Abbas RA menceritakan:

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari)

Baca Juga : Mengenal Kembali Arti Bulan Muharam

4. Bulan yang Paling Mulia Setelah Ramadhan

Para ulama menyatakan bahwa bulan Muharam adalah bulan yang paling mulia setelah bulan Ramadhan. Hasan Al-Bashri mengatakan, “Allah membuka awal tahun dengan bulan haram (Muharram) dan menjadikan akhir tahun dengan bulan haram (Dzulhijjah). Tidak ada bulan dalam setahun, setelah bulan Ramadhan, yang lebih mulia di sisi Allah dari pada bulan Muharram. Dulu bulan ini dinamakan Syahrullah Al-Asham (bulan Allah yang sunyi), karena sangat mulianya bulan ini”. (Lathaiful Ma’arif).

Leave a Reply