You are currently viewing Tiga Tanda Hidup Bahagia, Simak Penjelasannya Berikut

Tiga Tanda Hidup Bahagia, Simak Penjelasannya Berikut

Tiga Tanda Hidup Bahagia – Setiap orang tidak luput dari keinginanan untuk dengan dilipitui kebahagiaan. Lalu, apa sih makna sebenarnya dari kebahagiaan itu sendiri? Sebagian ada yang memaknai bahagia dengan berorientasi pada duniawi. Sebagiannya ada yang berorientasi pada ukhrawi dan tak sedikit orang yang memaknai kebahagiaan tanpa orientasi.

Kebahagiaan merupakan kebutuhan asasi setiap manusia. Dalam pandangan islam, kebahagiaan pada dasarnya merujuk pada salah satu kalimat dalam bahasa arab yang disebut sa’adah. Sa’adah dalam bahasa arab merupakan bentukan dari suku kata sa’ada yang memiliki arti bahagia.

Dalam pengertian lain, kebahagiaan adalah saat seorang muslim dapat mempertahankan keimanan atau keyakinan serta mampu melaksanakan perilaku sesuai dengan keyakinan tersebut. Tentu hal ini sangat berkaitan erat dengan sejauh apa seorang muslim yakin terhadap ketentuan-ketentuan yang Allah SWT berikan dalam setiap langkah kehidupannya.

Menurut pandangan Imam Al-Ghazali dalam buku Ihya Ulumudin, Bahagia merupakan sebuah kondisi spiritual saat manusia berada dalam puncak ketakwaan. Bahagia merupakan salah satu kenikmatan hakiki yang diberikan Allah. Kebahagiaan juga adalah manifestasi berharga dari mengingat Allah.

Menurutnya, puncak kebahagiaan ada ketika seorang hamba mampu mencapai tahap makrifat, telah mengenal Allah SWT. Kebahagiaan datang bila seorang manusia merasakan nikmat dan kesenangan. Dimana kesenangan itu didasarkan pada tabiat sebuah kejadian masing-masing.

kesenangan mata ialah ketika ia melihat rupa yang indah. Kenikmatan telingan ketika ia mendengar suara yang syahdu dan merdu.  Begitupun dengan kenikmatan hati ialah ketika hati itu dijadikan untuk selalu mengingat Allah dan teguh makrifat pada-Nya.

Sebagai seorang muslim, tentunya kita harus memandang kebahagiaan dengan orientasi ukhrawi. Adapun tiga hal yang menjadi tanda hidup bahagia bagi seorang muslim adalah sebagai berikut.

1. Apabila diberi kenikmatan dia bersyukur

Tiga Tanda Bahagia | Yayasan Anak yatim di Jakarta

Segala  puji bagi Allah yang telah memberi kita banyak nikmat mengurus segala keperluan kita. Jika dihitung, tak ada satupun manusia yang mampu menghitung limpahan nikmat yang diberikan oleh-Nya. Adapun salah satu yang dapat menjadi tanda kebahagiaan seorang muslim ialah ketika diberi nikmat maka ia akan bersyukur.

Kita semua mengetahui, bersyukur merupakan salah satu yang dapat menjadikan bertambahnya nikmat. Bersyukur juga akan mengantarkan seorang hamba untuk senantiasa mengingat-Nya serta dapat menjadikan seorang hamba sadar bahwa nikmat yang diterimanya saat ini bersifat sementara.

2. Apabila diuji dengan musibah dia bersabar

Tiga Tanda Bahagia | Yayasan Anak yatim di Jakarta

Ujian berupa datangnya musibah bisa datang kapan saja, tanpa menanyakan siap atau tidaknya seorang hamba. Adapun ketika ujian berupa musibah datang, hendaknya seorang hamba bersabar. Bersabar disini memang tak akan mengubah atau menahan ujian tersebut. Namun, dengan bersabar seorang muslim dapat menghadapi serta melalui ujian tersebut dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Seseorang yang mampu menghadapi ujian dengan kesabaran ia akan merasakan kebahagiaan. Hal itu dikarenakan kesabaran dapat menjadikan hati tenang, pikiran jernih dan fisik menjadi kuat sehingga mampu memikirkan solusi yang tepat atas musibah yang datang pada dirinya.

Baca Juga : Kebahagiaan Saat Memberi

3. Apabila melakukan dosa dia bertaubat

Tiga Tanda Bahagia | Yayasan Anak yatim di Jakarta

Tak ada seorang muslim yang mampu menghindarkan dirinya dari perbuatan dosa, baik itu dosa kecil ataupun dosa besar, yang disengaja ataupun tidak. Sebaik-baik orang yang berbuat dosa ialah orang yang mampu mengikuti perbuatan dosanya dengan taubat dan amalan shaleh.

Dosa menjadi salah satu penyebab sempitnya kehidupan , jalan terasa buntu dan pikiran menjadi tidak tenang. Jika diibaratkan, dosa adalah sebuah kotoran yang dapat menempel di hati seorang manusia, dan taubat sebagai pembersih atas kotoran tersebut.

Leave a Reply