You are currently viewing Yuk Amalkan Tiga Puasa Sunnah Ini di Bulan Muharram

Yuk Amalkan Tiga Puasa Sunnah Ini di Bulan Muharram

Rahmatanlilalamin.or.id – Bulan Muharram termasuk ke dalam empat bulan haram yang keberadaannya dimulaikan, Allah Ta’ala berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 36 yang artinya sebagai berikut.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu” (QS. At-Taubah : 36)

Salah satu ibadah sunnah yang dapat dilakukan oleh seorang Muslim ialah puasa di bulan Muharram, yang mana dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa puasa di bulan Muharam adalah puasa yang paling afdhal setelah puasa bulan di bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharram”. (HR. Muslim: 1982)

Dengan demikian, seorang Muslim dianjurkan untuk mempebanyak ibadah puasa sunnah pada bulan Muharram.

Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Puasa Sunnah Bulan Muharram

Berikut adalah beberapa puasa sunnah di bulan Muharram yang dapat kamu amalkan pada salah satu bulan haram tersebut.

1. Puasa Asyuro

Puasa ‘Asyuro yang dilaksanakan pada hari kesepuluh di bulan Muharam menjadi salah satu puasa sunnah yang sangat ditekankan pada bulan Muharam.

Abu Qotadah Al Anshoriy berkata, “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Kemudian beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162).

Namun, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada hari sebelumnya yakni pada hari kesembilan di bulan Muharram (Tasu’ah). Hal itu dilakukan guna menyelisihi puasa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang juga melaksanakan puasa pada hari Asyuro.

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas RA, bahwasanya dia berkata, “ketika SAW ketika berpuasa di hari Asyura dan memerintahkan manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata,

‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Apabila tahun depan -insya Allah- kita akan berpuasa dengan tanggal 9 (Muharram).’

Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal.” (HR. Muslim)

Berkaiatan dengan hal ini, Imam Syafi’i dan para ulama Syafi’iyyah, Imam Ahamd, Ishaq dan yang lainnya mengatakan bahwa umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh pada bulan Muharram. Hal itu dikarenakan Nabi SAW berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat untuk berpuasa juga pada hari kesembilan.

Kemudian, sebagian ulama juga ada yang mengatakan bahwa disunnahkan juga berpuasa hari setelahnya yakni pada hari kesebelas bulan Muharram. Hal demikian didasarkan pada dalil yang terdapat dalam hadits Ibnu Abbas RA sebagai berikut.

“Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi. Berpuasalah sebelumnya atau berpuasalah setelahnya satu hari.” (HR. Ahmad no. 2153, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 8189 dan yang lainnya).

Mengenai hadits diatas, Syaikh Syu’aib dan Syaikh Albani menghukumi hadits ini dengan derajat hadits yang lemah.

Berkaitan dengan puasa pada hari Asyura dan Puasa pada sehari sebelum dan sesudahnya, para ulama ahli fiqih terdapat beberapa tingkatan orang yang berpuasa pada hari ‘Asyura ini sebagai berikut.

– Tingkatan pertama ialah berpuasa pada tanggal 9,10 dan 11 Muharram.

– Selanjutnya, tingkatan kedua ialah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

– Kemudian yang berada dalam tingkatan ketiga ialah orang yang berpuasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram.

– Dan tingkatan keempat ialah orang yang berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

2. Puasa Senin dan Kamis

Puasa Senin dan Kamis dapat menjadi salah satu puasa sunnah yang kamu maksimalkan pada bulan Muharram. Tentunya hal itu dilakukan dalam rangka memperbanyak puasa dan amal shaleh pada bulan Muharram.

Disebutkan bahwa setiap amal shaleh yang dilakukan pada bulan haram termasuk bulan Muharram, insyaallah akan dibalas dengan pahala yang besar.

Baca Juga: Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Dikerjakan Seorang Muslim

3. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa pertengahan bulan atau disebut puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada 13, 14, 15 pada bulan-bulan Islam atau bulan komariyah.

Melaksanakan ibadah puasa pertengahan bulan di bulan Muharram ini juga dapat kamu laksanakan dalam rangka memperbanyak puasa sunnah di bulan Muharram.


Hiasi hari-harimu dengan sedekah untuk manfaat tiada henti. Klik tombol di bawah ini untuk menunaikan sedekah terbaikmu.

Leave a Reply