You are currently viewing Waktu dan Tanda Malam Lailatul Qadar

Waktu dan Tanda Malam Lailatul Qadar

Rahmatanlilalamin.or.id, Waktu dan Tanda Malam Lailatul Qadar – Lailatul qadar merupakan malam istimewa yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim pada bulan suci Ramadhan. Malam ini disebutkan lebih baik daripada seribu bulan sehingga menjadi motivasi sendiri bagi umat islam untuk meningkatkan ibadah agar mampu meraih keutamaan malam tersebut.

Pada sebagian masyarakat Indonesia, di sepuluh hari terakhir Ramadhan kita sering menjumpai sejumlah mushala dan mesjid yang mengadakan itikaf berjamaah. Hal demikian dilakukan dengan tujuan untuk meraih malam lailatul qadar yang menjadi rahasia Allah.

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?

Waktu dan Tanda Malam Lailatul Qadar
Waktu dan Tanda Malam Lailatul Qadar.

Sebagai malam yang istimewa, terjadinya malam Lailatul Qadar menjadi rahasia Allah. Hal ini mengandung hikmah bahwa hanya orang yang bersungguh-sungguhlah yang akan akan mendapatkan kemuliaan malam tersebut.

Meski kedatangannya menjadi rahasia Allah, para ulama berijtihad untuk memprediksi kapan malam kemuliaan tersebut datang. Berdasarkan pendapat yang paling kuat, malam lailatul qadar terjadi pada sepertiga terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian pada hadits berikutnya disebutkan bahwa kedatangan malam lailatul qadar lebih mungkin terjadi pada tanggal-tanggal ganjil di sepertiga terakhir Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017).

Dikutip dari muslim.or.id, mengenai kapan tanggal pasti malam Lailatul Qadar, Ibnu Hajar Asqalani menyebutkan terdapat empat puluhan pendapat ulama mengenai masalah ini.

Namun, pendapat yang palung kuat diantara banyaknya pendapat tersebut ialah malam lailatul qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun (Fathur Bari dan Syarh Shahih Muslim )

Dalam hadits lain disebutkan, umat islam dianjurkan untuk mencari malam lailatul qadar pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)

Dikutup dari nu.or.id, secara spesifik Imam Syafii berpendapat bahwa malam lailatul qadar lebih potensial datang pada malam ke-21 dan malam ke-23 Ramadhan. Selanjutnya, mayoritas para ulama termasuk Syeikh Nidzamuddin an-Naisaburi berpendapat bahwa malam lailatul qadar datang pada 27 Ramadhan. (Fatul Bari)

Adapun hikmah dirahasiakannya malam lailatul qadar ialah agar setiap muslim yang menginginkan malam istimewa tersebut bersungguh-sungguh dalam menghidupkan malam hari bulan pada bulan Ramadhan dengan ibadah, khusunya pada sepertiga malam terakhir.

Hal tersebut akan berbeda jika kita semua mengetahui kapan tanggal pasti kedatangan malam yang istimewa tersebut, belum tentu kita akan semangat dalam mengisi malam-malam lain di bulan Ramadhan dengan ibadah.

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Waktu dan Tanda Malam Lailatul Qadar
Ilustrasi tanda malam lailatul qadar.

Selain berpatokan pada pendapat para ulama mengenai kapan datangnya malam lailatul qadar, kita juga dapat menjadikan kondisi alam sekitar sebagai salah satu tanda dari datangnya malam yang mulia tersebut. Setidaknya ada beberapa tanda malam lailatul qadar berdasarkan sabda Rasulullah SAW sebagai berikut.

1. Matahari terbit di pagi hari tanpa sinarnya

Salah satu tanda alam terjadinya malam lailatul qadar ialah matahari terbit di pagi hari sinarnya tidak terlalu panas dan cuaca saat itu terasa sejuk. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata: “Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadlan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim)

2. Malam harinya langit terlihat bersih, tidak terdapat awan, suasana terasa tenang dan sunyi, udaranya tidak dingin dan tidak pula panas

Kondisi berikutnya yang menandakan terjadinya malam lailatul qadar adalah malam yang nyaman dan tenang.

Diriwayatkan dari Abu Dawud dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR Ath-Thayalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Diatas adalah beberapa tanda atau gejala alam terjadinya malam lailatul qadar. Namun, bagi seorang muslim hendaknya tidak membuat seorang muslim lalai dan abai dengan tujuannya mencari malam lailatul qadar yang diutamakan pada sepertiga terakhir Ramadhan. Hendaklah seorang muslim menghidupkan malam-malam tersebut dengan memperbanyak ibadah dan mengharap ridha Allah untuk mendapatkan lailatul qadar.

Baca Juga: Tuntunan Itikaf di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Ibnu Hajar Asqalani menegaskan dalam Kitab Fatul Bari, ia menyebutkan ada beberapa dalil yang membiacarakan tanda-tanda lailatul qadar, namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.

Berdasarkan pendapat tersebut, kita dapat memahami bahwa tanda alam terjadinya malam lailatul qadar dapat diketahui setelah malam itu berlalu. Dengan demikian, tugas kita adalah menghidupkan malam-malam pada sepertiga terakhi Ramadhan untuk meraih lailatul qadar.

Leave a Reply