Sabar Itu Pahit Tapi Buahnya Manis

Sabar Itu Pahit Tapi Buahnya Manis

Hikmah Sabar – Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memiliki dua sisi yang selalu bertolak belakang. Ada bahagia ada duka, sehat dan sakit, kaya dan miskin, lapang dan sempit, senang dan sedih dan lain sebagainya.

Hikmah Sabar
Ujian bisa datang tanpa menanyakan kesiapan kita

Semua orang tentunya menginginkan sesuatu yang baik dalam hidupnya, entah itu sehat, kaya, bahagia, cerdas dan lain sebagainya. Namun garis kehidupan terkadang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan. Musibah, cobaan, ujian, tantagan dan berbagai hadangan terkadang datang secara tiba-tiba tanpa tahu apakah seseorang sudah siap atau belum dalam menghadapinya.

Setiap insan akan mengalami pasang surut dalam hidupnya. Tentunya dalam hal ini islam mengajarkan untuk menyikapinya dengan sikap sabar. Dalam masa-masa sulit manusia dihimbau agar bersikap sabar. Bersabar akan mengajarkan seseorang untuk memiliki kesiapan mental dalam menghadapi kesulitan tersebut.

Adapun sikap sabar yang diajarkan disini bukanlah sikap menerima kehinaan atau menyerah dengan keadaan baik itu saat terkena musibah atau cobaan. Sabar disini ialah sebuah komitmen yang kuat untuk keluar dari kesulitan dengan memohon petunjuk dan tuntunan dari sisi-Nya.

Sabar juga buka merupakan sikap lemah dan menyerah begitu saja dengan keadaan. Sabar tak lain ialah sebuah perjuangan untuk terus menghadapi dan mencari solusi ditengah kesulitan yang berada didepan mata.

Sabar merupakan sebuah istilah yang mudah diucap namun sulit untuk dikerjakan dan teramat pahit untuk dirasakan. Meskipun pahit dan sulit, sabar memiliki buah yang manis dalam kehidupan seorang hamba. Orang yang sabar ia akan memperoleh kemenangan dan  berbagai keutamaan.

Hikmah Sabar

Allah SWT. memerintahkan kepada seluruh hamba-Nya untuk meminta pertolongan dengan sabar dan shalat. Hal tersebut tertulis dalam QS. Al-Baqarah ayat 153 berikut. “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Selain memerintahkan untuk meminta tolong dengan sabar dan shalat, pada ayat diatas juga disebutkan bahwa Allah bersama orang yang sabar. Dengan demikian, jangan merasa capek atau lelah dalam bersabar, sebab salah satu hikmah sabar ialah Allah akan membersamai siapa saja hambanya yang mampu sabar atas ujian yang diberikan oleh-Nya.

Memaknai Sabar Dalam Kehidupan

Merujuk QS. Ali-Imran ayat 200,sabar terdiri dari beberapa tingkatan. Pertama, Sabar dalam arti siap mental dalam menghadapi berbagai kesulitan (Ishbiru). Kedua, sabar dalam arti ulet dan istiqamah dalam mencari jalan keluar (shabiru). dan Ketiga, sabar dalam arti tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan (rabithu).

Dari ketiga tingkatan dan sikap diatas, sikap terakhir sangatlah penting. Hal itu dikarenakan tidak sedikit orang yang berhasil keluar dari berbagai kesulitan dan memperoleh kemenangan, akan tetapi setelah itu mereka menjadi lupa diri sehingga tidak waspada terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Hikmah Sabar

Seseorang ketika berada dalam keadaan sulit diperintahkan untuk bersabar dan setelah berhasil keluar dari kesulitan tersebut ia diperintahkan untuk bersyukur. Dengan demikian, bersabar dan bersyukur menjadi pelajaran bagi seorang hamba dalam menghadapi dua sisi kehidupan yang selalu bertolak belakang.

Selanjutnya, orang yang sabar tidak hanya bersikap lapang dada saat menghadapi kesulitan dan musibah, tetapi juga teguh pendirian (istiqamah) dalam memperjuangkan kebenaran, dan selalu dinamis dan optimistis dalam meraih masa depan yang lebih baik dan bermakna.

Baca Juga : Mata Air Kehidupan dari Siti Hajar

Sabar bisa diklasifikasikan menjadi lima, yaitu sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, sabar dalam menerima dan menghadapi musibah, sabar dalam menuntut dan mengem bangkan ilmu, serta sabar dalam bekerja dan berkarya.

Semoga kita semua mampu bersabar dalam berbagai hal, sehingga dimasukan ke dalam golongan orang-orang yang sabar.

Leave a Reply