Tips Efektif Pembelajaran Jarak Jauh Bagi Pendidik

Tips Efektif Pembelajaran Jarak Jauh Bagi Pendidik

Ditengah pandemic COVID-19 yang masih melanda Indonesia dan Dunia saat ini, Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh menjadi solusi agar semua proses pendidikan tetap berjalan meskipun harus dilakukan di rumah aja. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pada dasarnya memiliki unsur yang sama seperti pelajaran tatap muka pada umumnya, yakni Pendidik, Siswa, Orang Tua Siswa, Materi Pembelajaran dan Media Pembelajaran. Namun dalam pembelajaran jarak jauh peran orang tua sangat penting dalam mendukung seluruh proses pendidikan di rumah.

Idealnya, peran orang tua sangat penting dalam mendukung proses belajar siswa, sebab pendidikan sendiri dimulai dari institusi paling dasar dalam masyarakat, yakni keluarga. Terlebih dalam situasi saat ini yang mengharuskan seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan dengancara jarak jauh atau dari rumah.

Namun pada realitanya, kesadaran sebagian orang tua terhadap perkembangan belajar siswa masih minim. Jikapun ada yang menyadari perannya, kebanyakan orang tua masih merasa kebingungan bagaimana berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk membantu semua proses pembelajaran anaknya.

Adapun salah satu cara untuk menciptakan pembelajaran yang baik dan optimal, salah satu hal yang harus dilakukan ialah membangun komunikasi positif, baik itu komunikasi dengan rekan kerja (guru), orang tua siswa serta dengan siswa itu sendiri.

Komunikasi adalah sebuah proses penyampaian dan penerimaan pesan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, dalam hal ini ialah proses penyampaian pesan antara guru dan orang tua siswa atau siswanya itu sendiri. Nah, dalam menciptakan komunikasi positif ada beberapa hal yang bisa sahabat lakukan sebagai berikut.

1. Tingkatkan Empati Kepada Orang Tua

Selain membantu semua proses pembelajaran anak, orang tua juga memiliki  beban kerja / tugasnya masing-masing.  Dengan demikian, wajar kalau mereka merasa kelelahan dan menutup pintu untuk berkoordinasi dengan kita. Sebagai gur, kita perlu menempatkan diri pada posisi mereka. Dengan sikap empati kita kepada orang tua, diharapkan “pintu” kerja sama itu akan terbuka dan orang tua akan lebih kooperatif dalam membantu semua proses pembelajaran.

2. Gunakan Teknik Konseling (Mendengar Aktif)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Weger (2014) orang yang sedang berkeluh kesah yang didengarkan secara aktif, dapat lebih merasa dipahami dibandingkan mereka yang tidak diberi intervensi serupa (langsung diberi saran/pernyataan sederhana).

Lalu apa itu mendengar aktif? Menurut Roger (1951), Kemampuan mendengar aktif adalah aktivitas mendengarkan dengan menerima tanpa prasangka dengan cara memparafrase keluhan yang dikemukakan oleh klien (dalam hal ini ialah orang tua peserta didik).

Sehingga dengan merasa dipahami, orang tua akan terbuka dan membangun kepercayaan kepada guru sehingga akan lebih mudah diajak bekerja sama ke depannya, termasuk dalam membimbing murid mengerjakan tugas di rumah.

3. Berikan apresiasi kepada orang tua

berikan selalu apresiasi kepada orang tua atas kerja samanya dalam proses pembelajaran, sebab kalimat apresiasi akan membuat orang tua merasa dihargai dan akhirnya termotivasi untuk membantu murid belajar.

4. Usahakan untuk melakukan video call dengan anak seminggu sekali

Pertemuan, walaupun bersifat virtual, harapannya dapat memnuhi kebutuhan sosial siswa. Selain diharapkan dapat menjaga kesehatan mental siswa, kegiatan ini diharapkan dapat menjaga motivasi belajar siswa.

Sekedar informasi aplikasi chat online whatsapp dapat digunakan untuk video call maksimal 8 orang. Nah sahabat bsa membagi kelas menjadi 7 orang per kelompok dan menyepakati waktu video call dalam satu hari dengan durasi yang ditentukan misalnya 30 menit.

5. Menyusun tugas dengan sebaik mungkin

Dalam situasi saat ini, menyusun tugas harus disesuaikan dengan semua keadaan yang ada, nah yang pertama harus dilakukan adalah mengubah prioritas dalam pengadaan tugas tersebut. Dalam hal ini ada dua hal yang harus diprioritaskan dalam pemberian tugas kepada siswa.

  • Menjaga kesehatan fisik dan mental, menjaga motivasi belajar dan keinginan untuk mencari tahun lebih penting dibanding dengan memaksakan semua tujuan pembelajaran tercapai.
  • Kualitas lebih penting daripada kuantitas, artinya kita tidak perlu memberikan tugas begitu banyak kepada murid, lebih baik sedikit akan tetapi berkualitas.

Menyusun Tugas Berkualitas

“Pembelajaran Jarak Jauh” (PJJ) yang dilakukan ditengah pandemic covid-19 ini diharapkan menjadi salah satu solusi agar semua proses pendidikan tetap berjalan meskipun tidak seefektif ketika pembelajaran tatap muka. Adapun untuk pemberian tugas terhadap siswa harus memprioritaskan kesehatan mental dan semangat siswa dalam belajar, artinya tugas yang diberikan haruslah tugas yang berkualitas dan memprioritaskan kesehatan mental dan semangat para peserta didik.

Berikut adalah kriteria tugas yang berkualitas bagi peserta didik dalam proses pembelajaran jarak jauh.

1. Konstektual, Sahabat guru bisa menyesuikan tugas yang diberikan dengan lingkungan sekitar siswa, jika mayoritas profesi orang tua siswa sebagai petani, sesuaikan soal matematika atau mata pelajaran lainnya dengan area ladang maupun semua hal yang berhubungan dengan petani. Contohnya :

Tujuan Pembelajaran : Murid dapat mahir menjumlahkan bilangan.

Contoh Soal : hari ini Adi dapat menghasilkan 5 karung beras dan ayah Adi menghasilkan 10 karung beras, berapa jumlah seluruh karung beras Adi?

2. Dapat diselesaikan, takaran dari tugas yang diberikan ialah tidak terlalu mudah (agar tidak membosankan) dan juga tidak terlalu sulit (agar termotivasi untuk mengerjakan).

3. Bermakan dan Menyenangkan, tugas yang diberikan kepada siswa harus memiliki makna bagi siswa itu sendiri sehingga menjadi motivasi bagi siswa untuk mengerjakannya, kemudian tugas yang diberikan juga harus menyenangkan, agar para siswa terhindar dari stress dan takut ketika diberikan tugas.