You are currently viewing 5 Amalan Sunnah di  Bulan Muharram yang Dapat Dimaksimalkan Umat Islam

5 Amalan Sunnah di Bulan Muharram yang Dapat Dimaksimalkan Umat Islam

Rahmatanlilalamin.or.id – Mengerjakan amalan di bulan muharram pada dasarnya sama dengan mengerjakan amalan-amalan pada bulan lain pada umumnya.

Namun demikian, sebagai bulan pertama dalam Kalender Hijriah dan juga bulan yang termasuk ke dalam bulan Haram. Mengerjakan amalan di bulan Muharram disebutkan memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

Hal demikianlah yang menjadikan bulan Muharram disebut sebagai bulan yang sarat dengan pahala dan juga ladang beramal bagi setiap Muslim yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Sebagai awal tahun dalam kalender Hijriah, bulan Muharram hendaklah diisi dengan berbagai ketaatan dan amal shaleh, yang mana memulai awal tahun dengan ketaatan dapat menjadi hal yang memantapkan langkah dan menjadikan seseorang mampu menatap masa depan dengan pandangan yang lebih optimis.

5 Amalan di Bulan Muharram

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimulaikan dalam Islam, bulan ini juga disebut sebagai syahrullah (bulan Allah). 10 hari pertama di bulan Muharram menjadi bagian dari hari-hari yang diagungkan oleh para ulama salaf.

Abu Utsman an-Nahdi mengatakan: “Adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama: Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharram”. (Lathoiful Ma’arif)

Berikut adalah empat amalan yang dapat dilakukan seorang Muslim di bulan Muharram.

1. Puasa

Amalan Bulan Muharram

Puasa di bulan Muharam disebutkan sebagai puasa yang paling afdhal atau paling utama setelah puasa di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharram”. (HR. Muslim : 1982)

Dengan demikian, seorang Muslim hendaklah memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini, terlebih pada hari ‘Asyura (10 Muharram) yang memiliki keutamaan besar bagi siapa saja yang melakukannya.

2. Memperbanyak Amal Shaleh

Amalan Bulan Muharram

Pada bulan Muharram umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh dan menghindari perbuatan dosa serta peperangan atau pertumpahan darah.

Disebutkan bahwa pada bulan ini setiap amal shaleh akan dibalas dengan pahala yang besar sebagai kasih sayang dan kemurahan Allah pada hamba-Nya.

Demikian juga perbuatan dosa, setiap perbuatan dosa yang dilakukan pada bulan ini akan di balas dengan dosa yang besar.

3. Bertaubat

Amalan Bulan Muharram

Sebagai awal tahun, bulan Muharam menjadi momen bagi seorang Muslim untuk mengevaluasi dirinya selama satu tahun ke belakang.

Salah satu bentuk evaluasi diri ialah dengan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukannya di masa lalu.

Taubat adalah kembali kepad aAllah dari perkara yang Allah Benci (dosa) secara lahir batin menuju kepada perkara yang disenangi-Nya (amal shaleh).

Bertaubat artinya menyesali perbuatan dosa yang telah diperbuat, meninggalkannya, dan kemudian bertekad untuk tidak mengulanginya.

4. Dzikir

Amalan Bulan Muharram

Muharram sebagai momen tahun baru bagi umat Islam menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak waktu mengingat Allah dengan berdziki dan kemudian memanjatkan doa untuk memohon agar ditetapkan dalam jalan kebaikan selama satu tahun ke depan.

Dzikir dianjurkan setiap hari dan bahkan setiap saat kita dianjurkan untuk selalu mengingat Allah. Perintah berdzikir terutang dalam firman-Nya QS. Al-Ahzab 41-42 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang”.

Ketahui Juga: Alasan Kenapa Muharram Disebut Bulan Mulia

5. Sedekah

Sedekah merupakan salah satu ibadah sosial, yang mana kebermanfaatan dari sedekah tersebut dapat digunakan untuk orang lain yang memerlukannya.

Aktivitas sedekah yang terkenal pada bulan Muharram adalah menyantuni anak yatim pada 10 Muharram, yang mana pada hari tersebut juga disebut dengan hara lebaran anak yatim.

Namun demikian, selain menyantuni anak yatim ada juga bentuk sedekah lain yang dapat dilakukan seperti membahagiakan keluarga dengan harta atau hadiah maupun membantu saudara atau orang lain yang membutuhkan.


Hiasi hari-harimu dengan sedekah untuk manfaat tiada henti. Klik tombol di bawah ini untuk menunaikan sedekah terbaikmu.

Leave a Reply