Wudhu Dapat Menghilangkan Berbagai Macam Penyakit

Wudhu Dapat Menghilangkan Berbagai Macam Penyakit

Wudhu merupakan sesuatu yang tidak asing lagi bagi setiap muslim , pasalnya hampir lima kali dalam sehari, seorang muslim diwajibkan untuk berwudhu sebelum melaksanakan shalah wajib lima waktu.Dalam hal ini wudhu merupakan salah satu syarat sahnya shalat seorang muslim.

Selain menjadi syarat sahnya shalat, berwudhu juga ternyata memiliki banyak manfaat dalam kesehatan yakni dapat menghindarkan umat islam dari berbagai penyakit dan bahkan menyembuhkannya dari berbagai macam penyakit, Asalkan wudhunya dikerjakan dengan cara yang baik dan benar serta memenuhi rukun wudhunya.

Syahrudin El-Fikri dalam bukunya yang berjudul Sehat Dengan Wudhu menjelaskan bahwa berwudhu itu menyehatkan dan dapat menghilangkan berbagai macam penyakit, seperti kanker, flu, pilek, asam urat, rematik, sakit kepala, telinga, pegel linu, sakit mata, sakit gigi, dan lain sebagainya.

Mungkin kita semua jarang menyadari atau bahkan tidak menyadari sama sekali akan manfaat-manfaat wudhu diatas. Dimana wudhu yang dilakukan dengan baik dan benar serta semupurna maka hal itu dapat menyehatkan dan mencegah seseorang dari berbagai penyakit.

Dalam buku Hayatu Muhammad karya Muhammad Husein Haykal disebutkan bahwa rasulullah saw. sepanjang hidupnya tidak pernah menderita penyakit, kecuali saat sakaratul maut hingga wafatnya. Menurut Syahrudin hal tersebut menunjukan bahwa wudhu dengan cara yang benar, niscaya dapat mencegah berbagai penyakit.

Selanjutnya dikutif dari buku Rahasia Butiran Air Wudhu Menurut Al-Quran dan As Sunnah karya Mukhsin Matheer menyebutkan bahwa wudhu dapat mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini disebabkan oleh bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Namun, ketika dibersihkan dengan udara (terutama air wudhu), bahan kimia itu akan larut. Tak hanya itu, wudhu juga membuat seseorang tampak lebih muda.

Rasulullah saw. mengatakan, wajah orang yang berwudhu itu akan senantiasa bercahaya. Selain itu, orang-orang yang senantiasa berwudhu akan menimbulkan bekas wudhu, dimana bekas wudhu tersebut akan menjadi salah satu sebab rasulullah mengenalinya di hari kiamat kelak.

Berdasarkan analisis pada kesehatan hidung, lubang hidung yang tidak berwudhu memudah dan berminyak, dimana didalamnya terdapat kototan dan debu yang menempel serta permukaannya tampak lengket dan berwarna gelap.

Namun ketika orang yang kerap berwudhu rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih dan tetntunya tidak berdebu. Rasulullah saw. bersabda ” Sempurnakan wudhu, lakukan intinsyaq (memasukan air ke hidung} kecuali jika kamu berpuasa.

Menjaga Wudhu Setiap Saat

“Menjaga diri dalam keadaan suci” tentunya merupakan amalan yang baik dan telah dilakukan banyak orang shaleh terdahu, salah satu contohnya yakni pahlawan bangsa ini yang menjadi Jenderal Besar pertama di Republik Indonesia yakni Jenderal Sudirman, dikisahkan bahwa beliau selalu menjaga wudhunya setiap saat.

Ada banyak keutamaan jika seseorang terus menjaga dirinya dalam keadaan suci dengan cara berwudhu, yakni tatkala wudhunya batal, kemudian ia kembali berwudhu lagi.

Keadaan seperti itu tentunya memudahkan seseorang untuk melakukan berbagai ibadah, ketika ia menginginkan diri untuk membaca Al-Quran dan memegang mushaf, maka bisa langsung memabaca. Ketika ingin melaksanakan shalat sunnah, maka dengan mudah pula bisa melakukannya. Kemudahan-kemudahan inilah yang akan didapat ketika seseorang menjaga wudhunya.

keutamaan orang yang selalu menjaga wudhu dalam sebuah hadits tentang kisah bilal bin rabbah yang suara sendalnya sudah terdengar di surga.

Dari Abu Buraidah, Rasulullah saw. dipagi hari memanggil bilal lalu berkata: Wahai bilal, kenapa engkau mendahuluiku masuk surga? Aku masuk surga sama sekali, tapi aku mendengar suara sandalmu di hadapnku. Aku memasuki surga di malam hari dan aki dengar suara sandalmu di hadapanku.

Bilal menjawab, Aku biasa tidak meninggalkan shalat dua rakaat sedikitpun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku membebani diriku dengan shalat dua raka’at setelah itu”. (HR Tirmidzi no. 3689 dan Ahmad 5 :354)


Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur.

Klik disini untuk berdonasi di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur.