You are currently viewing Tiga Golongan Manusia Menurut Al-Quran

Tiga Golongan Manusia Menurut Al-Quran

Tiga Golongan Manusia Menurut Al-Quran – Sebagai petunjuk bagi manusia, AL-Quran tak hanya berisi tentang hukum melainkan berisi juga berbagai perumpamaan dan kisah. Semua itu mulai dari hukum hingga berbagai kisah yang ada didalam Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi manusia.

Dalam hal ini, seorang mukmin harus senantiasa hidup bersama Al-Quran dalam setiap detik kehidupannya. Adapun kedekatan bersama Al-Quran tak hanya berhenti pada membaca, menyimak, dan menghafalkannya saja, melainkan seorang mukmin juga harus mampu mengamalkan atau mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa sifat atau karakteristik manusia dalam berinteraksi dengan Al-Quran. Karakteristik tersebut terdapat dalam firman Allah berikut ini.

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar” (QS. Faṭir : 32).

Tiga Golongan Manusia Menurut Al-Quran

Berdasarkan ayat diatas, terdapat tiga golongan atau tiga karakteristik yang menjadi pewaris Al-Quran. Berikut ini penjelasannya.

1. Golongan Zalim

Golongan Zalim merupakan golongan pertama yang disebutkan dalam QS. Fatir ayat 32. Golongan ini senantiasa berlaku zalim terhadap dirinya sendiri dengan kelalaiannya dalam menunaikan kewajabannya sebagai seorang hamba Allah. Lebih dari itu, golongan ini cenderung banyak mengerjakan sebagian dari perkara yang Allah haramkan.

2. Golongan Pertengahan

Golongan kedua yang disebutkan dalam ayat diatas adalah golongan pertengahan. Mereka adalah golongan yang seimbang, maksudnya seimbang antara perbuatan baik dan dosa yang dikerjakannya.

Ciri-ciri kelompok ini antara lain ialah kecenderungannya yang bolak-balik. Dalam satu waktu golongan ini bisa berada dalam kebaikan dan cenderung membelanya, namun terkadang di lain waktu golongan ini juga meninggalkan atau jauh dari kebaikan.

Beberapa diantara mereka juga ada yang sering mengerjakan perkara makruh, meskinpun hukum mengerjakan perkara makruh ini secara terang diketahui olehnya. Hak Allah sepenuhnya dalam menentukan apakah kelak kaum ini dimasukkan ke dalam surga atau neraka.

Tiga Golongan Manusia Menurut Al-Quran

3. Golongan yang Selalu Bersegera dalam Kebaikan

Golongan yang ketiga ini adalah golongan yang senantiasa bersegera dalam melakukan kebaikan dan tentunya banyak kebaikan yang dikerjakannya. Golongan ini merupakan golongan yang telah menyadari bahwa Allah menciptakannya sebagai hamba agar memanfaatkan segenap waktu hidupnya untuk beribadah kepada-Nya.

Baca Juga : Waktu Terbaik untuk Menunaikan Sedekah

Sebagai hamba Allah yang bertawwa, maka secara otomatis ia akan menghindari segala perbuatan yang dilarang oleh-Nya. Mereka betul-betul menyadari jika mereka mengisi waktu hidupnya dengan perbuatan atau perkara yang tercela dan dilarang, maka tidak ada lagi keuntungan yang hendak diraihnya, baik di dunia maupun di akhirat.

Sahabat, berdasarkan penjelasan mengenai tiga golongan manusia menurut Al-Quran diatas, kita tentu dapat mengetahui berada di golongan manakah kita. Namun, hal yang lebih penting dari penilaian kita terhadap diri sendiri adalah kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk hamba-Nya untuk terus belajar dan bertumbuh menjadi hamba yang baik dan bertaqwa kepada Allah.

Bagikan Artikel Ini

Leave a Reply