You are currently viewing Meneladani Sisi Kedermawanan Rasulullah

Meneladani Sisi Kedermawanan Rasulullah

Meneladani Sisi Kedermawanan Rasulullah – Rasulullah SAW merupakan sosok ideal yang menjadi teladan bagi seluruh umat islam. Seluruh umat manusia juga mengakui kebesaran dan kemuliaan beliau.

Kebesaran Rasulullah itu tak lain karena beliau merupakan sosok yang diciptakan Allah agar menjadi teladan dan membawa keberkahan serta keselamatan hidup seluruh umat manusia.

Para sahabat bertanya kepada Aisah binti Abu Bakar yang merupakan istri Rasulullah mengenai perilaku hidupnya, Aisyah binti Abu Bakar kemudian menjawab bawha akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Quran yang berjalan. Hal itu tak lain karena semua perilaku hidupnya tidak lepas dari tuntunan Al-Quran.

Meneladani Kedermawanan Rasulullah
Kedermawanan adalah sikap yang dapat mendatangkan banyak keberkahan. (Foto; Pixabay)

Salah satu akhlak Rasulullah yang wajib diteladani umatnya ialah sifat kedermawanan beliau. Dalam islam, kedermawanan merupakan salah satu jalan untuk meraih ridha dan dan surga Allah. Sebaliknya, perbuatan kikir merupakan jalan menuju murka Allah.

Rasulullah merupakan utusan Allah yang juga dikenal sebagai sosok yang sangat kaya dan dermawan. Meskipun beliau mampu hidup berkecukupan, Rasulullah memilih hidup dengan kesederhanaannya. Bahkan, Rasulullah rela jika semua harta kekayaannya diberikan untuk kemaslahatan umatnya.

Diantara contoh kecilnya ialah ketika pasukan muslim menang dalam perang Hunain. Saat itu, pasukan muslim berhasil mendapatkan harta rampasan yang berlimpah seperti 40 ribu ekor domba, 24 ribu ekor unta, 4 ribu uqiyah perak (1 uqiyah kurang lebih 4 kilogram), dan 6 ribu budak.

Dengan harta rampasan perang yang sangat berlimpah itu, Rasulullah tak mengambil sedikitpun dari harta rampasan perang tersebut, meskipun ada hak untuk dirinya yakni seperlima dari keseluruhan harta rampasan perang.  Beliau memilih membagikan harta rampasan tersebut kepada umatnya.

Umat islam wajib meneladani kedermawanan Rasulullah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sebab tak ada manusia mana pun yang memiliki kemurahan hati dan kedermawanan sehebat Rasulullah. Salah satu sahabat Nabi Anas bin Malik menyebutkan bahwa Rasulullah adalah sosok manusia paling dermawan dan pada bulan Ramadahn menjadi sangat dermawan.

Di sepanjang hidupnya, beliau selalu hidup untuk mengedepankan orang lain demi kabahagiaan dan kemaslahatan umat. Beliau selalu senang saat melihat orang lain gembira, bahkan Rasulullah meletakan keluarganya pada bagian terakhir dalam hal mendapatkan kesenangan.

Setiap umat islam mendapatkan harta rampasan perang, pihak pertama yang mendapatkan bagian dari Rasulullah adalah keluarga para syuhada perang Badar dan Uhud. Sebelum semua muslim mendapatkan bagiannya, Rasulullah tak pernah memberikan apapun kepada keluarganya sendiri.

Disamping itu, Rasulullah juga merupakan sosok yang selalu berkata “ya” kepada siapapun yang meminta kepadanya selama tidak melanggar syariat. Disebutkan bahwa Rasulullah beberapa kali memberikan serban yang beliau kenakan kepada orang yang menginginkannya. Beliau tidak segan-segan memberikan sesuatu yang diminta orang-orang badui yang datang.

Baca Juga: Cara Sukses Berdagang Seperti Rasulullah

Sifat kedermawanan Rasulullah juga turut diikuti oleh istrinya yakni Khadijah, Khadijah merupakan wanita terkaya di Meka yang kemudian menginfakkan seluruh harta kekayaannya untuk kepentingan dakwan Islam.

Sahabat, Rasulullah merupakan sosok yang paling dermawan, dan kita sebagai umat Islam seharusnya meneladani sisi kedermawanan Rasulullah, terutama dalam berderma untuk dhuafa dan fakir miskin.

Bagikan Artikel Ini

Leave a Reply