You are currently viewing Kisah Anak Yatim Sukses Jadi Tokoh Pengubah Dunia

Kisah Anak Yatim Sukses Jadi Tokoh Pengubah Dunia

Rahmatanlilalamin.or.id – Anak yatim merupakan seorang anak yang ditinggal meninggal ayahnya sebelum mencapai usia baligh. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan seorang yatim dapat menjadi sosok tangguh dan pemimpin di usia dewasanya. Terdapat kisah yang menceritakan bahwa ada banyak sosok yatim yang menjadi tokoh penting dan pelopor perubahan di dunia, siapa saja dan bagaimana ceritanya? Simak kisah anak yatim sukses penuh hikmah di bawah ini.

Kisah Anak Yatim Sukses

Dalam catatan sejarah terdapat banyak orang besar yang lahir dan tumbuh besar tanpa kehadiran sosok ayah dalam hidupnya. Mereka ditakdirkan menjadi yatim dan kemudian setelah besar menjadi sosok yatim yang sukses serta menjadi pengubah dunia. Berikut adalah beberapa tokoh pengubah dunia yang ditakdirkan menjadi yatim dan tumbuh besar tanpa kehadiran sosok ayah.

1. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang menjadi suri tauladan bagi umat Islam. Beliau dilahirkan pada tahun Gajah yakni pada saat pasukan Abrahah menyerang Kabah yang diperkirakan terjadi pada 12 Rabiul Awal.

Nabi Muhammad SAW ditakdirkan lahir dan tumbuh sebagai yatim dan piatu, beliau telah menjadi anak yatim sejak masih dalam kandungan Ibunda Siti Aminah binti Wahab. Abdullah bin Adbul Muthalib  sang ayah Nabi meninggal ketika berada dalam perjalanan dagang ke negeri Syam.

Kemudian, di usia 6 tahun beliau harus ditinggalkan sang bunda yakni Siti Aminah meninggal dunia dan mengharuskan beliau tinggal dan diasuh oleh kakeknya yakni Abdul Muthalib. Dibawah asuhan sang kakek, Rasulullah diberikan perhatian dan kasih sayang yang besar, Abdul Muthalib menyayangi Nabi melebihi rasa sayang kepada anak-anaknya sendiri.

Namun, pada usianya yang ke-8 tahun, beliau harus mengikhlaskan kepergian sang kakek yang meninggal dua tahun kemudian setelah ibundanya meninggal. Sepeninggal Abdul Muthalib, Nabi Muhammad kemudian di asuh oleh sang paman yakni Abu Thalib.

Bersama Abdu Thalib, Rasulullah mendapatkan asuhan yang baik dan penuh kesayangan, di samping itu beliau juga mendapatkan banyak pelajaran hidup yang kelak menjadikannya sebagai sosok pemimpin yang mampu mengubah dunia.

Kepada sang paman, Nabi Muhammad SAW belajar banyak tentang bagaimana menjadi pedagang yang sukses dengan berlandaskan kejujuran dan kreativitas. Dari pengalaman tersebut, beliau tumbuh menjadi pribadi yang punya nalar dan cara berpikir yang tajam sebagai pedagang dan pengembala domba.

Memasuki usia dewasa, beliau pergi ke Syam untuk berniaga di bawah kepercayaan saudagar kaya yakni Siti Khadijah untuk membawa barang dagangannya. Berawal dari sebuah kepercayaan yang diemban dan kejujuran yang ditonjolkannya, Rasulullah kemudian melabuhkan cintanya dengan menikahi Siti Khadijah pada usia 25 tahun.

2. Imam Bukhari

Imam bukhori merupakan sosok perawi hadits yang terkenal dan mampu meriwayatkan banyak hadits. Sosok yang memiliki nama asli Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ismail ibn Ibrahim ibn Al-Mughirah ibnu Bardizbah ini lahir pada 13 Syawal 194 Hijriah. Imam Bukhori menjadi salah satu tokoh besar yang ditakdirkan lahir sebagai yatim.

Tak hanya itu, masa kecil yang dilalui sosok perawi hadits tersebut terdengar naas karena ia juga ditakdirkan mengalami kebutaan. Namun, semangat dan mimpinya menjadikan Imam Bukhori terus menebarkan perasaan positif dalam dirinya yang kemudian didorong penuh oleh dukungan sang ibu yang tulus agar anaknya berhasil.

Sang Ibunya berazam kalau putranya dapat melihat, ia akan menyerahkannya pada seorang guru untuk dididik ilmu agama. Sang bunda pun tak pernah berhenti untuk berdoa setiap waktu memohon kesembuhan anaknya. Tak terhingga ibunda mengucurkan air mata agar penglihatan anaknya kembali normal.

Sampai suatu malam, ia mimpi bertemu Nabi Ibrahim yang mengatakan Allah telah mengembalikan indera penglihatan anaknya. Sontak, ia bangun dari tidurnya. Atas izin Allah, akhirnya Bukhari kecil dapat melihat lagi. Sebagai bentuk rasa syukur Ibunda, ia ajak anaknya keliling negeri-negeri Islam untuk belajar hadits. Imam Bukhari mengelana ke Mekkah, Madinah, Baghdad, Kufah, hingga ke Asia Barat.

Dengan kemampuan menghafal yang sangat baik, Imam Bukhori mampu menghafal di luar kepala hanya dengan satu kali membaca. Alhasil, ia menjadi sosok yang hebat dan maestro hadits di usia muda yakni 18 tahun yang kemudian meluncurkan kitab pertamanya yaitu “Khazaya Shahabah wa Tabi’in”. Bukan hanya itu, ia hafal kitab-kitab hadits karya Mubarak dan Waki’ bin Jarrah bin Malik.

Kemampuan menghafalnya yang baik juga mengantarkan beliau untuk hafal satu juta hadits yang diriwayatkan oleh 80 perawi. Kemudian, beliau juga menshahihkan 7275 hadits yang kemudian dituliskan dalam kitab yang masyhur yakni Shahih Bukhori.

3. Imam Syafi’i

Imam Syafi’I adalah seorang Imam Besar ahli ilmu fikih yang memiliki nama lengkap Muhammad bin Idris bin al-Abbas bin Utsman bin as-Syafi’ bin as-Saaib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin al-Muththolib bin Abdi Manaf alMuththolibi al-Qurasyi.

Ia lahir di Gaza pada tahun 150 H atau 767 M. dan ditakdirkan untuk tumbuh besar tanpa kehadiran sosok ayah dikarenakan sang ayah wafat ketika Syafi’I berusia 2 tahun.

Titik balik perjalanan kisah hidup Imam Syafi’i sebagai anak yatim dimulai saat Ibunda mengajaknya pindah ke kampung halaman ayahnya di Kota Mekkah. Kondisi ekonomi keluarga tidak menjadikannya minder, namun ia tetap bersemangat untuk terus menuntut ilmu ke berbagai penjuru bumi, dari satu guru ke guru lain, dari satu madrasah ke madrasah lain, dan bahkan sari satu tempat ke tempat lain.

Dengan kegigihan dan keseriusannya, Imam Syafi’I berhasil menjadi penghafal Al-Quran di usia 9 tahun. Setelah itu, ia memutuskan untuk merantau ke Suku Hudzail guna mempelajari bahasa Arab dengan fasih. Di tempat tersebut, Imam syafi’I belajar selama 20 tahun dan ia menguasai ilmu bahasa Arab, syair hingga sejarah bahasa Arab.

Kemudian, Imam Syafi’I menjadi sosok yang mampu bersanding dengan Bukhari dan ulama terkemuka lainnya. Inilah kisah anak yatim yang menjadi tokoh pengubah dunia dengan keilmuannya yang sangat matang.

4. Imam Hanbali

Imam Hanbali yang memiliki nama asli Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Abu `Abdullah al-Shaybani lahir di Baghdad, Irak, pada 20 Rabiul Awal tahun 164 H. Imam Hanbali menjadi salah satu tokoh besar yang ditakdirkan sebagai yatim sejak bayi karena sang ayah wafat. Ayahnya merupakan seorang pimpinan militer di Khurasan.

Meski demikian, Imam Hanbali lahir di dari keluarga yang terpandang, ibunya adalah seorang guru Al-Quran dan hadits di Persia. Hal itu menjadikannya familiar dengan hadits sedari kecil. Kemudian, letak geografis tempat tinggalnya yakni Baghdad yang saat itu menjadi pusat pengetahuan dan kebudayaan menjadikannya sosok yang teguh, tegas, dan cerdas.

Di tengah keluarga dan fasilitas yang mumpuni, ia tidak tumbuh menjadi sosok yang egois dan seenaknya.

Kemudian, sang bunda merupakan seorang pengajar Al-Quran dan hadits di Persia.

Hal ini menjadikan Imam Hanbali sejak kecil familiar dengan hadits. Ia tinggal di Baghdad dan tumbuh dengan kepribadian yang teguh, tegas dan cerdas.

Ia menjadi anak yatim sejak bayi karena ayahnya wafat. Ayahnya adalah seorang pimpinan militer di Khurasan. Sejak kecil, Imam Hanbali familiar dengan hadits karena ibunya adalah seorang pengajar Al Quran dan hadis di Persia. Kakeknya, Hanbal bin Hilal adalah gubernur Persia pada masa Dinasti Umayyah. Pada usia 19 tahun, ia merantau dari Baghdad ke kota Kufah, Basrah, Mekkah, Madinah, Yaman, dan Syam untuk menggali ilmu agama.

Tak tanggung-tanggung, ia berguru kepada Imam Syafi’i dan beliau memuji kecerdasan Hanbali di bidang Fiqih, Hadist, dan Zuhud. Keuletan serta keberanian membuat Imam Hanbali menjadi salah satu anak yatim pengubah dunia dengan ilmu pada madzhabnya.

Demikianlah beberapa kisah anak yatim yang sukses dan menjadi pengubah dunia, semoga menjadikan kita semakin optimis dalam meraih mimpi dan kesuksesan di dunia akhirat. Selain itu, kisah tersebut juga semoga menjadi penggugah hati agar senantiasa memuliakan anak yatim dengan berbagai cara yang dapat dilakukan.

Mari peduli pendidikan yatim dan bantu mereka mewujudkan mimpinya melalui donasi pendidikan yatim Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur di bawah ini.

Leave a Reply