Benarkah Dengan Berzakat Bisa Bikin Bahagia?

Benarkah Dengan Berzakat Bisa Bikin Bahagia?

Manfaat Zakat –  Sahabat, kita semua pasti sudah memahami bahwa zakat merupakan salah satu kewajiban seorang muslim yang wajib ditunaikan setelah hartanya mencapai nishab. Selanjutnya zakat juga memiliki berbagai macam manfaat dalam kehidupan. Salah satunya ialah dengan zakat bisa jadikan hidup kita bahagia dan berada dalam ketenangan.

Secara psikologis berzakat adalah kegiatan yang dapat melatih diri untuk merelakan sebagian apa yang kita cintai yakni harta. Banyak penelitian yang menunjukan bahwa memberikan sesuatu yang ada pada diri kita dapat mengalirkan hormone-hormon yang ada dalam tubuh kita sehingga menimbulkan efek ketenangan dan bahagia. Dengan demikian, Manfaat zakat disini ialah dapat mendatangkan kebahagiaan.

Adapun rasa  bahagia yang muncul sewaktu kita memberi ternyata memiliki hubungan dengan meningkatnya hormone Oxytocin yang terletak pada bagian belakang atau posterior kelenjar pituitary di otak. Jika diteliti lebih mendalam, ternyata Oxytocin dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan sosial dan ekonomi khususnya yang berhubungan dengan perasaan kedermawanan.

Secara Syariah, Allah SWT tentu menjanjikan berbagai balasan yang berlipat ganda bagi orang yang dermawan, yang senantiasa menginfakkan harta bendanya dijalan yang benar.

Zakat Membersihkan Harta dan Jiwa

Salah satu fungsi zakat ialah mensucikan harta dan jiwa bagi yang menunaikannya. Dalam hal ini Allah swt. memerintahkan zakat serta menjelaskan juga fungsinya dalam QS. At-Taubah ayat 103 sebagai berikut.

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mengembangkan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”

Al-Sa’di menerangkan, yang dimaksud dengan kata “membersihkan” pada ayat diatas ialah membersihkan penunai zakat dari dosa dan akhlak yang hina. (al-Sa’di:l/350). Adapun diantara contoh akhlak yang hina ialah sifat pelit, rakus, individualis dan lain sebagainya.

Adapun untuk sebutan zakat mensucikan harta, maksudnya ialah  ketika seseorang menunaikan zakat dari sebagian harta yang dimilikinya, sama halnya ia telah membersihkan hartanya dengan cara menghilangkan hak orang lain yang masih bercampur dengan hartanya itu. Sebutan demikian didasarkan pada sabda nabi sebagai berikut.

Pertama, saat beliau bersabda:“Jika kamu telah menunaikan zakat hartamu, maka engkau telah menghilangkan potensi keburukannya bagimu.” (HR. al-Hakim)

Kedua, jikapun kemudian seseorang tetap enggan menunaikan zakatnya yang merupakan hak orang lain dan kukuh untuk mempertahankannya bercampur dengan hartanya, maka Nabi memperingatkan:

“Tidaklah sedekah –atau Nabi berkata- zakat (yang belum ditunaikan) itu bercampur dengan harta yang lain, kecuali ia akan merusakkannya.” (HR: al-Bazzar).

Zakat di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin

Sahabat, sejatinya zakat yang kita keluarkan sama halnya dengan mengembalikan harta yang bukan milik kita kepada yang berhak menerimanya. Secara fisik menunaikan zakat ialah mengeluarkan harta dan memberikannya kepada orang lain, akan tetapi pada hakikatnya harta yang dikeluarkan tersebut tidak berkurang atau hilang. Harta itu akan tumbuh menjadi kebaikan dan rezeki karena keikhlasan orang yang menunaikannya.

Yuk tunaikan segera zakatmu di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur. Sahabat bisa langsung datang ke kantor kami atau bisa juga menunaikannya langsung melalui platform zakat online kami. Silahkan klik link ini untuk menunaikan kewajiban zakat sahabat.

Semoga dengan menunaikan zakat, kita semua diberikan kebahagiaan yang hakiki, dibersihkan jiwa dan harta serta dijauhkan dari berbagai akhlak yang hina seperti pelit, rakus, individualis dan sebagainya. Aamiin