You are currently viewing Memulai Gaya Hidup Zero Waste

Memulai Gaya Hidup Zero Waste

Memulai Gaya Hidup Zero Waste – Gaya hidup modern telah menumbuhkan perilaku konsumtif pada sebagian manusia. Dimana pada perilaku konsumtif tersebut manusia akan secara terus menerus membutuhkan dan membeli banyak barang. Di satu sisi memiliki barang sesuai keinginan dapat memberikan dampak bahagia pada diri sendiri. Akan tetapi, secara tidak sadar semakin banyak barang yang dibeli maka akan semakin banyak sampah yang dihasilkan, terlebih jika barang yang dibeli tersebut merupakan barang sekali pakai.

Sampah dari barang yang dibeli pada akhirnya akan menjadi beban bagi bumi dan seluruh penghuninya. Lebih dari itu, tumpukan sampah akan menjadi penyebab timbulnya kerusakan lingkungan ditandai dengan berbagai bencana yang merugikan semuanya.

memulai gaya Hidup Zero Waste

Patut sahabat ketahui, bahwasannya permasalahan sampah yang ada saat ini menyangkut kehidupan seluruh makhluk hidup di masa sekarang dan juga nasib generasi yang akan datang. Melihat dampak dari perilaku konsumtif yang menghasilkan banyak sampah, sudah saatnya kita segera mengubah gaya hidup kita menjadi lebih ramah lingkungan dan minim sampah (Zero Waste Lifestyile).

Gaya hidup zero waste atau minim sampah merupakan gaya hidup yang senantiasa menjunjung tinggi sikap sederhana dan tidak berlebihan. Membeli dan mengkonsumsi segala hal sesuai dengan porsi kebutuhan serta menghindari penggunaan plastik khususnya plastik sekali pakai. Selain itu, gaya hidup zero waste juga pada praktiknya terdiri dari memilah sampah dan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan lagi.

Gaya hidup ini pada dasarnya merupakan bentuk pemnyadaran yang muncul dari individu-individu akan pentingnya merawat alam yang menjadi tempat hidup sehari-hari. Tak hanya mengkampanyekan penyelamatan alam dari bahayanya sampah bagi bumi dan seisinya, kampanye ini juga memiliki nilai surplus yakni memanfaatkan atau menggunakan kembali sampah yang masih dimanfaatkan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi yang lainnya.

Untuk menerapkan gaya hidup zero waste, Johnson dalam bukunya yang berjudul zero waste home merumuskan prinsip 5R yang terdiri dari Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot. Berikut adalah penjelasan mengenai 5 R dalam gaya hidup zero waste.

Refuse (menolak)

Menolak menjadi salah satu prinsip dari gaya hidup zero waste. Baik itu menolak menggunakan plastik sekali pakai ataupun menolak membeli/menerima barang yang tida kita butuhkan. Menolak barang mewah dan gratis merupakan sesuatu yang sangat luar biasa dalam gaya hidup zero waste.

Selanjutnya, menolak disini juga berarti mencegah sampah itu ada sebelum digunakan. Artinya kita harus berupaya mencari alternatif barang  atau kemasan pengganti dari plastik sekali pakai. Misalnya saat belanja kita menolak menggunakan plastik sekali pakai dan menggantinya dengan membawa kantong belanja sendiri atau saat beli minuman kita menolak gelas dan sedotan sekali pakai dan menggantinya dengan bawa tempat minum dan sedotan sendiri.

Reduce (Mengurangi)

Setelah menolak, maka yang harus kita lakukan adalah mengurangi, baik mengurangi barang sekali pakai ataupun mengurangi pembelian/konsumsi barang yang tidak diperlukan. Mengurangi disini ialah mengurangi barang sekali pakai ataupun barang yang tidak bisa dikomposkan. Dalam hal ini, saat membeli barang kita dapat mempertimbangkan seberapa lama barang tersebut bisa awet. Kita juga dapat mengurangi barang kemasan sekali pakai seperti minyak goreng, sabun, dll dengan cara berbelanja di pasar serta dengan membawa kantong belanja, botol, toples atau wadah belanjaan dari rumah.

Reuse (menggunakan kembali)

Menggunakan kembali barang yang telah dipakai dapat menjadi opsi agar sampah kita tidak cepat berakhir di TPA. Dalam hal ini kita dapat mempraktekannya dari hal yang terkecil seperti menggunakan kembali botol air mineral sebagai tempat minyak goreng, menggunakan pakaian tak layak pakai sebagai kesed.

Memulai Gaya Hidup Zero Waste

Recycle (mendaur ulang)

Selain menggunakan kembali barang yang telah dipakai, daur ulang juga dapat dilakukan agar sampah kita tidak cepat berakhir di TPA. Daur ulang biasanya dilakukan per orang ataupun kelompok dengan cara mengubah bentuk dan fungsi dari suatu barang. Misalna kantong plastik yang didaur ulang menjadi dompet, sendal, karpet ataupun yang lainnya. Jika daur ulang dilakukan oleh pabrik atau perusahaan biasanya merubah barang bekas menjadi produk baru yang kualitasnya lebih rendah.

Rot (membusukan)

Proses rot atau membusukan pada umumnya hanya bisa dilakukan pada sampah organik seperti halnya sayuran dan buah-buahan. Membusukan sampah organiik menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai bahan pupuk menjadi solusi agar tidak terjadinya penumpukan sampah makanan di TPA. Perlu kita ketahui, tumpukan sampah makanan sangat berbahaya dan memiliki potensi terjadinya ledakan besar.

Baca Juga : Gerakan 1000 Tumblr Rahmatan Pandu Kemanusiaan

Setelah mengetahui prinsip dari gaya hidup zero waste yang dikemukanan oleh johnson diatas, selanjutnya kita bisa memulai gaya hidup tersebut dari hal yang terkecil terlebih dahulu seperti halnya menolak pemberian barang yang tidak dibutuhkan ataupun mengurangi belanja yang tidak diperlukan.

Sebuah kebiasaan besar pada awalnya dimulai dengan kebiasaan-kebiasaan kecil yang sederhana dan bermakna. Meskipun mungkin terasa berat bagi sebagian orang, gaya hidup zero waste bisa dilakukan oleh siapapun dengan cara memulainya dari hal-hal kecil terlebih dahulu.

Leave a Reply