Sedekah Terbaik, Kisah Abu Bakar dan Umar bin Khattab

Sedekah Terbaik, Kisah Abu Bakar dan Umar bin Khattab

Sedekah Terbaik – Sedekah merupakan amalan yang telah dicontohkan oleh Nabi beserta para sahabat pada masanya. Sedekah menjadi salah satu amalan orang-orang shaleh, barang siapa yang mengerjakannya maka ia akan mendapatkan limpahan pahala dari sisi-Nya. Bagi penerima manfaatnya, sedekahpun memiliki manfaat tersendiri salah satunya mengangkat golongan lemah dari berbagai kesulitan.

Para sahabat Nabi pada masanya kerap menunaikan sedekah dan menginfakkan harta terbaik yang mereka miliki di jalan Allah.  Mereka sangat ringan tangan dalam menuaniakn sedekah, bahkan bagi mereka harta seolah-olah tak memiliki arti.  Sebanyak apapun yang dibutuhkan untuk Islam dan kaum muslimin merekla akan memberikannya sesuai dengan apa yang mereka miliki. Bersamaan dengan hal itu, kualitas keikhlasan sedekah para sahabat tak tertandingi.

Banyak kisah yang menceritakan tentang bagaimana semangat dan keikhlasan para sahabat dalam menunaikan sedekahnya. Ada yang menginfakkan seluruh setengah dan bahkan seluruh dari harta yang dimilikinya, ada yang membebaskan budak, ada yang menginfakkan harta atau kebun yang sangat dicintainya dan lain sebagainya.

Sedekahkpun menjadi salah satu jalan untuk berlomba-lomba dalam menjalankan kebaikan disisi-Nya. Abu Bakar dan Umar bin Khattab ra. merupakan dua sahabat nabi yang memiliki semangat untuk berlomba-lomba dalam menunaikan kebaikan termasuk didalamnya menunaikan sedekah terbaik.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khattab RA berkata, ” Suatu ketika, Rasulullah menyuruh kami berinfak di jalan Allah. Kebetulan ketika itu ada sedikit harta pada saya, maka saya berkata di dalam hati, ‘ Saat ini aku memiliki harta. Jika suatu saat aku dapat melebihi Abu Bakar, maka inilah saatnya.’ Akupun pulang ke rumah dengan gembira. Lalu saya membagi dua seluruh harta yang ada di rumah. Setengahnya untuk keluarga dan setengahnya lagi saya serahkan kepada Rasulullah SAW.”

Rasulullah SAW berkata , ” Wahai Umar, adakah yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?” Saya menjawab “Ada yaa Rasulullah.”

Nabi bertanya lagi, “Apa yang kamu tinggalkan?” Saya menjawab, “Saya tinggalkan untuk mereka setengah dari harta saya.”

Setelah itu datanglah Abu Bakar ra, dengan membawa seluruh hartanya. Rasulullah saw. bertanya kepadanya, “Wahai Abu Bakar, apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?”

“Aku tinggalkan untuk mereka, Allah dan Rasul-Nya.” Jawab Abu Bakar.

Melihat hal tersebut, Umar berkata, “Saya tidak akan pernah dapat mengalahkan Abu Bakar.”

Kisah diatas terjadi pada saat menjelang perang Tabuk. Dalam kisah tersebut, salah satu hikmah yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ialah semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan di jalan Allah. Adapun berlomba-lomba dalam amal shaleh dan kebaikan sangat baik dan disukai.

Semangat para sahabat nabi dalam berlomba-lomba dalam menunaikan kebaikan sudah seharusnya kita tiru dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada suatu saat, Nabi memberi anjuran kepada para sahabat untuk bersedekah secara khusus. Dan para sahabat dengan kemampuannya masing-masing langsung menunaikan dan mengeluarkan hartanya di jalan Allah dengan penuh semangat dan gairah.

Sahabat, selain keteladan dalam bersedekah. Masih banyak lagi hal-hal yang patut kita teladani dari para sahabat nabi dalam mengerjakan amal shaleh. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa menggabungkan ilmu dan amal dalam kehidupannya. Oleh karena itu, para sahabat harus dijadikan tauladan kita setelah Nabi dan Rasul.