Mempertahankan Amaliah Ramadhan

Mempertahankan Amaliah Ramadhan

Mempertahankan Amaliah Ramadhan – Bulan Ramadhan 1442 H. telah berlalu, akan tetapi amal ibadah yang dilakukan selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan juga turut pergi dan berlalu. Salh satu tanda suksesnya seseorang di bulan Ramadhan ialah seluruh amal ibadah yang ia kerjakan di bulan Ramadhan tetap ia kerjakan di bulan-bulan berikutnya.

Syeikh Yusuf Qardhawi berkata “Kun Rabbanian. Walaa takun Ramadhinian” artinya jadilah seorang hamba yang Rabbani, dan jangan menjadi hamba Ramadhan yang hanya beribadah disaat bulan Ramadhan.

Ketaatan seorang hamba yang bertakwa bukan bersifat musiman, akan tetapi seharusnya terus meningkat hingga akhir hayat. Takwa juga merupakan salah tujuan dari pelaksanaan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

Mempertahankan amaliah ramadhan
Mempertahankan amaliah ramadhan.

Semakin baik dan tinggi nilai ketakwaan seseorang, maka semakin sukses Ramadhan yang telah ia lalui. Sebaliknya, semakin rendah ketakwaan seseorang, maka semakin jauh seseorang atas Ramadhan yang telah dilaluinya.

Pada bulan Ramadhan syaitan dibelenggu, artinya di bulan ini seorang hamba dapat jauh mengenali dirinya. Dimana letak kelemahannya serta dosa dan maksiat apa yang masih sangat mudah dan rutin dikerjakan olehnya disaat syaitan di belenggu. Sehingga setelah Ramadhan berakhir, ia mampu mengenal dirinya dan lebih berhati-hati serta protektif terhadap kelemahan yang ia miliki.

Setidaknya setelah Ramadhan berlalu ada beberapa amaliah yang bisa dikerjakan sebagai upaya Mempertahankan Amaliah Ramadhan dan bahkan jika bisa ditingkatkan di bulan-bulan seterusnya.

Memakmurkan Mesjid

Selama bulan Ramadhan umat islam beramai-ramai melaksanakan shalat dan beberapa ibadah lainnya dalam masjid. Setelah Ramadhan berakhir, semangat untuk memakmurkan masjid seharusnya tetap ada dan bahkan terus ditingkatkan.

Hendaknya umat islam menegakan shalat berjama’ah di masjid. Sebab, diantara ciri dari shalat yang dicontohkan oleh Nabi ialah dilaksanakan awal waktu, secara berjama’ah dan bertempat di masjid. Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa shalat berjama’ah di masjid memiliki keutamaan yang jauh lebih besar disbanding dengan shalat sendirian,

Selain mendirikan shalat, umat islam juga dapat mengerjakan berbagai ibadah lainnya di masjid diantaranya mengikuti kajian keislaman serta tilawah Al-Qur’an.

Nabi SAW bersabda: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR Muslim).

Mendirikan Ibadah di Waktu Sahur

Di bulan Ramadhan saat hendak berpuasa, umat islam dianjurkan untuk makan sahur terlebih dahulu. Setelah makan sahur, umat islam juga dianjurkan untuk melakukan banyak ibadah seperti mendirikan shalat tahajud, berdzikir, bermunajat dan lain sebagainya.

Dalam QS Ali Imran ayat 16 menyebutkan bahwa salah satu ciri dari hamba yang bertakwa ialah beristighfar di waktu sahur. Selain itu, waktu sahur juga menjadi waktu dikabulkannya do’a bagi yang memanjatkannya. Jadi, selepas Ramadhan berakhir, kita semua harus mempertahankan ibadah di waktu sahur dan bahkan bisa meningkatkannya.

Berbuat Baik Terhadap Sesama

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh cinta dan kasih sayang. Di bulan ini semua orang bersemangat untuk menebar kebaikan dan berbuat baik terhadap sesama. Salah satunya umat islam diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah, dimana salah satu tujuannya ialah agar tidak ada satu orangpun yang kelaparan dan masih mencari makan di hari raya.

Sikap saling mencintai dan menyayangi tersebut harus tetap dipertahankan meski Ramadhan telah pergi. Kita dapat memulainya dengan membantu saudara-saudara kita baik dengan harta, tenaga ataupun hal lain yang bisa diberikan. Sedikit ataupun banyak hal tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian dan tanda cinta bagi sesama.

Memperbanyak Tilawah Al Qur’an

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, tidak sedikit yang memperbanyak tilawah dan mengkhatamkan bacaannya beberapa kali di bulan Ramadhan. Selain itu, banyak juga yang mengikuti kajian-kajian Al-Qur’an baik secara virtual maupun secara langsung di majelis masing-masing.

Dari waktu ke waktu interaksi dengan Al-Qur’an mesti tetap ditingkatkan, termasuk setelah Ramadhan berlalu. Pasca bulan Ramadhan ini, marilah menjadi ahlul Qur’an dengan cara mendengarkan bacaannya, membaca dan menghafal ayat-ayatnya, mentadabburi isinya dengan memahami maknanya dan kemudian mengamalkan serta mengajarkannya.

Baca Juga : Menjadi Alumni Ramadhan yang Rabbani

Menjalankan Ibadah Puasa

Puasa merupakan amalan yang mengandung banyak hikmah unutk menempa diri menjadi hamba yang bertakwa sehingga yang melakukannya bahagia dan selamat dunia akhirat. Jika selama  satu bulan penuh kita mampu berpuasa, maka di bulan syawal ini disunnahkan untuk berpuasa selama enam hari.

Ibadah puasa juga harus tetap dipertahankan di bulan-bulan berikutnya. Banyak puasa yang dapat kita jalankan mulai dari puasa senin dan kamis, puasa daud, puasa ayamul bidh dan lain sebagainya.

Leave a Reply