You are currently viewing 5 Keutamaan Bulan Dzulhijjah

5 Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Rahmatanlilalamin.or.id, Keutamaan Bulan Dzulhijjah – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan tanggal 1 bulan Dzulhijjah jatuh pada 1 Juli 2022. Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan suci (syahr al haram) dalam Islam bersamaan dengan tiga bulan lainnya yakni Dzulqoidah, Muharram, dan Rajab.

Pada bulan Dzulhijjah, kita semua akan dipertemukan dengan hari raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Pada hari raya tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menyembelih hewan qurban dimulai pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik (11-13 Dzulhijjah).

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Sebagai bulan yang dimuliakan Allah bersamaan dengan empat bulan lainnya, bulan Dzulhijjah memiliki beberapa keutamaan sebagai berikut.

1. Islam Disempurnakan pada Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah disebut sebagai bulan disempurnakannya agamar Islam, yang mana sempurnanya agama Islam ditandai dengan turunnya ayat Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 3 sebagai berikut.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah meridhai Islam itu agama bagi kalian.” (Qs. Al Maidah: 3)

Berkaitan dengan ayat tersebut, para ulama sepakat bahwa ayat tersebut turun pada bulan Dzulhijjah saat haji wada’ di hari Arafah. Hal itu didasarkan pada atsar dari Umar bin Khattab RA bahwasannya seorang ulama Yahudi berkaya kepada Umar, Wahai Amiirul Mu’miniin, tahukah engkau satu ayat dalam kitab suci kalian yang kalian baca, yang jika seandainya ayat itu turun kepada kami maka kami akan jadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai hari raya.”

Umar berkata, “Ayat apakah itu?”

Yahudi itu membacakan ayat tersebut, “Al yauma akmaltu lakum…

Umar pun berkata, “Sungguh kami telah mengetahui di mana dan kapan ayat itu turun. Ayat itu turun pada saat Nabi sedang berada di padang Arafah di hari Jum’at.” (HR. Al Bukhari)

2. Bulan Haji

Bulan Dzulhijjah dan haji diibaratkan gula dan rasa manis yang tidak dapat dipisahkan. Pada bulan ini, umat Islam diundang untuk menyempurnakan rukun Islam yakni berhaji ke Baitullah.

Momen ibadah haji juga menjadi momen bagi umat Islam di seluruh dunia untuk berkumpul dan bersilaturahmi pada puncak ibadah haji yakni pelaksanaan wukuf di Arafah.

3. Terdapat Hari Arafah

Hari arafah merupakan sebuah hari yang sangat agung di bulan Dzulhijjah, yang mana pada hari tersebut umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji disunnahkan untuk melakukan puasa Arafah.

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang agung yakni dapat menggugurkan dosa seorang Muslim selama dua tahun (satu tahun ke depan dan satu tahun ke belakang). Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. An Nasaa’i)

4. Bulan Haram untuk Berperang

Sebagai bulan haram, pada bulan Dzulhijjah dilarang untuk menumpahkan darah atau berperang. Hal itu sama dengan bulan haram yang lainnya yakni bulan Dzulqoidah, Muharram, dan Rajab.

Baca Juga: 3 Alasan Kenapa Harus Berqurban di Hari Raya Idul Adha

5. Anjuran Berqurban

Pada hari raya Idul Adha umat Islam yang mampu dianjurkan untuk berqurban. Hukum qurban sendiri ialah Sunnah Muakkad artinya sunnah yang sangat dianjurkan.

Qurban sendiri dapat dijadikan momen untuk mewujudkan persatuan dan keadilan sosial, yang mana pada hari raya Idul Adha seluruh umat Islam baik golongan aghnia maupun dhuafa akan makan dengan menu yang sama yakni olahan daging qurban.


Hari raya Idul Adha kian dekat, Yuk daftar qurban segera di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur dengan mengakses tombol di bawah ini.

Leave a Reply