You are currently viewing Waktu Terbaik untuk Tunaikan Sedekah, Ini Anjuran Rasulullah

Waktu Terbaik untuk Tunaikan Sedekah, Ini Anjuran Rasulullah

Waktu Terbaik untuk Sedekah – Sedekah merupakan istilah yang tak asing di telinga kita, bahkan mungkin saat ini kamu telah menjadikannya sebagai rutinitas. Sedekah sendiri merupakan salah satu amalan yang memiliki nilai pahala yang besar dan berlipat ganda di sisi Allah SWT.

Selanjutnya, sedekah juga menjadi amalan yang paling ingin dilakukan seandainya jika orang yang telah meninggal diberi kesempatan untuk hidup kembali. Berkiatan dengan waktu sedekah, sedekah pada dasarnya bisa dilakukan oleh siapapun dan kapanpun tanpa ada batasan waktu yang ditentukan, namun ada beberapa waktu terbaik yang bisa digunakan untuk menunaikan sedekah.

Dikisahkan ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah dan kemudian ia bertanya: “Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling afdhal?”

Rasulullah menjawab: “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat disertai pelit (sulit mengeluarkan harta), saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032).

Waktu Terbaik untuk Sedekah
Deretan waktu terbaik untuk bersedekah.

Berdasarkan sabda Nabi diatas dapat disimpulkan bahwa ada empat waktu terbaik yang bisa kamu pilih untuk menunaikan sedekah.

1. Sedekah dalam kondisi sehat

Kondisi sehat dan bugar menjadi salah satu waktu terbaik yang bisa kamu gunakan untuk bersedekah. Dalam kondisi sehat, kamu bisa melakukan banyak hal dan juga meraih apa yang kamu impikan. Namun, kesehatan juga merupakan titipan dan ujian bagi seorang manusia, disebutkan bahwa sehat adalah salah satu dari dua nikmat yang seringnya menipu manusia.

Sehat juga sering diidentikan kepada golongan muda yang masih kuat dan bugar, yang mana pada usia muda seseorang akan sangat berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita yang dimilikinya. Kondisi tersebut akan mendorong seseorang untuk sulit dan malas dalam menunaikan sedekah.

Dengan demikian, sedekah di waktu sehat memerlukan kelapangan dan keikhlasan hati untuk hanya mengharapkan ridha Allah tanpa mengharap imbalan apapun atas apa yang telah dikerjakan. Selanjutnya, harta yang kamu sedekahkan di waktu sehat bisa jadi dapat dimanfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari sakit yang dialaminya.

2. Sedekah dalam kondisi ingin menjadi kaya

Waktu terbaik yang kedua untuk bersedekah ialah saat kamu berada dalam kondisi sangat menjadi orang kaya. Menjadi kaya tentunya hal yang manusiawi, jika dilihat dari sisi positif menjadi orang kaya dapat menjadikanmu mampu melakukan berbagai kebaikan mulai dari umrah, haji, membuka lapangan pekerjaan dan lain sebagainya.

Namun, dalam kondisi ingin menjadi kaya, hal ini seringnya menjadikan seseorang pelit atau kikir dalam membelanjakan harta yang dimilikinya. Sedekah dalam kondisi tersebut tentu akan mendorong seseorang untuk terhindar dari sifat tamak dan serakah yang hina disisi-Nya.

3. Sedekah dalam kondisi khawatir miskin

Waktu terbaik ketiga untuk bersedekah ialah saat seseorang berada dalam kondisi khawatir takut jatuh miskin. Kondisi tersebut mungkin terjadi disaat seseorang dihadapkan dengan utang, mengalami kerugian dalam bisnis, ataupun PHK.

Namun, bagi seorang mukmin perasaan takut miskin yang hinggap pada dirinya tak menjadikannya ragu untuk bersedekah. Sebab, ia meyakini bahwa jika Allah menghendaki maka ia bisa saja jadi miskin atau kaya dalam sekejap.

Anjuran untuk bersedekah disaat merasa khawatir jadi juga menjadi sebuah petunjuk untuk melihat samping kanan kiri bahwa masih banyak saudara seiman yang mungkin kondisinya jauh lebih memprihatinkan dibanding kamu saat ini. Hal ini seharusnya menjadikanmu lebih bersyukur dan semangat untuk membentangkan kepedulian serta kebermanfaatan yang lebih luas lagi kepada saudara kita yang membutuhkan.

4. Sedekah dalam kondisi tidak menjelang kematian

Waktu terbaik keempat untuk bersedekah ialah tidak dalam kondisi terdesak atau menjelang ajal. Artinya jangan menunggu usia tua dan bahkan menjelang ajal baru kemudian tersadar untuk menunaikan sedekah.

Kita sendiri mungkin tak ada yang mengetahui bahwa saat kondisi menjelang ajal apakah masih ingat untuk bersedekah atau tidak. Hal ini menjadi sebab rasulullah lebih menghargai orang yang masih muda dan sehat untuk bersedekah.

Selama ada kesempatan dan ada harta yang bisa disisihkan, manfaatkan keadaan tersebut untuk menunaikan apa sedekah terbaikmu.

Allah SWT berfirman “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian.” (QS. Al Munafiqun: 10).

Sahabat, inilah empat waktu terbaik untuk menunaikan sedekah. Semoga menjadi motivasi bagi kamu yang saat ini sedang berlatih atau telah menjadikan sedekah sebagai bagian terpenting dalam hidupnya.

Yuk sedekah sekarang disini.

Bagikan Artikel Ini

Leave a Reply