You are currently viewing Pengertian Infak dalam Islam Beserta Contohnya

Pengertian Infak dalam Islam Beserta Contohnya

Rahmatanlilalamin.or.id – Terdapat beberapa amalan dalam Islam yang memiliki keterkaitan dengan pemberian uang dan harta salah satunya adalah infak. Infak adalah salah satu ibadah sosial yang dilakukan oleh seorang Muslim dengan sukarela untuk diberikan dalam bentuk harta bagi masyarakat yang membutuhkan.

Setiap Muslim yang memiliki harta dianjurkan untuk mengeluarkan hartanya kepada kaum dhuafa atau masyarakat yang membutuhkan. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa terdapat hak orang miskin pada setiap harta yang dimiliki setiap orang. Allah SWT berfirman:

“Dan pada setiap harta mereka terdapat pula hak orang miskin yang meminta serta orang-orang miskin yang tidak mendapatkan bagian.” QS. Adz-Dzariat ayat 19.

Definisi Infak

Infak adalah bentuk pemberian dengan mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan ataupun lainnya yang diperintahkan dalam ajaran Islam. Dari sisi bahasa, infak berasal dari bahasa arab yakni kata anfaqa-yunfiqu-infaqan yang artinya mendermakan, membelanjakan atau membiayai.

Dalam kamus bahasa Indonesia, infak adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat. Sejatinya, terdapat dua bentuk infak yakni infak untuk kebaikan dan keburukan. Infak kebaikan adalah bentuk pemberian yang dilakukan di jalan Allah dan dilakukan hanya untuk mendapatkan keridhoan-Nya. Kemudian, infak untuk keburukan adalah bentuk pemberian yang dilarang karena dapat menjauhkan seseorang dari sisi-Nya. Berkaitan dengan bentuk pemberian dengan tujuan keburukan, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan” (QS. Al-Anfal : 36).

Jenis Infak Beserta Contohnya

Berinfak adalah salah satu amal shaleh yang bernilai pahala di sisi Allah Ta’ala, terdapat beberapa jenis pemberian infak dan contohnya sebagai berikut.

1. Infak Wajib

Infak wajib adalah bentuk infak yang secara hukum wajib dikeluarkan oleh seseorang, artinya orang tersebut akan mendapatkan pahala berinfak ketika melakukannya dan akan mendapat dos ajika tidak menunaikannya. Contoh infak wajib antara lain membayar mas kawin, membayar kafarat, dan menafkahi keluarga.

2. Infak Sunnah

Infak sunnah adalah jenis pemberian yang disunnahkan bagi umat Islam, seseorang yang mengerjakannya akan mendapat pahala kebaikan dan tidak berdosa ketika tidak menunaikannya. Jenis pemberian ini ditujukan untuk bersedekah di jalan Allah, yang mana bentuk yang diberikannya adalah uang atau bentuk lainnya. Contoh jenis pemberian ini antara lain infak jihad dan infak untuk membantu orang lain.

3. Infak Mubah

Infak mubah adalah bentuk pemberian yang dibolehkan secara hukum, namun orang yang mengerjakannya tidak mendapatkan pahala sama sekali. Begitu juga orang yang tidak menunaikannya akan terbebas dari dosa. Contoh dari infak sunnah antara lain memberikan harta untuk keperluan bercocok tanam, berdagang serta bertani.

4. Infak Haram

Infak haram adalah bentuk pemberian yang diharamkan atau dilarang dalam Islam, orang yang mengerjakan bentuk pemberian ini akan mendapatkan dosa. Contoh dari infak ini adalah infak yang dilakukan namun tidak ikhlas ataupun dilaksanakan dengan tujuan diluar mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Keutamaan Berinfak

1. Memperoleh Pahala yang besar

Seseorang yang dengan sukarela mengeluarkan sebagian dari hartanya untuk berinfak akan diberikan pahala yang besar di sisi-Nya. Berkaitan dengan ini, Allah SWT berfirman:

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah sebahagian dari hartamu yang Allah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (sebahagian) dari hartanya memperolehi pahala yang besar”. (QS. Al-Hadid: 7).

2. Mendapatkan doa dari malaikat

Umat Islam dianjurkan untuk berinfak dengan cara menyisihkan sebagian dari hartanya untuk dikeluarkan atau dibelanjakan di jalan Allah. Diantara bentuk infak antara lain menafkahi keluarga, menolong orang lain, dan pemberian lainnya. Dalam sebuah hadits disebutkan orang yang senantiasa berinfak akan mendapat doa dari malaikat, Rasulullah SAW bersabda:

“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari).

3. Harta yang diinfakan akan diganti

Berinfak adalah bentuk pengeluaran harta untuk sesuatu yang bermanfaat. Harta yang diinfakan di jalan Allah tidak akan hilang dan sejatinya harta tersebutlah yang abadi, Allah akan mengganti harta tersebut bagi siapa saja yang berinfak dengan ikhlas. Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)’. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan (belanjakan), maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (QS. Saba: 39).

Baca Juga: Kisah Inspiratif, Menginfakan Harta Terbaik

Bayar Infak Online

Membayar infak kini dapat dilakukan secara online melalui berbagai platform yang tersedia, salah satunya platform infak dan donasi online Indonesia Berbagi yang dikelola oleh Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur.

Sahabat dapat membayar infak secara online dengan mengunjungi laman Indonesia Berbagi atau mengakses tombol di bawah ini.

Infak Sekarang

Leave a Reply