You are currently viewing 8 Amalan Shaleh yang Bisa Dilakukan untuk Sambut Tahun Baru Islam

8 Amalan Shaleh yang Bisa Dilakukan untuk Sambut Tahun Baru Islam

Rahmatanlilalamin.or.id – Tahun baru Islam yang diperingati pada tanggal 1 Muharram dapat disambut dengan amal kebaikan. Lantas, amalan apa saja yang bisa dilakukan untuk menyambut tahun baru Islam? Yuk baca selengkapnya dalam artikel ini.

Bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam kalender Islam memiliki keutamaan tersendiri, bulan ini disebut sebagai bulan Allah (Syahrullah) dan juga termasuk ke dalam bulan haram (bulan yang dimuliakan)

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakrah RA, Rasulullah SAW bersabda:  “Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Al-Muharram, serta RajabMudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Berkaitan dengan tahun baru Islam, kita dapat memaknainya sebagai sebuah kondisi dimana kita berada dalam penghujung tahun dan awal tahun baru. Dalam hal ini, kita dapat memahami betapa Rasulullah sangat memperhatikan awal dan akhir dari segala hal.

Misalnya, saat memulai dan mengakhir majelis, yang mana kita dianjurkan untuk membaca doa saat membuka dan mengakhiri majelis. Begitu juga dalam mengawali hari dan mengakhir hari, saat menjelang tidur Rasulullah mengajarkan umatnya untuk melantunkan dzikir pagi dan petang.

Berdasarkan hal itu, umat Islam dianjurkan untuk mengawali dan mengakhiri segala hal dengan kebaikan, termasuk juga dalam mengawali tahun yang akan datang dan mengakhiri tahun sebelumnya.

10 Amalan untuk Menyambut Tahun Baru Islam

Amalan Tahun Baru Islam

Momen tahun baru Islam yang jatuh pada bulan yang mulia yakni bulan Muharram memiliki arti tersendiri bagi umat Islam. Bulan muharram yang memiliki banyak keutamaan ini sarat dengan pahala dan banyaknya amalan yang dapat dikerjakan.

Mengawali tahun yang baru, umat Islam dapat memulainya dengan ketaatan agar mampu melangkah dan menatap masa depan dengan optimis. Berikut adalah amalan yang dapat dikerjakan untuk menyambut tahun baru Islam.

1. Membaca Doa Akhir Tahun

Doa akhir tahun dibaca sebelum Maghrib akahir tahun pada tanggal 29/30 Dzulhijjah. Berikut adalah doa akhir tahun arab, latin, dan artinya.

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allaahumma maa ‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa’adtani ‘alaihits-tsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha’ rajaai minka yaa karim

“Ya Allah, “Ya Allah, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

2. Membaca Doa Awal Tahun

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu‘awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’I, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.

“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

3. Melakukan Puasa

Puasa juga menjadi bagian dari amalan bulan Muharram. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berpuasa di bulan Muharram, salah satunya ialah puasa sunnah Asyuro yang memiliki keutamaan besar.

Ibadah puasa yang dilakukan di bulan Muharram disebut sebagai puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwasahnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

4. Menghindari Perbuatan Dzhalim

Perbuatan dzhalim merupakan perbuatan yang dilarang pada bulan Muharram, baik dzhalim terhadap diri sendiri maupun dzhalim terhadap orang lain.

Salah satu contoh bentuk perbuatan dzhalim terhadap diri sendiri ialah melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Perbuatan tersebut tentunya perbuatan yang merugikan diri sendiri dan akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak.

Adapun perbuatan dzhalim terhadap orang lain contohnya ialah menyakiti orang tersebut baik secara verbal maupun fisik secara langsung.

Allah melarang perbuatan dzhalim atau aniaya di bulan haram termasuk didalamnya bulan Muharram. Allah SWT berfirman: “Maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu.”(QS. at-Taubah: 36)

5. Memperbanyak Taubat

Amalan selanjutnya yang hendaknya dilakukan pada tahun baru Islam ialah memperbanyak taubat. Tentunya selama satu tahun ke belakang kita tak pernah bisa terluput dari perbuatan dosa dan khilaf.

Pada momen tahun baru Islam kita dapat memanfaatkannya untuk bermuhasabah memohon ampunan atas segala kekhilafan tersebut. Lebih dari itu, kita juga dapat memperbanyak taubat setiap waktu, sebab terkadang banyak dosa yang seringnya tidak kita sadari.

Tauabat merupakan salah satu amalan baik yang semestinya dilakukan umat Islam setiap saat. Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang senantiasa bertaubat untuk menyucikan dirinya. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri“. (QS. Al-Baqarah: 222)

6. Memperbanyak Sedekah

Mengawali perjalanan di tahun yang baru dengan memperbanyak sedekah tentunya merupakan perkara yang baik. Terlebih sedekah memiliki banyak keutamaan dan salah satunya ialah dapat menjadi pembuka pintu-pintu rezeki bagi pelakunya.

7. Menyambung Tali Silaturahmi

Tahun baru identik dengan pergantian angka tahun sehingga kita menyadari akan berkurangnya umur kita di dunia ini. Maka tak salah jika mengawali awal tahun dengan memperbanyak silaturahmi kepada saudara-saudara kita baik yang dekat ataupun yang jauh.

Silaturahmi sendiri memiliki dua keutamaan yang besar yakni dapat membukakan pintu rezeki dan memanjangkan (keberkahan) umur seseorang.

Baca Juga : 8 Makna Tahun Baru Islam Tanggal 1 Muharram

8. Menyantuni Anak Yatim

Sebagian besar masyarakat Indonesia melakukan santunan terhadap anak yatim pada tanggal 10 Muharram. Hal demikian telah menjadi tradisi dan pada hari tersebut sering dinamakan sebagai Hari Lebaran Anak Yatim (Iedul Yatama).

Menyantuni anak yatim sendiri merupakan salah satu amalan yang memiliki pahala besar di sisi Allah SWT. Diantara keutamaannya ialah mendapatkan derajat yang mulia, membuka pintu surga, mempermudah datangnya rezeki dan melembutkan hati yang keras.

Leave a Reply