You are currently viewing Empat Tips Menjaga Keikhlasan dalam Beramal

Empat Tips Menjaga Keikhlasan dalam Beramal

Menjaga keikhlasan dalam beramal – Sahabat, beramal dengan sebaik-baiknya merupakan inti dari keberedaan manusia di muka bumi ini. Tanpa melakukan amal baik, manusia kehilangan fungsi dan peran utamanya untuk menjadi khalifah di bumi ini. Akan tetapi, dalam implementasinya beramal baik saja tak cukup, perlu adanya niat yang tulus dan ikhlas hanya karena Allah semata. Hal itu dikarenakan Allah akan menyeleksi sebuah amal baik untuk diterima atau tidak berdasarkan niat dan keikhlasannya.

Keikhlasan dalam beramal merupakan perbuatan yang teramat penting dan akan menjadikan amal itu lebih bermakna. Sebaliknya, amal baik yang tidak didasari dengan keikhlasan hanya akan menghasilkan kesia-siaan belaka. Lebih dari itu, amal yang tidak didasari dengan keikhlasan dapat mendatangkan azab dari-Nya.

Menjaga keikhlasan dalam beramal
Beramal dengan sebaik-baiknya merupakan inti dari keberedaan manusia di muka bumi ini.

Setiap amal baik yang dikerjakan tergantung pada niatnya, jika seseorang beramal dengan niat tulus dan ikhlas karena Allah semata maka ia akan meraih keutamaan dan keberkahan dari-Nya. Sebaliknya, jika seseorang beramal karena sesuatu atau orang yang berada disekitarnya maka amal baiknya tersebut tidak memiliki nilai apapun dan dianggap perbuatan yang sia-sia.

Berbicara tentang keikhlasan dalam beramal, Imam Al-Ghazali menuturkan sebuah nasihat yang memiliki banyak makna dan hikmah berikut ini “Setiap manusia binasa kecuali orang yang berilmu. Orang yang berilmu akan binasa kecuali orang yang beramal dengan ilmunya, orang yang beramal juga binasa kecuali orang yang ikhlasa dalam amalnya, Namun, orang yang ikhlas juga tetap harus waspada dan berhati-hati dalam beramal.”

Menjaga keikhlasan dalam beramal merupakan hal yang teramat penting agar setiap amal yang kita kerjakan bermakna dan berbuah pahala. Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan agar dapat menjaga keikhlasan dalam beramal.

1. Perbanyak doa

Lawan dari amal yang ikhlas ialah riya yang termasuk ke dalam perbuatan syirik. Dalam hal ini Rasulullah mengajarkan pada umatnya untuk memperbanyak doa agar dapat terhindar dari segala bentuk kesyirikan. Berikut adalah doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah, “Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan aku pun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (HR Ahmad).

Menjaga Keikhlasan dalam beramal
Menyembunyikan amal kebaikan.

2. Menyembunyikan amal kebaikan

Menyembunyikan amal kebaikan dapat mendorong seseorang untuk beramal dengan ikhlas. Hal itu dikarenakan amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui oleh orang lain dapat diharapkan  keikhlasannya karena tidak ada yang mendorong orang tersebut untuk melakukan amalnya kecuali hanya Allah semata.

3. Memandang rendah amal kebaikan

Pada dasarnya, hanyalah Allahlah yang berhak menerima menilai amal perbuatan yang dilakukan oleh seseorang, apakah amal tersebut diterima atau sebaliknya ditolak. Untuk itu, hindarilah berbangga-bangga ketika melakukan amal kebaikan karena sebagian orang yang masuk neraka karena amal baik yang dikerjakannya.

Adapun yang menjadi penyebab orang yang beramal baik tersebut masuk ke neraka adalah orang yang senantiasa membangga-banggakan amalnya.

Baca Juga : Makna dan Arti Ikhlas yang Sebenarnya

4. Merasa takut tidak diterimanya Amal

Merasa takut tidak diterimanya amal yang telah dikerjakan dapat menjadi salah satu motivasi bagi diri untuk tetap menjaga niat dan keikhlasan dalam beramal. Selanjutnya, perasaan takut tidak diterimanya amal juga dapat menjadikan seseorang senantiasa memperbaiki amal perbuatannya baik dengan cara meluruskan niat ataupun menghindari perbuatan riya.

Allah SWT  berfirman: “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS al-Mu’minun [23]: 60).

Menurut imam Ibnu Katsir, ayat ini menjelaskan tentang sifat-sifat orang mukmin yang senang memberi namun takut akan tidak diterimanya amal perbuata mereka tersebut.

Sahabat, ikhlas menjadi salah satu syarat diterimanya amal. Semoga empat tips diatas menjadi motivasi untuk semuanya untuk terus menjaga keikhlasan dalam beramal aamiin.

Leave a Reply