Peristiwa Muharram, Dari Nabi Adam Sampai Terbunuhnya Husain

Peristiwa Muharram, Dari Nabi Adam Sampai Terbunuhnya Husain

Sebagai bulan pertama di tahun Hijriah, Muharram memiliki berbagai makna dan peristiwa. Bulan yang didalamnya dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah itu, nyatanya memiliki banyak riwayat dan kisah penting dalam perjalanan para nabi dalam mendakwahkan islam di muka bumi ini.

Setiap peristiwa yang dialami para nabi dalam mengemban misi kenabiannya tentu terdapat banyak ibrah atau pelajaran yang bisa kita ambil, dimana dengan mempelajari hikmahnya tersebut kita bisa melakukan perbaikan diri agar lebih baik dari hari,bulan dan tahun kemarin.

Peristiwa pertama yang tercatat di bulan Muharram adalah bertobatnya Nabi Adam AS kepada Allah swt atas dosa-dosanya setelah diturunkan ke muka Bumi. Jauh setelahnya pada bulan yang sama terjadi juga peristiwa pada zaman Nabi Nuh AS, dimana pada saat itu Kapal Nabi Nuh AS mampu berlabuh di Bukit Zuhdi dengan selamat.

Selanjutnya, Kisah kebalnya Nabi Ibrahim AS dari sikas raja Namrud juga terjadi pada bulan Muharram. Pada saat Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup, Allah swt. memberinya mukjizat dan terbebas dari panasnya kobaran api yang membakarnya. Dikisahkan, pada saat itu Allah swt. mengirimkan bantuan kepada Nabi Ibrahim berupa semut guna memadamkan api yang mulai membakar Nabi Ibrahim.

Banyak sekali kisah para nabi, kali ini datang dari zaman Nabi Yusuf AS yang bebas dari penjara karena fitnah yang didapatnya. Bahkan, Nabi Yunus juga mendapat mukijazat serupa dibulan Muharram, ia berhasil keluar dari perut ikan Hiu. Nabi Ayyub AS, juga mendapat kesembuan dari penyakit yang ia derita selama bertahun-tahun di bulan Muharram.

KIta semua tentunya pasti mengenal peristiwa yang terjadi pada zaman Nabi Musa AS beserta kaumnya yakni Bani Israil yang diberi keselamatan dari kekejaman raja Fir’aun, dimana peristiwa tersebut terjadi di bulan Muharram. Bahkan, dalam kejadian tersebut, sanga Nabi diberi mukjizat oleh Allah dengan membelah laut merah untuk menyelamatkan umatnya dari kejaran Fir’aun.

Sementara di Zaman Nabi Muhammad SAW sendiri, bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat penting dalam sejarah perjalanan dakwahislam. Pasalnya, pada bulan tersebut Nabi SAW. melakukan hijrahnya dari Mekkah ke Madinah pada tahun 633 Masehi yang lalu.

Dimana peristiwa hijrah tersebut memberikan dampak yang sangat besar dalam perjalanan islam serta membawa kebaikan dan berkah yang sangat luas terhadap kemanusiaan hingga masa kini.

Dalam hijrah itu juga terdapat banyak manfaat seperti, mampu menyelamatkan manusai dari perpecahan dan kebingungan atas intimidasi yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy saat itu. Bahkan,  hijarah yang dilakuakn oleh Rasulullah saw dan kaum muslimin 14 abad silam itu, menjadi pondasi awal terbentuknya pemerintahan yang dibangun atas kepemimpinan islam. Peristiwa Hijrah juga merupakan cikal bakal dibentuknya system penanggalan islam.

Namun sayang, masih dibulan yang sama yakni bulan Muharram, tepatnya pada 10 Muharram 61 H, ada peristiwa yang sangat memilukan dalam perjalanan sejarah islam, terutama bagi keluarga Nabi Muhammad saw.

Pada waktu itu, cucu rasulullah saw Husain ra. terbunuh disebuah tempat yang bernama Karbala. Pembunuhan saat itu dilakukan oleh sekelompok pendukung khalifah yang berkuasa pada saat itu, yakni Yazid bin Mu’awiyah. Walaupun, khalifah sendiri tidak menyukai dan mengkhendaki kejadian itu.

Dari peristiwa ini kita bisa mengambil hikmah yang sangat berharga, yakni sebagai seorang muslim kita harus mengedepankan nilai-nilai persatuan islam dalam sendi-sendi kehidupan, terlebih pada bulan yang dimuliakan ini, kita dilarang untuk melakukan peperangan atau pertumpahan darah termasuk berbuat dzhalim kepada diri sendiri serta orang lain.

Diatas merupakan peristiwa-peristiwa dibulan Muharram, semoga menjadi jalan bagi semuanya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, sebab Allah swt, akan senantiasa memberikan ampunan, pertolongan serta beribu kemudahan bagi seorang hamba yang senantiasa mendekatkan diri pada-Nya.