You are currently viewing Tips Atasi Krisis Keuangan dalam Keluarga

Tips Atasi Krisis Keuangan dalam Keluarga

Rahmatanlilalamin.or.id, Tips Atasi Krisis Keuangan Keluarga – Kondisi keuangan terutama keuangan keluarga tentu akan terus mengalami perubahan, seperti halnya roda kondisi tersebut juga terus mengalami perputaran. Ada masanya kondisi keuangan keluarga kita aman dan kadang juga berada dalam krisis.

Kondisi keuangan yang aman tentunya menjadi kondisi yang kita inginkan. Kemudian untuk kondisi krisis tentunya menjadi kondisi yang sangat menakutkan dan harus secara maksimal kita hindari. Dengan demikian, topik mengatasi krisis keuangan keluarga menjadi salah satu topik yang harus kamu ketahui bagi kamu yang telah mengarungi kehidupan berumah tangga.

Secara umum, banyak orang yang berpandangan bahwa kondisi keuangan keluarga dipengaruhi besar atau kecilnya penghasilan yang dimiliki. Namun demikian, selain hal itu ada hal yang jauh lebih penting yakni bagaimana keluarga tersebut mampu mengelola keuangan dengan baik dan tepat.

Pengelolaan keuangan yang tepat dapat menjadi salah satu hal yang dapat menjadikan keuangan keluarga berada dalam kondisi yang aman dan mampu mewujudkan rencana keuangan keluarga seperti membeli rumah, kendaraan, biaya pendidikan anak, liburan, dan lain sebagainya.

Cara mengatasi Krisis Keuangan Keluarga

Tips Atasi Krisis Keuangan Keluarga

Krisis keuangan keluarga menjadi kondisi yang harus dihindari, tentunya dengan cara pengelolaan uang yang tepat. Lalu, bagaimana cara mengatasi krisis keuangan keluarga? Jangan khawatir, berikut adalah beberapa tips atasi krisis keuangan keluarga.

1. Buat Pembukuan Berkala

Cara pertama untuk mengatasi krisis keuangan keluarga ialah dengan cara membuat pembukuan berkala, yang mana dalam pembukuan tersebut semua transaksi keuangan yang terjadi di catat satu per satu.

Cara ini memang terlihat agak membosankan, namun dengan mencatat seluruh transaksi baik pemasukan maupun pengeluaran dapat memudahkanmu untuk memantau seperti apa kondisi keuangan keluargamu.

Tak hanya itu, dengan mencatat seluruh transaki juga dapat memudahkanmu untuk membuat perbandungan anggaran yang akan digunakan untuk bulan berikutnya. Hal ini juga berguna untukmu dalam melakukan evaluasi keuangan mana pengeluaran yang terkesan berlebihan dan sebenarnya tidak perlu dilakuakn atau mengalokasikannya untuk hal yang jauh lebih penting.

2. Budayakan Gaya Hidup Hemat

Berhemat menjadi salah satu gaya hidup yang perlu diterapkan baik saat masih single ataupun sudah berumahtangga. Pastikan kamu hanya mengeluarkan uang hanya untuk hal yang bermanfaat dan untuk memenuhi kebutuhan.

Contohnya kamu dapat menghindari kebiasaan membeli baju satu bulan sekali atau kebiasaan makan di luar, dalam hal ini kamu dapat membeli baju sesuai dengan kebutuhan dan membiasakan untuk makan di rumah bersama keluarga, meskipun sesekali kamu dapat makan di luar bersama keluarga misalkan satu bulan sekali atau pada momen2 tertentu saja.

3. Sisihkan Dana Darurat

Dana darurat menjadi hal penting yang harus kamu miliki. Pasalnya dana darurat menjadi salah satu simpanan yang dapat kamu gunakan dalam kondisi genting atau darurat misalnya saat salah satu anggota keluarga ada yang sakit.

Bila sudah berkeluarga, besaran dana darurat yang harus disimpan minimal enam kali dari penghasilan bulanan. Sehingga dana darurat yang harus kamu miliki jika gaji bulanan sebesar Rp2 juta adalah Rp12 juta.

Untuk menyisihkannya, kamu dapat memangkas pengeluaran yang tidak perlu dengan cara menerapkan budaya hidup hemat kemudian memasukan uang pengeluaran tersebut ke rekening khusus dana darurat.

4. Kurangi dan hindari penggunaan kartu kredit

Tips atasi krisis keuangan keluarga berikutnya ialah dengan cara mengurangi dan menghindari penggunaan kartu kredit. Meskipun secara fungsional kartu kredit dapat membantu kita memenuhi kebutuhan khususnya ketika di akhir bulan.

Baca Juga: Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Namun, jika kamu menggunakan kartu kredit secara berlebihan dan hanya melakukan pembayaran minimum saja, hal ini akan menjadi penyebab krisis keuangan keluarga dan bahkan bisa menjadikannya lebih parah. Sebab itu, mengurangi dan bahkan menghindari penggunaan kartu kredit menjadi salah satu solusi untuk mengatasi serta menghindari krisis keuangan keluarga.

Bagikan Artikel Ini

Leave a Reply