Tak Hanya Keshalihan Spiritual, Keshalihan Sosial Juga Perlu

Tak Hanya Keshalihan Spiritual, Keshalihan Sosial Juga Perlu

Dalam islam ada dua jenis kategori ibadah, yakni ibadah shirah (individual) dan ibadah muta’adiyah (ibadah sosial). Ibadah shirah atau individual ialah ibadah yang kebermanfaatannya dirasakan oleh pelakunya sendiri sepertui halnya shalat, puasa dan haji. Sedangkan ibadah sosial merupakan ibadah yang kebermanfaatnnya dirasakan oleh pelakunya sendiri serta orang lain seperti halnya zakat, menyantuni anak yatim dan sedekah kepada fakir miskin.

Sebagai seorang mukmin yang taat, tentunya kita tidak bisa hanya melakukan salah satu dari keduanya, artinya kita harus menunaikan kedua ibadah tersebut dengan sebaik dan seikhlas mungkin.

Nabi Muhammad saw berpesan kepada seluruh umatnya agar tidak hanya melakukan ibadah atau keshalehan spiritual dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini, melainkan seorang muslim juga harus tetap melakukan berbagai ibadah atau keshalehan sosial. Hal tersebut sebagaimana telah disebutkan dalam hadits nabi sebagai berikut.

Dikutif dari kitab “Nashaihul Ibad” karya Syeikh Nawawi Al-Bantani , Rasulullah saw bersabda : “Ada dua perkara yang tiada sesuatu apapun yang lebih utama dari keduanya, yakni iman kepada Allah dan bermanfaat bagi sesama muslim (dengan ucapan, kekuasaan, harta benda maupun tenaga).

Namun, dalam kitabnya tersebut Syeikh Nawawi tidak menjelaskan siapa perawi dari hadits tersebut. Tentunya kita bisa mengambil pesan atau inti dari hadits tersebut, untuk senantiasa mengaplikasikan keimanan kita kepada Allah swt dengan melakukan keshalehan spiritual serta dilengkapi dengan ibadah-ibadah sosial yang bermanfaat untuk orang lain.

Selain hadits diatas, ulama asal Banten tersebut juga mengutip hadits lain yang yang berisi tentang penekanan agar umat islam melakukan kesalehan atau ibadah sosial.  Rasulullah saw. bersabda :

“Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenangkan hari orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahan atau melunasi utangnya”.

berdasarkan hadits nabi tersebut, kemudian syeikh nawawi menjelaskanlebih lanjut bahwa ada perkara yang tiada sesuatu apapun yang lebih keji dari keduanya yakni menyekutukan Allah dan menimbulkan kemudharatan bagi kaum muslim, baik terhadap pribadi mereka ataupun terhadap harta mereka.

Sebab, menurut pandangan Syeikh Nawawi segala perintah yang datang dari Allah swt. memiliki dua tujuan, yakni untuk mengagungkan Allah dan menebarkan kasih sayang terhadap semua makluk. sebagaimana yang terdapat dalam firman-Nya sebagai berikut.

“Kerjakanlah shalat dan tunaikan zakat”. (QS Al-Baqarah : 43).

Infaq dan Sedekah Sebagai Ibadah Sosial

Jika mengaplikasikan apa yang dikatakan oleh Syeikh Nawawi diatas bahwa setiap perintah Allah memiliki tujuan salah satunya untuk menebarkan kasih sayang terhadap sesama manusia, begitupun dengan perintah infaq dan sedekah, selain untuk membersihkan harta yang kita miliki, infaq dan sedekah kaya akan manfaat bagi pelaku maupun penerima manfaatnya.

Infaq dan sedekah dari masa ke masa memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan peradaban islam yang berliku-liku hingga sampai ke seluruh pelosok negeri. Kita mengenal dengan kisah Utsman bin Affan yang membeli sumur dari seorang Yahudi dan kemudian sumur itu diinfakan untuk kepentingan orang-orang muslim, dan sampai saat ini air dari sumur tersebut masih bisa dimanfaatkan oleh umat manusia.

Sahabat, sebagai ibadah yang memiliki tujuan untuk menebar kasih sayang sesama manusia, infaq dan shadaqah tentunya tidak akan mengurangi harta yang kita miliki. Akan tetapi dengan menunaikan keduanya akan mengantarkan kita menjadi seorang muslim terbaik yang menolong terhadap sesama dengan hartanya.

Yuk, jadikan infaq dan sedekah sebagai gaya hidupmu, kita bisa mulainya dari yang terkecil terlebih dahulu, sebab yang menjadi patokan diterimanya suatu ibadah bukanlah kecil dan besarnya, melainkan dari keistiqamahan dan keikhlasannya.

Infaq dan Sedekah bisa ditunaikan di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur, bagi sahabat yang memiliki niat untuk infaq dan sedekah kami membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi sahabat. Adapun dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk pembinaan anak yatim dan dhuafa’, pembangunan sekolah islam terpadu dan program-program pemberdayaan sosial lainnya.


Klik disini untuk mengunjungi kantor kami dan menunaikan infaq dan sedekah terbaikmu.