Meraih Surga Yang Penuh Kedamaian

Meraih Surga Yang Penuh Kedamaian

Surga, itulah yang menjadi tujuan dan harapan yang tertanam dalam diri setip insan yang beriman. Harapan meraih surga itulah yang menjadi pemacu semangat generasi awal umat islam dalam bergerak membela serta mendakwahkan agama Allah, sehingga sampai saat ini kita semua bisa merasakan apa itu nikmat iman dan nikmat islam.

Dengan surge, Rasullah saat itu membangkitkan ruh juang pasukannya ketika Perang Badr. “Majulah kalian menuju surge yang luasnya seluas langit dan bumi!”. (HR. Muslim). Dalam hal ini rasulullah tidak menjanjikan apapun kedudukan atau harta untuk membangkitkan semangat perjuangan pasukannya, melainkan yang beliau janjikan yaitu surge yang kekal dan abadi.

Dengan penyemangat yang dijanjikan oleh nabi saw, pasukan umat muslim seolah-olah telah melihat surga terpampang didepan mata sehingga kehidupan dunia menjadi tidak berarti di mata mereka. Saat itu, ada seorang pejuang islam yang sedang memakan kurma dan langsung melemparkan sisa kurma yang masih tersisa ditangannya lalu kemudian berperang hingga terbunuh. Seorang pejuang tersebut menganggap terlalu alam untuk masuk surge jika harus menghabiskan kurma yang ada ditangannya.

Untuk Kita Renungkan

Seorang Muslim pasti meyakini dalam diirnya bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, ia meyakini bahwa perjalanan yang akan ditempuh sangatlah jauh dan panjang, sebab setelah kehidupan dunia semuanya akan menghadapi dua fase kehidupan yaitu alam barzakh (Alam Kubur) dan Alam Akhirat yang kekal dan abadi.

Setidaknya seorang muslim membiasakan diri untuk membaca ayat-ayat Al-Quran dan hadits nabi saw yang menerangkan tentang gambaran keindahan serta kenikmatan surge. Niscaya ia akan selalu berharap untuk mendapatkannya. Tentu masuk surge merupakan harapan yang mulia dan keinginan untuknya insyaallah akan menjadi kenyataan dengan izin Allah swt dan usaha yang ditempuh.

Untuk menggapai sesuatu yang  mulia memang bukanlah hal yang mudah dan bisa disepelekan, didalamnya memerlukan usaha yang maksimal dan usaha tanpa henti sehingga apa yang ingin digapai benar-benar terwujud dengan izin Allah swt. dalam hal ini rasulullah saw bersaba : “Aku tidaklah melihat layaknya neraka, orang yang lari darinya malah tidur. Aku juga tidak melihat seperti surga, orang yang mencarinya malah tidur.” (HR. at-Tirmidzi, dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah, no. 953)

Selanjutnya Allah Swt, berfirman dalam QS. Ash-Shaffat ayat 61 yang artinya“Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.” (ash-Shaffat: 61)

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan hadits dari Abu Ayyub radhiallahu anhu, ia berkata, “Seorang lelaki mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan berkata, ‘Tunjukilah aku suatu amalan yang akan aku amalkan, yang dengannya aku akan didekatkan kepada surga dan dijauhkan dari api neraka!’

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,‘Engkau menyembah Allah subhanahu wa ta’ala, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, dan menyambung silaturahmi.’ Tatkala orang itu pergi, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Jika orang itu berpegang teguh dengan apa yang diperintahkan, niscaya ia akan masuk surga’.” (HR. Muslim, “Kitabul Iman”, no. 4)

Sahabat, Lihatlah surga yang tidak akan pernah bisa diraih kecuali dengan usaha yang maksimalal, mengikhlaskan segala peribadahan hanya untuk Dzat yang menciptakan seluruh alam serta mengerjakan setiap mengamalkan segala perintah-Nya.

Lihatlah generasi awal yang isi dari kesibukan diri dan pikirannya adalah upaya meraih surga yang telah dijanjikan Allah serta menjauhi segala hal yang bisa mendatangkan azab-Nya. Saat itu mereka selalu datang kepada rasulullah untuk meminta bimbingan tentang jalan yang akan mengantarkan dirinya menuju surga yang telah dijanjikan.

Adapun untuk generasi kita saat ini, kita bisa datang ke taman-taman surge seperti mejelis-majelis yang berisi tentang kajian keislaman, sehingga mendapatkan petunjuk tentang bagaimana kita bisa mendapatkan surga yang kita cita-citakan. Selain itu, baiknya kita menjauhkan diri dari seala pikiran atau usaha untuk kemakmuran dunia semata.

Akhlak yang Mengantarkan Seseorang Menuju Surga

Semuanya mengetahui dan memahami bahwa jalan yang bisa menyampaikan seseorang kepada surga setelah rahmat Allah swt adalah menaati Allah dan Rasul-Nya. Dimana keta’atan tersebut ialah dengan mempercayai segala berita yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan yang ada didalamnya.

Dalam hal ini Allah swt berfirman“Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.” (an-Nisa 13)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,“Seluruh umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan.” Mereka (para sahabat) berkata, “Siapakah yang enggan, wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Barang siapa menaatiku, ia akan masuk surga. Barang siapa bermaksiat kepadaku (menentangku), sungguh ia telah enggan (masuk surga).” (HR. al-Bukhari, dari sahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu).

Sahabat, diantara banyaknya amalan yang dapat mengantarkan seseorang menuju surganya Allah adalah menuntut ilmu yang bermanfaat yaitu dengan cara mempelajari Al-Qur’an dan hadits-hadits nabi saw, kemudian mengamalkan apa yang terkandung didalamnya pada setiap detik kehidupan kita.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya, dengan itu (menuntut ilmu), jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Adapun diantara akhlak mulia yang bisa mengantarkan seseorang menuju surga-Nya Allah swt yaitu Menyambung silaturahmi, menebar salam, jujur dalam perbuatan dan ucapan, berbuat baik kepada orang lain dengan cara bersedekah kepadanya baik dalam keadaan sempit maupun dalam keadaan luang, memaafkan kesalahan orang lain serta mengendalikan diri ketika marah, berbakti kepada orang tua, mengasuh dan menyantuni anak yatim, menyingkirkan gangguan dari jalan, menghindari debat, mengekang hawa nafsu dan tentunya memohon surga kepada Allah swt.