You are currently viewing Raih Kebahagianmu dengan Menanam Kebaikan

Raih Kebahagianmu dengan Menanam Kebaikan

Meraih Kebahagiaan – Kebahagian merupakan perkara yang paling dicari dan bahkan dikejar oleh seluruh insan setiap saat. Tentu beragam cara mereka lakukan agar dapat meraih kebahagiaan yang menjadi impiannya.

Sahabat, tahukah kamu bahwasannya kebahagiaan yang kita semua impikan itu ibarat kupu-kupu? Meraih kebahagiaan sama halnya dengan kita harus menangkap kupu-kupu. Lantas, apa yang bisa kita lakukan saat hendak menangkap kupu-kupu?

Pepatah mengatakan, “Jika mau menangkap kupu-kupu jangan dikejar, sebab akan sulit untuk mendapatkannya. Semakin dikejar akan semakin jauh terbang, alih-alih menangkapnya yang terhadi malah kita akan kelelahan”.

Meraih Kebahagiaan
Kebahagiaan akan hadir dan tumbuh pada kehidupan yang baik. (Foto: Umroh.com)

Cara mudah untuk menangkap kupu-kupu ialah dengan menanam beragam pohon. Saat pohon tersebut telah berbunga, maka dengan sendirinya kupu-kupu akan datang sehingga dengan mudah bisa kamu tangkap. Tak hanya kupu-kupu, kumbang dan lebahpun bahkan turut singgah di bunga yang indah pada tanaman yang sebelumnya kamu tanam.

Begitu juga dengan kebahagiaan, semakin ia dikejar maka kebahagian akan semakin jauh dan sangat sulit untuk didapat. Dengan demikian, seperti halnya menangkap kupu-kupu dengan cara menanam pohon, untuk meraih kebahagiaan juga kita harus menanam ragam benih-benih kebaikan.

Hal itu tak lain karena kebahagiaan sendiri akan hadir dan tumbuh pada kehidupan yang baik. Dan cara yang kita lakukan ialah dengan menanam dan mengerjakan berbagai kebaikan yang bermanfaat pada diri sendiri ataupun orang sekitar.

Dalam Al-Quran disebutkan setidaknya ada dua perkara yang mengundang kehidupan yang baik yakni iman dan amal shaleh. Iman dan amal shaleh merupakan dua hal yang sangat erat kaitannya. Saat iman tertanam dalam hati seseorang, maka iman tersebut akan melahirkan amal shaleh, saat kedua hal tersebut ada dalam diri seseorang maka kebahagiaan akan hadir dalam dirinya. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 97 yang artinya:

“Barangsiapa mengerjakan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan iman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.

Iman yang tertanam dan tumbuh dalam hati seseorang juga dapat membangun cara pandang seseorang terhadap dunia. Dalam hal ini iman akan mendorong seseorang untuk senantiasa melihat segala hal dari sisi positif sehingga apapun yang menimpa dirinya baik atau buruk ia akan memahaminya sebagai perkara yang mengandung kebaikan.

Iman yang tertanam dan tumbuh akan menjadikan seseorang sabar disaat mendapat kesulitan dan mengucap syukur saat mendapat kelapangan. Dua hal ini juga yang menjadikan seseorang berada dalam kebahagiaan dan kebaikan.

Disaat iman telah menjadikan seseorang percaya bahwa segala hal yang saat ini berada dalam kepemilikannya hanya miliki dan titipan dari Allah. Maka tidak ada satupun yang dapat menahan dirinya untuk mengeluarkan apa yang dimilikinya tersebut disaat Allah memerintahkannya.

Baca Juga : Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Tubuh

Disini dapat dipahami bahwa iman yang telah tertanam dan tumbuh dalam hat dapat melahirkan amal shaleh yakni sifat dermawan. Sifat dermawan disini merupakan sifat yang mulia dan dapat membebaskan hati seseorang dari sifat kikir dan serakah, yang mana bebas dari kikir dan serakah merupakan sumber kebahagiaan bagi seorang mukmin.

Sahabat, iman dan amal shaleh merupakan dua kebajikan yang memudahkan seseorang untuk meraih kebahagiaan, tak hanya di dunia saja melainkan juga di akhirat kelak. Saat keduanya telah tertanam dalam hati dan membuahkan ragam amal shale, maka saat itulah seseorang berhak meraih kebahagiaan yang hakiki.

Bagikan Artikel Ini

Leave a Reply