You are currently viewing Makna Hijrah dalam Islam

Makna Hijrah dalam Islam

Rahmatanlilalamin.or.id – Hijrah merupakan kosa kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Kosa kata tersebut sering disangkutpautkan dengan berubahnya seseorang dari dunia gelap ke dunia yang terang benderang. Mungkin kita sering mendengar kata artis atau muslim hijrah, yang mana hal itu ditujukan kepada seseorang yang kembali ke jalan-Nya setelah sekian lama dalam jalan yang jauh dari-Nya.

Selain itu, kata Hijrah juga sering dikaitkan dengan peristiwa sejarah yakni hijrahnya Rasulullah SAW dan kaum Muslimin yang lainnya dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa tersebut menjadi salah satu dasar dijadikannya bulan Muharram sebagai awal dari perhitungan tahun Hijriah.

Lalu, apa makna Hijrah bagi umat Islam? Simak penjelasannya dalam artikel ini secara lengkap.

Pengertian dan Makna Hijrah dalam Islam

Hijrah secara bahasa memiliki arti ‘pindah’ atau ‘bergerak’ dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Namun, makna ‘berpindah’ dalam konteks hijrah memiliki perbedaan dengan kata berpindah seperti biasanya. Hijrah disini memiliki makna yang mendalam dari sisi spiritual dalam perpindahan yang dilakukan.

Berpindah disini merupakan bentuk perubahan dari seseorang yang meniatkan dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, mengubah perilaku dan mentalitasnya menjadi semangat kebaikan dan Islam.

Semangat hijrah dalam konteks ini juga dapat mengubah kepribadian seseorang yang tadinya lesu, patah hati, dan putus asa menjadi pribadi yang penuh semangat, pantang menyerah, dan lebih optimis.

Selanjutnya, Perpindahan yang dimaksud dalam konteks hijrah ini ialah perpindah menuju jalan yang lurus, jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Allah SWT Berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah: 218).

Seseorang dapat dikatakan telah hijrah jika telah memenuhi dua syarat, pertama meninggalkan hal lama yang tidak baik untuk dirinya. Kedua, ia  berjalan menuju jalan baru yang lebih baik untuknya. Adapun kedua syarat ini akan semakin sempurna jika orang tersebut memenuhi dan melakukannya secara istiqamah.

Hijrahnya Umat Muslim dari Mekkah ke Madinah

Perjalanan dakwah Islam bukanlah perjalanan yang mulus dan lurus. Ada banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi oleh Rasulullah beserta umat Islam generasi awal dalam mendakwahkan Islam kepada umat Manusia.

Diceitakan dalam sejarah, bahwa Kaum Muslimin pada saat itu hidup dalam keadaan sulit di Mekkah. Seluruh aktivitas mereka diganggu dan dibatasi oleh kaum quraisy, baik diri sisi sosial maupun ekonomi.

Kaum quraisy selalu berupaya untuk menghentikan syiar Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara. Adapun upaya-upaya tersebut merupakan kekhawatiran akan semakin besarnya Islam sehingga mampu menggeser pisisi kaum Quraisy yang berkuasa di Mekkah.

Orang-orang Islam di Mekkah pada saat itu hidup dalam keadaan tidak aman, mereka terus mengalami intimidasi dan pemboikotan dalam berbagai hal sehingga tidak merasa bebas untuk memeluk Islam. Kemudian, Rasulullah mencarikan tempat untuk kaum muslimin berpindah atau hijrah. Tempat di mana Islam dapat dipeluk dengan aman dan tentram. Tempat di mana Islam dapat membangun peradaban yang baik.

Hingga pada akhirnya, Rasulullah mendapatkan petunjuk untuk melakukan perjalanan Hijrah ke kota Madinah (Yatsrib) untuk kemudian mensyiarkan Islam lebih luas lagi. Proses perjalanan hijrah pun sangat berliku, kaum kafir quraisy dengan segenap caranya terus berupaya untuk menghentikan agenda Hijrah ke Madinah tersebut.

Namun, dengan penuh kesabaran dan rasa optimis, umat Islam terus menghadapi segala upaya yang dilakukan kaum quraisy tersebut. Hingga pada akhirnya Allah SWT menunjukan kuasa-Nya sehingga kaum Muslimin sampai ke kota Madinah.

Pelajaran Penting dari Hijrahnya Kaum Muslimin ke Madinah

Peristiwa hijrahnya kaum muslimin dari Mekkah ke Madinah mengandung banyak pelajaran penting bagi umat Islam saat ini. Mulai dari kesabaran atas segala ancaman yang datang pada dirinya hingga perasaan optimis atas keberhasilan dakwah Islam.

Hijrah yang dilakukan kaum Muslimin saat itu merupakan perjalanan yang panjang. Prosesnya pun dilakukan dengan penuh strategi dan perencanaan. Melalui peristiwa baiat aqabah dengan rentang waktu satu tahun, kemudian mengutus dua sahabat untuk berdakwah di kota Yatsrib hingga masyarakat Madinah siap untuk menerima kedatangan umat Islam yang Hijrah dari Mekkah.

Demikian juga, umat Islam yang hendak berangkat ke Madinah saling berbagi peran untuk dapat tiba di Madinah dengan selamat. Mereka juga membuat kelompok-kelompok perjalanan sedemikian rupa agar tidak memancing perhatian kamu Quraisy.

Baca Juga: 8 Makna Tahun Baru Islam yang Jatuh Pada Tanggal 1 Muharram

Ada yang mengambil peran sebagai penunjuk jalan, ada yang membawa perbekalan, dan bahkan ada juga yang berperan untuk menghapus jejak unta di barisan paling belakang. Mereka Bersatu, saling melengkapi dan melindungi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Adapun pelajaran penting dari peristiwa hijrahnya umat Islam dari Mekkah ke Madina antara lain ialah pentingnya untuk saling menolong dan saling membantu dalam tubuh umat Islam. Kemudian, bersatu untuk menciptakan peradaban yang damai, baik dan sejahtera, tidak saling menjatuhkan dan merasa paling benar sendiri, serta saling melindungi dalam berbagai kondisi.

Leave a Reply