Menginfakan Harta Terbaik, Kisah Inspiratif Abu Dahda

Menginfakan Harta Terbaik, Kisah Inspiratif Abu Dahda

Sahabat, kita semua mengetahui bahwasannya setiap harta yang kita miliki merupakan titipan dari Allah swt., selain itu, harta yang kita miliki juga kelak akan dimintai pertanggung jawaban, digunakan untuk apa, entah kebaikan atau keburukan. Dengan demikian kita harus memanfaatkan harta yang kita miliki tersebut untuk kebaikan seperti halnya infaq, shadaqah dan belanja-belanja yang bermanfaat.

Infaq merupakan salah satu cara mengeluarkan harta yang bisa menjadi jalan untuk meraih keridhaan-Nya. dengan demikian sudah sepatutnya kita melihat manfaat dari berinfak di jalan Allah. Berikut adalah salah kisah inspiratif yang bisa jadi pelajaran bagi kita semua yakni kisah sahabat Abu Dahda ra. berikut.

Diriwayatkan dari Tsabit bin al-Bunani dari Anas mengisahkan bahwa dahulu ada dua orang bertetangga yang terlibat sengketa karena memperebutkan sebatang pohon kurma. Salah satunya ingin memagar tanah, namun terhalang sebatang pohon kurma miliki tetngganya yang tumbuh melewati pekarangannya. Persengketaan itupun sampai ke hadapan rasulullah saw.

Rasulullah membujuk sipemiliki pohon kurma “Berikanlah batang kurma itu kepada saudaramu (agar ia bisa memagar tanahnya), engkau akan mendapatkan ganti sebuah kebun kurma di surga”. akan tetapi sang pemiliki tetap tidak mau.

Ditengah perselisihan tersebut, tiba-tiba datang seorang sahabat rasul yang bernama Abu Dahda dan menghampiri rasulullah saw dan berkata ” Benarkah demikian (apa yang baru engkau sabdakan itu), wahai rasulullah?” ujar Abu Dahda. Kemudian rasulullahpun mengiyakan.

Dengan wajah yang semringah, Abu Dahda Langsung berkata kepada kedua orang yang bersengketa tersebut “Jualah sebatang pohob kurma milikmu itu kepadaku. Aku akan beli dengan seisi kebunku”. Ujar Abu Dahda kjepada si pemilik pohon kurma tersebut.

Sang pemiliki pohon kurma terkejut, Siapa yang tidak kenal dengan kebun kurma yang dimiliki oleh Abu dahda. Didalam kebun tersebut setidaknya ada 600 pohon kurma. Tidak hanya pohon kurma, dalam kebun yang dimiliki Abu Dahda Tersebut ada juga sumur, vila dan taman-taman yang indah. Benarkah Abu Dahdah rela menjualnya hanya untuk mendapatkan satu batang pohon kurma yang menjadi bahan pertikaian dua orang yang bertetanggaan? Setengah tak percaya, sipemilik batang pohon kurma tersebut mengangguk.

Kemudian Abu Dahdah Bertutur kepada RAsulullah ” Wahai rasulullah, aku telah membeli pohon kurma itu, aku bayar dengan kebunku. dan sekarang pohon kurma itu aku berikan kepadamu”.

Rasulpun terkesima dengan apa yang diperbuat oleh Abu Dahda. ” Alangkah banyaknya tandan kurma yang harum baunya milik Abu Dahdah di surga kelak,” sabda nabi.

Abu Dahdahpun  menemui istrinya. Kemudian ia menceritakan apa yang baru saja dilakukannya. Iapun mengajak istri beserta anak-anaknya untuk keluar dari kebun kurma yang baru saja ia jual itu. Dengan wajah berseri-seri, istrinya puyn setuju tentang apa yang diperbuat suaminya. ” Alangkah beruntungnya jual belimu, suamiku,” ujar Ummu Dahdah. Demikian seperti dikisahkan dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/300 nomor 763.

Kisah inilah yang menjadi latar belakang turunnya ayat Al-Quran surah al-Baqarah ayat 245,  “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”.

Sahabat, Demikianlah Allah swt. membalas kebaikan orang-orang yang senantiasa menginfakan harta mereka untuk kebermanfaatan bersama. Allah juga membahasakan infak dan sedekah dengan istilah pinjaman. Sehingga mereka yang bersedekah berarti meminjamkan sesuatu kepada Allah. Kemudian, di akhirat kelak, pinjaman tersebut di bayar dengan kenikmatan Surga. Tentunya Allah swt. tidak akan ingkar kepada hamba-Nya yang telah mengeluarkan infaq dengan ikhlas.

keyakinan yang dipegang oleh Abu Dahda dan istrinya. Tanpa keyakinan yang penuh terhadap janji Allah, tentu tidak ada orang yang mauy menginfakan sebuah kebun yang sangat luas dan indah seperti itu. Sebagai seorang muslim, keyakinan seperti itulah yang sudah selayaknya kita pegang.

Yuk sedekah dan infak dengan harta terbaikmu bersama kami di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur. Sahabat bisa berdonasi secara langsung ke rekening kami atau juga bisa datang ke kantor kami yang beralamat di Jl. H. Naman No.60, RT.12/RW.3, Pd. Klp., Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13450.