Selain Dijauhkan Api Neraka, Ini 12 Keutamaan Sedekah Bulan Ramadan
Iri kepada orang yang suka bersedekah adalah akhlak terpuji.

Selain Dijauhkan Api Neraka, Ini 12 Keutamaan Sedekah Bulan Ramadan

Sedekah Ramadhan menjauhkan diri kita dari api neraka, ini merupakan salah satu keutamaan di Bulan Ramadan

Selain banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar bersedekah, Allah juga telah menyediakan pintu surga khusus bagi orang yang gemar bersedekah.

Terdapat banyak ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan  serta kemuliaan orang-orang yang bersedekah.

Seperti tanaman, pahala sedekah akan terus tumbuh dan bertambah

Ibnu Hajar Al Haitami mengumpulkan ratusan hadits tentang keutamaan sedekah dalam sebuah kitab yang Al Inaafah Fimaa Ja’a Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah.

Meskipun hampir sebagiannya perlu dicek lagi keshahihannya. Banyak keutamaan ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul di satu amalan ini, yaitu sedekah.

Maka, sangat mengherankan bagi kebanyakan orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut namun  ia tidak terpanggil hatinya serta tergerak tangannya untuk banyak bersedekah.

Diantara keutamaan dari bersedekah itu antara lain:

1. Sedekah itu menghapus dosa.

Rasulullah  Muhaammad SAW bersabda:

والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار

“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana halnya air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

Diampuninya dosa seorang hamba dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat  nnasuha atas dosa yang dilakukan.

Tidak yang biasa dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim  sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa.

2. Mendapatkan naungan di hari akhir.

Rasulullah menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di hari akhir.

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

3. Keberkahan harta

Rasulullah bersabda:

“Harta tidak akan berkurang sebab sedekah. Dan seorang hamba pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim)

Apa yang dimaksud hartanya tidak berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan 2 hal:

Pertama, yaitu hartanya akan diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi berkah yang abstrak. Ini dapat dirasakan oleh indera dan kebiasaan.

Kedua, jika secara dzatnya harta berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini akan Allah lipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”

4. Allah lipatgandakan pahala

Orang bersedekah akan Allah lipat gandakan pahalanya, Dalam Qur’an Surat Al Hadid ayat 18, Allah berfirman

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

5. Ada pintu surga yang hanya dapat dimasuki orang yang bersedekah.

Bukhari Muslim dalam hadistnya mengatakan,

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surge yang disediakan Allah: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”.

Jika berasal dari golongan orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika berasal dari golongan yang gemar bersedekah maka akan dipanggil dari pintu sedekah.”

6. Bukti keimanan seseorang.

Rasulullah bersabda:

“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim)

An Nawawi menjelaskan: “Sedekah bukti kebenaran imannya, karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)”

7. Membebaskan siksa kubur

Rasulullah bersabda:

“Sedekah akan memadamkan api siksa di dalam kubur.” (HR. Thabrani)

8. Mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi)

9. Merasakan kelapangan dada dan hati yang bahagia

Rasulullah memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit sebagiamana hadist yang diriwayatkan Bukhari:

“Perumpamaan orang  pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya.

“Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulit.

“Sedangkan orang  pelit, dikarenakan pelitnya merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.”

Dan hal ini tentu pernah kita bersama buktikan sendiri bukan? Ada perasaan senang, bangga, dada yang lapang sesaat kita memberikan sedekah kepada yang membutuhkan.

10. Pahala sedekah terus berkembang

Pahala sedekah walaupun sedikit itu akan terus berkembang pahalanya hingga menjadi besar.

“Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (HR. At Tirmidzi)

11. Sedekah menjauhkan diri dari api neraka

Sesungguhnya sedekah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan diri kita dari api neraka. Semakin banyak sedekah, semakin jauh kita dari api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka dapat dengan kalimah thayyibah” (HR. Al Bukhari)

12. Irilah kepada orang dermawan

Iri atau hasad merupakan akhlak tercela, namun iri kepada orang yang suka bersedekah dan ingin menyaingi kedermawanannya, ini adalah akhlak yang terpuji.

Rasulullah bersabda

لا حسدَ إلا في اثنتين : رجلٌ آتاه اللهُ مالًا؛ فسلَّطَ على هَلَكَتِه في الحقِّ ، ورجلٌ آتاه اللهُ الحكمةَ؛ فهو يَقضي بها ويُعلمُها

“tidak boleh hasad kecuali kepada dua orang ini: seseorang yang diberikan harta oleh Allah, kemudia ia belanjakan di jalan yang haq, dan seseorang yang diberikan oleh Allah ilmu dan ia mengamalkannya dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 73, Muslim 816)

Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang menjelaskan tentang manfaat sedekah dan keutamaan bersedekah. Tidakkah hati kita terpanggil? Yuk Sedekah di Yayasan Rahmatan Lil ALamin Jakarta Timur.